Monday, July 30, 2018

Perawatan Gigi Anak di Belanda

Halo semuanya!

Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman kami dalam merawat gigi anak di Groningen, Belanda. Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana sistem perawatan gigi anak di sini. Sampai suatu saat kolega saya bilang kalau biaya perawatan gigi anak (sampai berumur 18 tahun) disini ditanggung asuransi orangtua meskipun orangtua hanya memiliki polis asuransi paket basic (tidak menggunakan paket tambahan macam-macam). Wah mendengarnya saja saya sudah bahagia sekali, harus dimanfaatkan nih, kan sudah bayar asuransi kesehatan per bulan πŸ˜ƒ Kalau dari info yang saya dapat, anak umur 2 tahun sudah bisa dibawa untuk kontrol ke dokter gigi (mudah-mudahan info ini valid). Pantas saja gigi orang Belanda bagus dan rapi. Ternyata ini rahasianya.. 

Saya malah baru membawa Dinara ke dokter gigi ketika umur 4 tahun heuheu. Well anyway, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan 😁Awalnya saya mencari-cari klinik terdekat dan juga mencari rekomendasi klinik dari tetangga (makasih ya Teh Susan dan Mbak Irma). Akhirnya kami memilih Dental Clinics Groningen. Alamatnya di Friesestraatweg 175, 9743 AB Groningen.

Saya mendaftarkan Dinara di websitenya (bisa diklik di link ini). Beberapa hari kemudian kami menerima surat dari Dental Clinics berisi kuesioner kesehatan yang nantinya dibawa saat pertemuan jadwal check up pertama.



Setelah itu kami menelepon Klinik untuk membuat janji check up. Kami pun bilang kalau Dinara belum pernah ke dokter gigi sebelumnya. Deg-degan juga sih waktu itu soalnya Dinara agak susah diajak sikat gigi. Padahal sudah kami belikan odol berbagai macam, mulai dari odol rasa jeruk sampai odol yang bergambar Elsa. Pun halnya dengan sikat gigi. Kami sudah mencoba merayu dengan sikat gigi bergambar Woezel n Pip sampai K3, tapi tetep saja deh ada drama saat sikat gigi #mohonbersabariniujian

Alhamdulillah, beberapa hari sebelum hari check up, Dinara luluh (cieee) ketika di sekolah ada penyuluhan dari mahasiswa Hanzeschool tentang pentingnya menyikat gigi untuk kesehatan.
“Aku nanti mau bilang ke Juf Ingrid kalau aku sikat gigi, Bu.” kata Dinara. 
Dan hari check up pun tiba.
Saya menggunakan bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan dokter atau pun perawat. Saya juga bilang kalau Dinara fasih berbahasa Belanda. Dokter menyapa Dinara dengan sangat ramah, dengan bahasa Belanda tentunya. Karena ini hal yang baru baginya,  akhirnya Dinara duduk di pangkuan saya saat akan diperiksa. Meskipun demikian, Dinara menuruti apa kata dokter seperti untuk membuka mulutnya, berkumur-kumur, dan lainnya. 
Setelah dicek.. Voila! Ada dua gigi yang berlubang dan juga plak. Dokter menyarankan kami untuk membuat 2 buah janji untuk 2 pertemuan berikutnya. 



Selang beberapa pekan kemudian, kami datang lagi ke Dental Clinics. Kali ini tidak dengan dokter gigi namun dengan mondhygine assistant atau semacam perawat gigi mungkin ya. Beliau memperlihatkan cara gosok gigi yang benar supaya tidak ada lagi plak-plak yang tersisa hehe.  Menggosok gigi anak bagian belakang kan susah banget yaaa (eh atau saya aja nih yang kesulitan? hehe).. Akhirnya beliau menyarankan Dinara agar menggunakan sikat gigi elektrik.



Beberapa pekan kemudian (lagi), saatnya jadwal ditambal gigi oleh dokter gigi. Semakin sering berkunjung ke Klinik Gigi, Dinara semakin berani dan tidak dipangku lagi oleh saya. Dinara senang sekali dengan kursi ajaib dokter gigi. Mungkin karena kursinya otomatis bisa naik turun hehehe..

Proses penambalan pun cukup intense sehingga Dinara sesekali menutup mulutnya. Tapi dokter sangat sabar, sampai mengajak bercanda :)

"Ayo buka mulutnya, seperti buaya. Aaaa.." 
"Nah, sekarang saya sinari giginya dengan lampu disko ya.." 

Begitu kira-kira kata dokter :) Setelah selesai, Dinara diberi hadiah. Yeay senaaang sekali 😊

Dinara dan hadiah dari dokter gigi

Alhamdulillah sejak itu Dinara berinisiatif untuk bermain dokter gigi saat waktunya sikat gigi. Saya berpura-pura menjadi dokter gigi dan Dinara menjadi pasiennya. Kami meniru setiap apa yang kami lakukan di klinik, mulai dari mengetuk pintu kamar, memberi salam dan juga berjabat tangan persis seperti apa yang terjadi di klinik gigi. Kemudian, Dinara berbaring di kasur dan saya sikat deh giginya 😎. Yesss, dengan cara begini bagian belakang gigi menjadi mudah dijangkau dan dibersihkan 😊. Apalagi setelah saya pakai sikat gigi elektrik bergambar Elsa (ini rejekinya Dinara nih pas lagi beli pas ada diskon besar hihi). Menyikat gigi ternyata menjadi lebih mudah ya #bukanendorse


Sekian dulu cerita dari saya. Semoga cerita ini bermanfaat untuk teman-teman ya! :)

4 comments:

  1. Teh, disana anak-anak bayar asuransi gak sih jadinya?

    ReplyDelete
  2. Halo teh Icha,

    Disini anak-anak (dari sejak lahir hingga umur 18 tahun) tergabung dalam polis asuransi salah satu orangtuanya (bisa ikut Ayah atau Ibu) selama orangtua memiliki asuransi kesehatan dari Public Healthcare Insurance. Jadi nominal yang dibayarkan sejumlah biaya asuransi untuk 1 orang (ayah/ibu) namun coverage-nya untuk bersama (ayah/ibu + anak).

    Terimakasih sudah berkunjung kesini ya, teh :)

    Salam,
    Amalina

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaykum mbak amalina.. saya Jean mbak ye.. seneng nemu blognya mbak. Makasih mbak sharingnya. Jadi gak sabar pengin cek gigi faza besok.. hihi skrg giginya baru 4 hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam, Mbak Jean :)

      Alhamdulillah.. Sekarang Faza umurnya berapa tahun Mbak? yuuk yuuk ke dokter gigi, mumpung sudah bayar asuransi tiap bulan hihihi :)

      Terimakasih sudah berkunjung kesini ya Mbak :)

      Salam,
      Amalina

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik