Sunday, September 16, 2018

Alhamdulillah ada tempat sholat di Gedung Linnaeusborg University of Groningen


Linnaeusborg. The picture is taken from here

Linnaeusborg adalah nama salah satu gedung yang berada di Kampus Zernike. Gedung ini merupakan tempat bagi sebagian besar grup penelitian dalam bidang Life Science di Universitas Groningen. Awal tahun 2012, saya pertama kali datang dari Indonesia untuk melakukan penelitian program S2 di gedung ini. Saat hari pertama saya memulai aktivitas disana, saya baru mengetahui bahwa tidak ada ruangan khusus yang disediakan universitas untuk melaksanakan sholat. Sungguh berbeda dengan kondisi di Indonesia karena saya dapat dengan mudah menemukan musholla di kampus. Akhirnya saya mengikuti saran dari sesama mahasiswa Indonesia yang telah lebih dahulu berada disini. Mereka menyarankan saya untuk melaksanakan sholat di pojokan tangga emergency exit di lantai paling atas (lantai 9). Lokasi tersebut memang cukup sepi tetapi terkadang ada saja orang yang melewati tangga tersebut dan membuat aktivitas sholat menjadi kurang nyaman. Alternatif lainnya, saya mencoba sholat di salah satu ruangan gelap di laboratorium. Akan tetapi di dalam ruangan ini terdapat mikroskop dan fluorimeter sehingga sering kali digunakan oleh rekan saya untuk melakukan eksperimen.

Sekitar pertengahan 2013, saya memperoleh informasi bahwa ruangan P3K, yang sekaligus merangkap sebagai ruangan untuk memompa ASI, bisa digunakan untuk sholat. Ruangan ini berada di lantai basement gedung Linnaeusborg. Ruangan tersebut tidak dapat diakses bebas, untuk memasukinya saya harus meminjam kunci terlebih dahulu ke resepsionis. Mengingat multi fungsinya ruangan ini, banyak juga mahasiswa lain yang berkepentingan untuk memakai ruangan tersebut. Atas kesepakatan bersama, dibuatlah sistem reservation melalui google calendar untuk keperluan pemakaian ruangan setiap harinya. 

Reservasi ruangan via Google Calendar

BHV/Kolfkamer Linnaeusborg

Sampai akhirnya sekitar bulan Agustus 2016, pihak universitas (dalam hal ini resepsionis yang menyampaikan) melarang penggunakan ruangan tersebut untuk sholat. Saya pribadi tidak mengetahui alasan yang pasti atas larangan tersebut. Kemudian saya memberanikan diri menghadap pembimbing untuk mendiskusikan kebutuhan ruangan sholat dan menyampaikan hal sama kepada sekretaris departemen. Alhamdulillah, ternyata saya bertemu dengan orang yang tepat karena sekretaris departemen juga menjabat sebagai anggota Faculty Council. Jadi ketika saya menyampaikan maksud saya, Beliau sudah tahu masalah ini dan Beliau pun tahu bahwa makin banyak mahasiswa muslim yang bekerja di gedung Linnaeusborg. Sayangnya hingga saat itu belum ada keputusan yang jelas dari Faculty Board mengenai kebutuhan tempat ibadah ini. Sambil menunggu keputusan dari fakultas, Beliau membooking salah satu ruangan persis di sebelah ruangan Beliau untuk dijadikan tempat sholat sementara. Setiap hari ruangan tersebut dibuka dari pukul 13:00 hingga pukul 17:00. 

Alhamdulillah, kabar bahagia datang di awal tahun 2017. Saya dan rekan saya diundang oleh sekretaris departemen dalam sebuah rapat bersama dengan dua orang pengelola gedung Linnaeusborg. Beliau berkata bahwa ruangan ibadah sementara secara resmi akan dijadikan reflection room. Sebagai muslim kami diijinkan untuk melaksanakan sholat di ruangan ini. Selain itu, pihak pengelola gedung juga menawarkan untuk menata ruangan agar terasa lebih nyaman untuk beribadah. Secara totalitas mereka memenuhi apa yang kami minta seperti mengubah settingan lampu ruangan, membuat pintu kaca yang sebelumnya transparan menjadi lebih blur, serta mengeluarkan barang-barang dari ruangan yang dianggap tidak perlu seperti screen TV. DeGromiest Groningen juga ikut membantu menyediakan beberapa mukena, sajadah dan mushaf Alqur’an. Ma sya Alloh :')

 Reflection room Linnaeusborg room number 5171.0702

Alhamdulillah.. Semua ini tidak akan terjadi tanpa kehendak, kemudahan dan bantuan dari Alloh :)


Tulisan ini dimuat di website deGromiest (de Groningen's Indonesian Moslem Society) di link berikut :http://degromiest.nl/alhamdulillah-tempat-sholat-baru-di-gedung-linnaeusborg-kampus-zernike-universitas-groningen.html
Read more >>>

Monday, July 30, 2018

Cakey Brownies



Halo halo! :)

Siapa sih yang gak suka brownies? :) Meskipun kue ini terlihat sederhana dan simpel, namun ada dua varian lho.. Ada fudge brownies yang dense dan rich of chocolate. Ada juga cakey brownies yang teksturnya lebih ringan dan agak sedikit chewy. Perbedaannya terletak di banyaknya coklat dan lemak (dalam hal ini mentega) yang digunakan dan juga rasio tepung terigu yang ditambahkan.

Baca Juga : Brownies Fudgy

Kebetulan tadi pagi, Runa datang ke rumah. Saya pernah berjanji membuatkan brownies untuk Runa. Akhirnya kami bertiga, saya Dinara dan Runa, membuat ini bersama-sama. 

Cakey Brownies

Bahan-bahan:
- 60 gram mentega
- 100 gram coklat blok, lelehkan
- 150 gram gula pasir
- 2 butir telur
- ekstrak vanilla secukupnya
- 1 sendok teh kopi yang dilarutkan dengan 2 sendok makan susu cair
- 1/2 sendok teh baking powder
- 1/4 sendok teh garam
- 60 gram terigu

Cara Membuat:

1) Panaskan pada suhu 180 derajat Celcius. Siapkan loyang brownies, alasi dengan kertas roti
2) Di dalam wadah besar, kocok mentega dan gula dengan menggunakan whisk
3) Tambahkan telur satu per satu, aduk rata
4) Tambahkan coklat leleh, garam, dan ekstrak vanilla, aduk rata
5) Tambahkan kopi yang sudah dilarutkan, aduk hingga rata
6) Tambahkan tepung terigu dan baking powder, aduk dengan spatula hingga rata, jangan sampai overmix ya..
7) Panggang selama 30 menit. Lakukan tes kematangan dengan tusuk gigi. Jika sudah tidak ada adonan yang menempel pada tusuk gigi, keluarkan loyang dari oven.
8) Dinginkan dahulu selama kurang lebih 5-10 menit
9) Potong dan sajikan :)
Look how proud they are! :) It was really nice to see their curiosity about the ingredients, mixing all of them together, and waiting patiently until the brownies is done 😍
Rasanya enak dan teksturnya memang lebih ringan daripada Fudgy Brownies. Membuatnya mudah dan cepat, tidak perlu mixer, tinggal aduk-aduk saja hehe :) Nah, kalau kamu team brownies yang mana? Team Fudgy Brownies atau Cakey Brownies? Yuk yuk berbagi di kolom komentar :) 


Read more >>>

Perawatan Gigi Anak di Belanda

Halo semuanya!

Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman kami dalam merawat gigi anak di Groningen, Belanda. Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana sistem perawatan gigi anak di sini. Sampai suatu saat kolega saya bilang kalau biaya perawatan gigi anak (sampai berumur 18 tahun) disini ditanggung asuransi orangtua meskipun orangtua hanya memiliki polis asuransi paket basic (tidak menggunakan paket tambahan macam-macam). Wah mendengarnya saja saya sudah bahagia sekali, harus dimanfaatkan nih, kan sudah bayar asuransi kesehatan per bulan πŸ˜ƒ Kalau dari info yang saya dapat, anak umur 2 tahun sudah bisa dibawa untuk kontrol ke dokter gigi (mudah-mudahan info ini valid). Pantas saja gigi orang Belanda bagus dan rapi. Ternyata ini rahasianya.. 

Saya malah baru membawa Dinara ke dokter gigi ketika umur 4 tahun heuheu. Well anyway, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan 😁Awalnya saya mencari-cari klinik terdekat dan juga mencari rekomendasi klinik dari tetangga (makasih ya Teh Susan dan Mbak Irma). Akhirnya kami memilih Dental Clinics Groningen. Alamatnya di Friesestraatweg 175, 9743 AB Groningen.

Saya mendaftarkan Dinara di websitenya (bisa diklik di link ini). Beberapa hari kemudian kami menerima surat dari Dental Clinics berisi kuesioner kesehatan yang nantinya dibawa saat pertemuan jadwal check up pertama.



Setelah itu kami menelepon Klinik untuk membuat janji check up. Kami pun bilang kalau Dinara belum pernah ke dokter gigi sebelumnya. Deg-degan juga sih waktu itu soalnya Dinara agak susah diajak sikat gigi. Padahal sudah kami belikan odol berbagai macam, mulai dari odol rasa jeruk sampai odol yang bergambar Elsa. Pun halnya dengan sikat gigi. Kami sudah mencoba merayu dengan sikat gigi bergambar Woezel n Pip sampai K3, tapi tetep saja deh ada drama saat sikat gigi #mohonbersabariniujian

Alhamdulillah, beberapa hari sebelum hari check up, Dinara luluh (cieee) ketika di sekolah ada penyuluhan dari mahasiswa Hanzeschool tentang pentingnya menyikat gigi untuk kesehatan.
“Aku nanti mau bilang ke Juf Ingrid kalau aku sikat gigi, Bu.” kata Dinara. 
Dan hari check up pun tiba.
Saya menggunakan bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan dokter atau pun perawat. Saya juga bilang kalau Dinara fasih berbahasa Belanda. Dokter menyapa Dinara dengan sangat ramah, dengan bahasa Belanda tentunya. Karena ini hal yang baru baginya,  akhirnya Dinara duduk di pangkuan saya saat akan diperiksa. Meskipun demikian, Dinara menuruti apa kata dokter seperti untuk membuka mulutnya, berkumur-kumur, dan lainnya. 
Setelah dicek.. Voila! Ada dua gigi yang berlubang dan juga plak. Dokter menyarankan kami untuk membuat 2 buah janji untuk 2 pertemuan berikutnya. 



Selang beberapa pekan kemudian, kami datang lagi ke Dental Clinics. Kali ini tidak dengan dokter gigi namun dengan mondhygine assistant atau semacam perawat gigi mungkin ya. Beliau memperlihatkan cara gosok gigi yang benar supaya tidak ada lagi plak-plak yang tersisa hehe.  Menggosok gigi anak bagian belakang kan susah banget yaaa (eh atau saya aja nih yang kesulitan? hehe).. Akhirnya beliau menyarankan Dinara agar menggunakan sikat gigi elektrik.



Beberapa pekan kemudian (lagi), saatnya jadwal ditambal gigi oleh dokter gigi. Semakin sering berkunjung ke Klinik Gigi, Dinara semakin berani dan tidak dipangku lagi oleh saya. Dinara senang sekali dengan kursi ajaib dokter gigi. Mungkin karena kursinya otomatis bisa naik turun hehehe..

Proses penambalan pun cukup intense sehingga Dinara sesekali menutup mulutnya. Tapi dokter sangat sabar, sampai mengajak bercanda :)

"Ayo buka mulutnya, seperti buaya. Aaaa.." 
"Nah, sekarang saya sinari giginya dengan lampu disko ya.." 

Begitu kira-kira kata dokter :) Setelah selesai, Dinara diberi hadiah. Yeay senaaang sekali 😊

Dinara dan hadiah dari dokter gigi

Alhamdulillah sejak itu Dinara berinisiatif untuk bermain dokter gigi saat waktunya sikat gigi. Saya berpura-pura menjadi dokter gigi dan Dinara menjadi pasiennya. Kami meniru setiap apa yang kami lakukan di klinik, mulai dari mengetuk pintu kamar, memberi salam dan juga berjabat tangan persis seperti apa yang terjadi di klinik gigi. Kemudian, Dinara berbaring di kasur dan saya sikat deh giginya 😎. Yesss, dengan cara begini bagian belakang gigi menjadi mudah dijangkau dan dibersihkan 😊. Apalagi setelah saya pakai sikat gigi elektrik bergambar Elsa (ini rejekinya Dinara nih pas lagi beli pas ada diskon besar hihi). Menyikat gigi ternyata menjadi lebih mudah ya #bukanendorse


Sekian dulu cerita dari saya. Semoga cerita ini bermanfaat untuk teman-teman ya! :)
Read more >>>

Saturday, July 28, 2018

Week #27 - The Last Lesson of the Season


Hello!
It is already week #27! Yes, I know it has been a while I didn't update my violin progress in this blog. But don't worry, I still joined the lessons and practice regularly πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

So far, now I'm not only using the Suzuki book 1 but also book two from Fiddle Time Runners and learned the low 2nd finger (or finger pattern of 0-12-3-4). Yeay!



One day during this period (week #10 of I'm not mistaken). When I had a lesson, my teacher wanted me to play a song that I have been practicing for a week. Somehow I started to nervous and.. In the middle, I got blank out like I did not know what I'm playing 😫😫😫

Suddenly my teacher said, "Noooo I'm practicing soooo hard but why it turned out like thissss".

I laughed so hard since that was I said to myself exactly.

Another thing, I'm not that good at sight reading of music sheets. I need to know the piece or the song first before I play it or at least I need to listen to it once. Somehow, I could play better if I play with memory. Somehow music notes got blurry when I read it. This kind of thing brings me to Nodame Cantabile. Ah Nodame, I know how it feels!! πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ

I will have the lesson in the next five weeks. My teacher gave me some exercises (and also loads of homework) for reading notes and also increase the speed of my playing, like :

1) The Arrival of the Queen of Sheba. Don't worry, I play this piece with a slow tempo haha.



2) Irish tunes, I picked "Fairy Dance" and "The Wind that Shakes the Barley"
3) Several songs from Fiddle Time Runners book with finger position of the high 3rd finger (finger pattern of 0-1-2-34).

That's all for now. Wish me luck! πŸ˜ƒπŸ˜ƒ
Read more >>>

Friday, July 27, 2018

Telur Asin dan Hikmahnya


Suatu ketika saat pillow talk..
Suami : Mau makan apa Bu nanti ulang tahun?
Saya : Apa ya.. Hmm.. Di Indo lagi trend saus telur asin lho, Ayah! Aku mau makan udang saus telur asin.
Suami : Telur asinnya beli dimana? Eh, apa bikin aja ya telur asinnya?
Saya : Yuk! Kita bikin aja!
Setelah bertanya pada Mbah Google, ternyata ada beberapa cara untuk membuat telur asin. Kami memilih cara yang paling mudah yang hanya memerlukan 3 bahan : hanya garam, air dan telur hihihi. Cara membuatnya pun hanya merendam telur dalam air garam :) Ma sya Alloh, sang Suami semangat banget lho mengamplas telur ayam satu demi satu :')

Kami pakai telur ayam saja since we didn't have any idea where to find duck eggs :D Oh iya, di dalam air garam telur akan mengambang sehingga sebaiknya merendam telur dalam wadah yang bertutup.
Dua minggu kemudian.. 
We were wondering.. Sudah jadi belum ya..
Akhirnya kami ambil 2 butir telur dan merebusnya. Dingdong, ternyata rasanya masih kurang asin, teksturnya juga kurang "masir". Yowes kami diamkan telurnya 2 minggu lagi :) 

Setelah 2 minggu berikutnya.. VOILA! it was the moment of truth J


Alhamdulillah! Akhirnya berhasil! J

And I was quickly making this!
It was captured directly from the pan. Sorry for the mess hihihi
So guys, when you can buy the salted egg or fried shrimp with salted egg sauce easily, do not take it for granted. Ada loh yang harus menunggu sampai 4 pekan untuk makan ini hehehe (ngacung hihi)

Tapi eh tapi tentu saya juga harus banyak-banyak bersyukur. Saya masih bisa membeli telur, tidak harus mencari ayam hidup dan menunggu mereka bertelur. Tidak pula harus ke laut untuk mendapatkan air asin. Alhamdulillah semua tersedia di supermarket :)

gambar dari sini
Semoga postingan ini bermanfaat dan jangan lupa bersyukur hari ini yaa.. Let's say Alhamdulillah.. :)
Read more >>>

Tuesday, July 17, 2018

How I set up my Bullet Journal

Halo semuanya!
Alhamdulillah, bullet journal saya akhirnya sudah sampai halaman terakhir dan saatnya mengganti buku baru. Saya menggunakan buku Mijn Bullet Journal (contoh bukunya bisa dilihat di link ini) dari MUS Creative dan saya cukup puas dengan kualitas buku ini. Saya membelinya di Boekhandel Van der Velde Grote Markt dengan harga 12.5 Euro. 

Butuh waktu 8 bulan untuk 'menghabiskan' buku ini hehehehe.. terhitung dari bulan November 2017 ketika saya baru memulai Bullet Journalling sampai bulan Juni 2018. yeay, Bullet Journal Amalina 01 sudah selesai! 


Saatnya memulai Bullet Journal Amalina 02 hehehe.. Saya mau berbagi bagaimana saya memulai buku baru saya :) Oh iya niatnya mau ambil fotonya ketika belum terisi, apa daya sudah terisi sebagian.. Abaikan saja ya isinya.. :)

1) Index
Seperti biasa, halaman awal diisi dengan index atau daftar isi untuk memudahkan pencarian halaman. Saya buat yang minimalis saja hehehe.


2) Future Log
Halaman ini saya tulis agenda-agenda bulan-bulan ke depan. Saya catat in advance supaya tidak lupa. Misalnya jadwal kontrol ke dokter gigi, agenda silaturahim, bahkan ulang tahun teman. 

Future Log

3) Monthly Log 
Kalau ini agenda bulanan. Nah, setiap membuat monthly log, pindahkan agenda-agenda yang sudah pernah ditulis di Future Log ya supaya tidak terlupa :)

Monthly Log

4) Morning Routine Tracker
Nah, ini nih yang penting untuk saya, benar-benar to keep me on the right track. Biasanya kalau saya lagi ga pararuguh (bahasa Sunda : gak karuan), jawabannya ada di tracker ini. Entah mungkin ibadahnya yang kurang atau apalah itu :) Doakan saya semoga istiqomah menjalankannya ya!

5) Hobby and Habit Tracker 
Tujuannya kurang lebih sama dengan yang di atas tapi ini isinya yang mungkin agak ringan-ringan seperti blogging, jadwal maskeran, dan baking saya hehehe.. Disini saya ingin men-track dalam satu bulan seberapa sering sih saya ke perpustakaan, Pusat Belanja Paddepoel atau Selwerd untuk belanja kebutuhan makanan dan lainnya. Saya juga ingin tahu seberapa tahan kah saya tidak buka Facebook atau IG dalam satu bulan hehehehe..

Habit Tracker

6) Weekly Log 
Disini saya menuliskan lebih rinci kegiatan harian / to do list harian saya. Kadang saya suka overwhelmed dengan apa-apa yang harus dikerjakan, namun Alhamdulillah terbantu sekali dengan adanya ini :)

7) Violin Practice Journal 
Hehe, ini saya sengaja buat supaya lebih termotivasi dan lebih terarah dalam latihan biola. Saya membuat practice journal ini karena terinspirasi oleh Marijke Plays youtube channel. Berikut saya sertakan link bagaimana Marijke membuat jurnal latihannya ya : Marijke Plays - Violin Practice Routine. 

Violin Practice Journal and Weekly Log
Semoga postingan ini bermanfaat bagi teman-teman ya. Apakah teman-teman juga punya bullet journal?  Yuk berbagi di kolom komentar :)
Read more >>>

Thursday, July 12, 2018

Hokkaido Baked Cheese Tart

Hokkaido Baked Cheese Tart
Halo semuanya! Wah, pekan ini saya jadi sering nulis resep ya (?) hehehe, moodnya lagi nulis resep nih πŸ˜„

Tart ini dipopulerkan oleh toko kue BAKE di Jepang. Kemudian merambah ke Indonesia dan katanya sih harus sampai antri untuk membeli tart ini. Wah, saya jadi penasaran. Akhirnya saya cari resepnya. Saya dapat resepnya dari blog DreamersLoft. Langkah-langkah cara membuatnya dijelaskan dengan sangat detail dan tak tanggung-tanggung, beberapa trialnya pun dibagikan di postingannya.

Untuk mendapatkan konsistensi tart dan custard yang saya inginkan, saya perlu trial 3 kali membuatnya (Ha!) but it's worth it! Resep dari blog Dreamersloft ini menggunakan tiga jenis keju yaitu cream cheese, mascarpone dan parmesan. Nah, saya modifikasi sedikit dengan tidak menggunakan mascarpone namun saya tambahkan takaran cream cheesenya. Alasannya? Mascarpone yang digunakan hanya 50 gram, sedangkan 1 box mascarpone disini beratnya 250 gram. Sayang kan kalau beli 1 box tapi yang dipakai hanya 1/5 nya? hehehe.. Keju parmesan pun saya ganti dengan keju cheddar karena...... hanya itu keju yang ada di kulkas saya haha! 😌, manfaatkan saja apa yang ada 😎. But surprisingly, the taste was still delicious!

Yuk ah langsung kita intip resepnya! 


Hokkaido Baked Cheese Tart

Resep dari  Dreamersloft - Hokkaido Bake Cheese Tart dengan modifikasi

Bahan Kulit tart
- 200 gram terigu
- 100 gram mentega
- 40 gram gula halus
- 1 kuning telur
- 1 sdm susu cair

Bahan Custard
- 200 gram cream cheese
- 30 gram keju cheddar
- 10-15 gram maizena
- 100 mL susu cair
- 30 gram mentega
- 30 gram gula halus
- Vanila secukupnya
- 1 butir telur
- 1 sdm air jeruk lemon
- Sejumput garam
*resep asli menggunakan keju mascarpone dan parmesan, tapi saya skip dan menambahkan cream cheese lebih banyak

Cara Membuat Kulit Tart
1) Aduk tepung, mentega, gula, dan garam menggunakan garpu hingga membentuk tekstur pasir (Saya menggunakan food processor)
2) Tambahkan kuning telur dan susu cair lalu diuleni sampai menjadi adonan yang bisa dipulung dan bulatkan
3) Bungkus adonan dengan plastik wrap lalu diamkan di kulkas selama 1 jam
Nah, selagi menunggu kulit tartnya di kulkas, kita buat custardnya ya.

Cara Membuat Cheese Custard:
1) Tim cream cheese, mentega, keju dan susu sampai semuanya meleleh dengan api kecil
2) Tambahkan gula halus, maizena lalu aduk hingga adonan lama-lama mengental
3) Tambahkan telur lalu aduk
4) Tambahkan vanila dan air jeruk lemon dan angkat
5) Alasi bagian atas custrard dengan plastic wrap supaya custard tidak mengulit atau bisa langsung pindahkan ke dalam piping bag
6) Simpan dalam kulkas minimal 1 jam

Penyelesaian
1) Ambil adonan kulit tart, bagi masing-masing 20 gram lalu dicetak ke cetakan pai dan beri lubang di kulitnya dengan garpu
2) Panggang kulit tart selama 10 menit pada suhu 180 derajat Celcius
3) Angkat, tunggu hingga dingin dan keluarkan dari cetakannya
4) Isikan custard keju (yang sudah didinginkan) pada kulit tart

 
5) Olesi permukaannya dengan kuning telur


6) Panggang selama 6-7 menit suhu 230 derajat Celcius
7) Siap disajikan
Baked Cheese Tart sudah matang 😊
1 resep ini bisa menghasilkan kurang lebih 20 buah tart.

Nah, menurut housemate saya yang mencicipinya, katanya rasanya mirip dengan yang asli 😍 Alhamdulillah..  Jadi terharu deh saya hehehe..
Selamat mencoba ya! Happy baking! πŸ˜‹
Read more >>>

Wednesday, July 11, 2018

Okonomiyaki

Okonomiyaki

Setelah postingan saya sebelumnya tentang Ebiyaki, yang ini masih saudaranya lah, alias Okonomiyaki hehe. Kalau kata kembaran saya, ini namanya bala-bala Jepang πŸ˜‹ Well, basically memang isian bala-bala dengan adonan khas jepang kan yaaaa..

Okonomiyaki

Bahan:
- 100 gram kol, iris tipis
- 1 buah wortel, iris tipis
- 1/2 sendok teh baking powder
- 1 sendok makan soy sauce
- sejumput garam
- 100 gram tepung terigu 
- 1 sendok teh dashi
- 2 butir telur
- 140 mL air 
- Irisan cumi-cumi, udang atau gurita untuk isian
- Irisan daun bawang secukupnya

Pelengkap:
- Katsuobushi
- Mayones
-Saus Okonomiyaki (Resep saus okonomiyaki sama seperti saus takoyaki. Saya sertakan link resepnya di bawah ya)


Cara Membuat:
1) Di dalam wadah, campur kol, wortel, terigu, dashi dan baking powder. Aduk.
2) Tambahkan air dan juga telur
3) Aduk rata, jangan sampai overmix. 
4) Panaskan wajan, tuang setengah adonan okonomiyaki kemudian beri isian (cumi-cumi atau udang atau gurita) dan beri sisa adonan okonomiyaki di atasnya. 
5) Masak hingga matang, angkat. 
6) Beri saus, mayones, irisan daun bawang dan taburan katsuobushi di atas Okonomiyaki.
7) Okonomiyaki siap disajikan.

Mudah kan untuk membuatnya πŸ˜‰ Kalau lagi malas membuat Takoyaki, biasanya saya membuat Okonomiyaki sebagai pengganti. Rasanya mirip dan membuatnya lebih simpel. Tinggal cemplung-cemplung, dadar and voila siap disantap! 
Selamat mencoba ya.. Happy cooking! 😊

Read more >>>

Ebiyaki / Takoyaki



Lho kok bukan takoyaki? Maafkan, gurita disini mahaaaaal hiks jadinya saya pakai udang deh. Makanya namanya ganti jadi ebiyaki hihihi.. Tapi adonannya sama kok dan rasanya tetap enaaaaak 😊 Rasa rindu takoyaki pun terobati Alhamdulillah..
Saya menggunakan resep dari Yuda Bustara Kokiku Tv. Saya tulis lagi resepnya di bawah ya 😊

Ebiyaki / Takoyaki

Bahan:
- 100 gram terigu
- 1 butir telur
- 1 sendok teh dashi (bonito seasoning)
- 1 sendok makan kecap asin
- 340 mL air
- daun bawang secukupnya
- Gurita atau udang rebus secukupnya, dipotong-potong kecil-kecil untuk isian

Bahan Saus:
- 10 - 14 sendok makan saus tomat
- 1 sendok teh gula pasir
- 1- 2 sendok teh kecap asin
- 2 sendok makan kecap Inggris (saya skip ini)
*masak semua bahan di wajan sampai mengental 

Pelengkap:
- Mayones
- Katshuobushi / Bonito Flakes

Cara Membuat Ebiyaki:
1) Di dalam wadah, campur terigu dengan telur dengan dashi dan kecap asin

Dashi / Bonito Seasoning. Saya membelinya di toko Amazing Oriental

2) Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk
3) Panaskan cetakan dengan api kecil (saya menggunakan cetakan untuk poffertjes hehehe, agak maksa ya kedengerannya tapi bisa kok :D Bisa dilihat disini)

Saya menggunakan cetakan poffertjes. Berdayakan saja apa yang ada di rumah hehehe..
4) Masukkan adonan hingga setengah penuh lalu tambahkan isian. Kemudian tambahkan lagi adonan hingga penuh.
5) Taburkan daun bawang dan tunggu hingga bagian bawah matang lalu balik sehingga bentuknya menjadi bundar
6) Masak hingga matang sambil dibalik-balik / diputar-putar
7) Angkat dan sajikan dengan mayones, saus dan taburan katsuobushi di atasnya. 

Selamat mencoba ya! Happy cooking! 😊

Read more >>>

Matcha Green Tea Cupcakes with Cream Cheese Frosting

Matcha Cupcakes

Halo halo πŸ˜Š

Alhamdulillah baru saja ada acara syukuran teman yang sudah selesai studi PhDnya. Ikut senang sekali rasanya (sambil komat kamit berdoa semoga saya segera menyusul hehehe. aamiin.. doakan ya!) Dalam acara syukuran, tentu rasanya tidak enak kalau membawa tangan kosong hehehe.. Nah, mood tadi siang adalah mood matcha alias green tea. Siapa yang suka green tea disini? :)

Sebelumnya saya bukan penggila matcha yang apa-apa di-matcha-in, apa-apa di-greentea-in. Tapi, sejak di Groningen kok saya jadi suka ya.. hehehe.
Berikut adalah resep Matcha Cupcakes dari Cupcake Jemma, tapi saya modifikasi sesuai dengan tekstur cupcake kesukaan saya. Untuk frostingnya, instead of using the white chocolate icing, I used my favorite:  cream cheese frosting! Nyummy!

Matcha Green Tea Cupcakes

Bahan Cupcakes:
- 125 gram butter, suhu ruang
- 80 gram tepung terigu
- 40 gram tepung maizena
- 4-5 sendok makan susu cair
- 1/4 sendok teh baking soda
- 1/2 sendok teh baking powder
- 3 butir telur
- 1 sendok teh green tea / matcha powder
- 100-125 gram gula pasir

Bahan Cream Cheese Frosting:
- 100 gram cream cheese
- 30 gram butter
- 35 gram gula halus
- Ekstrak vanila secukupnya 

Cara membuat Cupcake: 
1) Kocok butter dengan gula hingga pucat dan creamy
2) Tambahkan telur satu per satu, kocok hingga rata
3) Tambahkan tepung terigu, tepung maizena, baking soda dan baking powder. Aduk dengan spatula.
4) Tambahkan susu cair, aduk hingga rata.
5) Panaskan oven suhu 170 derajat Celcius
6) Sendokkan adonan ke dalam cetakan cupcake
7) Panggang selama 20-22 menit atau hingga permukaan berwarna kecoklatan
8) Angkat dan diamkan di suhu ruang 

Cara membuat Frosting :
1) Kocok butter hingga pucat
2) Tambahkan cream cheese, kocok hingga rata 
3) Masukkan vanila dan gula halus, aduk hingga rata
4) Masukkan ke dalam piping bag 

Sajikan cupcake dengan frosting di atasnya. Selamat mencoba ya! Happy baking! 😊

Source : Green Tea Cupcakes - Cupcake Jemma
Read more >>>

Monday, July 9, 2018

Membuat Roti Boy Sendiri

Homemade Rotiboy

It's summer time, saatnya membuat roti! Lho, apa hubungannya musim panas sama roti? :) hehehe, ada dong.. Musim panas begini adalah waktu dan kondisi yang tepat untuk membuat adonan berbasis ragi karena ragi akan bekerja optimal. Gak perlu deh repot-repot proofing adonan di kamar dengan heater ruangan 😎

Nah, siapa yang suka banget sama roti yang satu ini? :) Dulu pas jaman masih gadis alias jaman kuliah di ITB, pasti selalu beli roti ini deh setiap main ke BIP hehehehe..

Yuk ah langsung saja kita intip resepnya!

Roti Boy

Resep dari Natural Cooking Club Indonesia dengan modifikasi

Bahan Roti :
- 500 gram tepung terigu protein tinggi (kalau disini saya pakai terigu yang tulisannya Patentbloem)
- 14 gram ragi (atau dua bungkus ragi Dr. Oetker juga bisa)
- 2 butir telur
- 75 gram mentega (unsalted), suhu ruang
- 1/2 sendok teh garam
- 220 mL susu cair hangat (suam-suam kuku)
- 50 gram gula halus
- 160 gram mentega asin (salted butter), potong kotak masing-masing 10 gram, bekukan di freezer

Bahan Topping: 
- 100 gram gula halus
- 1 butir telur
- 1 sendok makan kopi instan, larutkan dengan 1 sdm air panas
- 75 gram mentega (unsalted)
- 75 gram tepung terigu

Cara membuat roti:
1) Siapkan susu cair dan campur dengan ragi. Tunggu hingga ragi mengeluarkan buih (kira-kira 5-10 menit). Sisihkan.
2) Dalam wadah besar, campurkan tepung terigu dan gula halus. Aduk rata.
3) Tambahkan campuran susu cair-ragi dan telur, uleni hingga setengah kalis.
4) Setelah setengah kalis, tambahkan garam dan mentega. Uleni lagi hingga kalis.
5) Diamkan adonan selama kurang lebih 45-60 menit dalam wadah yang ditutup lap basah atau plastic wrap.
6) Kempiskan adonan, bagi adonan masing-masing 50 gram. Bulatkan. Kira-kira jadi 16 buah. 
Dari 16 buah tersebut, ambil 2 buah dan bagi masing-masing menjadi adonan kecil kira-kira 10 gram.
7) Ambil mentega beku dan bungkus mentega beku tersebut dengan adonan roti yang kecil. Lakukan hingga semua potongan mentega habis. 
8) Isikan bungkusan butter ke dalam adonan roti besar (50 gram).
9) Diamkan lagi adonan roti selama 20-30 menit hingga mengembang.

Butter beku telah dibungkus adonan kecil. yeaay, siap diisikan ke adonan besar deh :)
Setelah diproofing

Cara membuat topping:
1) Selagi menunggu roti mengembang, buat topping kopi untuk di atas roti. 
2) Kocok mentega dengan gula halus hingga rata.
3) Tambahkan telur dan kopi, kocok hingga rata
4) Tambahkan terigu dan aduk hingga adonan tercampur rata. 
5) Masukkan adonan topping ke dalam piping bag. 

Penyelesaian:
1) Panaskan oven suhu 180 derajat Celcius
2) Beri topping di atas roti yang sudah mengembang dengan pola melingkar (atau seperti pola obat nyamuk hehehe) 

Siap dipanggang

3) Panggang roti selama 15 menit.
4) Sajikan hangat. 

yeay, Roti Boy sudah matang :)

Rotinya lembut plus ada sensasi gurih dari mentega yang lumer di dalamnya 😍 Nyummy! 
Selamat mencoba ya! Happy baking! 😊😊

Read more >>>

Thursday, June 28, 2018

Administrasi Kelahiran Anak di Belanda



Sebelumnya, saya ucapkan selamat ya! Saya juga mendoakan semoga Ananda menjadi anak yang sehat selalu, taat beragama, berbudi baik dan membanggakan orangtua aamiin. 

Nah, sebenarnya apa saja yang harus dilakukan ketika bayi baru lahir di Belanda? Berikut saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya di Groningen. Saya tuliskan per point saja supaya jelas. Mudah-mudahan bermanfaat ya :) 


 1. Akte kelahiran
Syarat yang diperlukan :
- Paspor kedua orangtua
- Residence permit (Verblijf) kedua orangtua
- Buku nikah kedua orangtua
- Nama anak, tanggal dan jam kelahiran anak. Baby tidak usah dibawa ke sana ☺
Lokasi : Gementee. Untuk yang anak yang lahir di RS Martini, tidak usah ke Gementee karena ada counternya disana namun jam buka pagi saja saat hari kerja.
Kapan : Maksimal 3 hari setelah kelahiran anak. Jangan sampai terlewat ya kalau tidak mau terkena denda 
Biaya : 12.90 euro per November 2017
Akte kelahiran bahasa Belanda ini langsung jadi saat itu juga, anak langsung dapat nomor BSN dan juga mendapat kertas ucapan selamat dari Gementee.

Akte Bahasa Belanda
Ucapan selamat dari Gementee Groningen

2. Akte kelahiran bahasa Internasional
Setelah mendapat akte bahasa Belanda, saya juga meminta akte berbahasa Inggris. Namun, pihak Gementee memberikan akte yang sekaligus ada banyak bahasa di dalamnya hehe.. Akte diterjemahkan dalam beberapa bahasa dalam satu dokumen yaitu French, German, English, Spanish, Greek, Italian, Portuguese, Turkish and Yugoslav. 
Syarat yang diperlukan sama dengan di atas yaitu paspor, verblijf dan buku nikah orangtua. 
Kapan : Tidak ada batasan waktu, tapi sebaiknya dibuat sekalian dengan akte yang berbahasa Belanda, supaya tidak bolak-balik ;)
Biaya: 12.90 Euro per November 2017

update: Saya meminta salinan akte ini karena dikhawatirkan butuh akte yang didalamnya ada bahasa Inggris di kemudian hari. Mumpung masih di Belanda, jadi ya sekalian saja. Mungkin bisa disesuaikan dengan keadaan teman-teman :) 

3. Uittreksel basisregistratie personen
Ini adalah surat keterangan sebagai penduduk di suatu Gemente. Surat ini diperlukan saat pembuatan paspor anak dan surat keterangan lahir di KBRI.

Isi surat ini adalah informasi terkait data orang tua dan anak yang mencakup nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan alamat rumah di Belanda
Syarat yang diperlukan : Paspor dan Residence permit kedua orang tua
Lokasi: Gementee Groningen
Kapan: Tidak ada batasan waktu, tapi sebaiknya dibuat sekalian dengan akte atau berdekatan dengan waktu ketika akan membuat paspor anak
Biaya: 15.85 Euro per November 2017

4. Asuransi kesehatan anak
Syarat: Nomer BSN anak yang diperoleh dari point 1
Kapan: Segera daftar begitu nomer BSN diperoleh sehingga apabila anak memerlukan penanganan medis, bisa dicover oleh asuransi
Berapa lama: Kami memakai asuransi Menzis dan proses pendaftaran asuransi anak kami dilakukan secara online melalui akun Menzis kami. Kartu asuransinya datang ke alamat rumah beberapa hari kemudian. Oh iya, untuk login ke akun Menzis diperlukan DigiD (https://www.digid.nl/en/).
Biaya: Gratis, karena premi asuransi kesehatan anak sudah satu paket dengan premi kesehatan salah satu orangtua (Ayah atau Ibu)

5. Pembuatan Paspor Anak
Tujuan: Salah satu bukti identitas sebagai warga negara Indonesia
Syarat yang diperlukan:
- Anak, harus dibawa ke KBRI
- Fotokopi akte kelahiran anak
- Fotokopi paspor orang tua
- Fotokopi residence permit orang tua
- Fotokopi akte perkawinan orang tua
- Uittreksel sesuai point 3
- 1 Lembar pasfoto terbaru anak dan foto tersebut harus menampilkan dengan jelas mata anak dalam posisi yang terbuka. Foto ini nantinya ditempel di formulir pada point b. Akan tetapi, anak juga akan di foto kembali di KBRI untuk foto di paspornya. Untuk antisipasi apabila nantinya anak susah difoto disana, orang tua bisa juga membawa softcopy foto anak untuk diserahkan ke petugas KBRI.
Lokasi: KBRI Den Haag. Penyerahan berkas pukul 09:00-12:00.
Kapan: Bisa diurus bersamaan dengan point 5-7
Berapa lama: Paspor selesai dalam 7 hari kerja dan diambil pukul 15:00-16:00. Bisa diambil oleh siapa saja selama membawa resi untuk pengambilan paspor tersebut.

Catatan: Pengalaman kami, paspor bisa juga dititipkan ke pegawai KBRI yang akan ke Groningen untuk mengisi acara PPI, misalnya saat acara lapor diri/jabat erat/Indonesian Day/Groens Cup. Hal ini dapat dilakukan dengan sebelumnya menghubungi terlebih dahulu pihak KBRI nya melalui email ataupun telepon.
Biaya: 30 euro dengan PIN.
Berhubung dilakukan di Den Haag dengan jam buka kantor yang terbatas saat pagi saja, kami menyarankan agar mengambil jadwal kereta pagi sehingga pukul 09:00 sudah tiba di Den Haag dan semua urusannya dapat diselesaikan.

6. Pembuatan Residence Permit Anak
Tujuannya adalah membuat ijin tinggal resmi di Belanda dalam periode waktu tertentu mengikuti ijin tinggal orang tua. Walaupun anak lahir di Belanda, tetap saja anak tersebut berkewarganegaraan sama dengan orang tuanya.
Syarat yang diperlukan:
- Mengisi formulir yang bisa diunduh disini: https://ind.nl/en/Forms/7518.pdf 
(Hanya perlu mengisi halaman 1-6 dan 37-38).
- Mengisi formulir foto passport yang bisa diunduh disini: https://ind.nl/en/Forms/7630.pdf
- Copy paspor kedua orang tua
- Copy residence permit (bagian depan dan belakang) kedua orang tua
- Copy paspor anak
- Copy akte lahir anak yang berbahasa Belanda
- Foto anak ukuran passport.
Lokasi: Kantor IND di Zwolle. Untuk mahasiswa RuG, bisa juga melalui perantara International Service Desk (ISD) untuk mengecek kelengkapan berkas sekaligus mengirimkannya ke IND.
Kapan: Setelah anak memiliki paspor
Berapa lama: Sekitar 6 minggu
Biaya: 51 Euro per November 2017.

Nah, administrasi dokumen di Belanda sudah lengkap. Agar akte tersebut bisa digunakan di Indonesia, berdasarkan pengalaman saya, akte tersebut perlu dilegalisasi oleh Kemenlu Belanda dan KBRI. Tulisan lengkapnya saya tuliskan di link di bawah ini ya.

Baca juga : Mengurus Pencatatan Kelahiran Anak di Luar Negeri : dari Akte di Belanda sampai Kartu Keluarga di Indonesia

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman. Jika teman-teman dalam prosesnya berbeda dengan apa yang saya lakukan, mohon beritahu kami di kolom komentar ya supaya kami bisa menyertakan informasi tambahan disini 😊

Wassalamualaikum! 😊
Read more >>>

Saturday, June 23, 2018

Ramadhan dan Idul Fitri di Groningen 1429 H

Assalamualaikum! 

Tahun ini adalah Ramadhan dan Idul Fitri kelima kami di Groningen. Semoga tahun depan bisa    merayakannya di Indonesia bersama dengan keluarga tercinta, aamiin. Meskipun jauh dari keluarga dekat, namun di Groningen kami pun merayakannya dengan suasana kehangatan silaturahmi seperti di Indonesia lho. 

Ramadhan

Qadarulloh, Ramadhan jatuh di musim panas, yang artinya harinya panjang dan shaumnya pun cukup lama, kurang lebih 19 jam. Waktu subuh adalah sekitar jam 3 pagi dan waktu maghrib jam 10 malam.  Alhamdulillah, atas rahmatNya, meskipun cukup lama kami sanggup menjalaninya. Tak jarang teman yang bertanya "so you cant eat and drink? I mean not even a glass of water?" 
Bahkan guru les biola saya pun bertanya " Do you think you are  gonna be too hungry to do this?"
Saya hanya menjawab "no" sambil senyum saja hehehe..

Beberapa kerabat berpesan "Ayo makan yang banyak, kan waktu shaumnya lama lho..", namun pelaksanaannya tidak bisa demikian hihihi. Saya dan suami malah tidak bisa makan yang banyak. Makan ta'jil saja sudah terasa kenyang sekali. Porsi makan suami pun menjadi lebih sedikit dibandingkan ketika tidak sedang berpuasa. Ketika sahur kami malah tidak bisa makan nasi karena... lagi-lagi kami masih kenyang! Mungkin itu karena gap dari waktu maghrib dan waktu sahur yang pendek hehehehe.. Akhirnya untuk sahur, makan dua helai roti dan selai, bersama segelas susu pun cukup. Alhamdulillah, makan lebih sedikit, uang belanja pun lebih irit hhihihihi (nah kan departemen keuangan rumah tangga senang hehe)

Disini pun ada kajian-kajian Islami lho selama Ramadhan. Komunitas Muslim Indonesia di Groningen (atau biasa disebut dengan De Gromiest) mengadakan acara tadarus keliling dan buka puasa bersama setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu setiap pekannya. Alhamdulillah, siraman rohani tetap terjaga meskipun berada di negara minoritas muslim. 

Idul Fitri 

Hari Raya pun tiba. 
Kami melakukan solat Idul Fitri bersama di sebuah aula yang disewa oleh pihak de Gromiest. Selepas solat Idul Fitri kami pun saling meminta maaf dan foto bersama.




Hari itu bukan hari libur nasional di Belanda sehingga saya sekeluarga meliburkan diri deh hehehe.. Alhamdulillah saya masih bisa menyediakan hidangan wajib Idul Fitri di rumah : lontong, opor ayam dan sambal goreng ati (yeay!)



Kemudian, acara Halal Bihalal diadakan keesokan harinya di aula yang sama dengan solat Idul Fitri. Alhamdulillah acaranya cukup meriah. Para Ibu-ibu (termasuk saya huehehehe) bersama-sama berbagi tugas untuk membuat lontong, nasi, opor ayam, mi goreng, capcay sayur, rendang dan sambal goreng ati untuk 100 porsi! :) Alhamdulillah acaranya berlangsung lancar. 

Anak-anak dari De Gromiest Kinderen (Pengajian Anak) setelah membaca surat-surat pendek di acara Halal Bihalal
Salah satu hikmah yang saya dapatkan selama Ramadhan kemarin adalah.. harus ridho dan sabar. Sangat sejalan dengan tausiyah yang diberikan oleh Teh Ninih dan teh Ghaida, kalau shaum sebenarnya adalah melatih kita untuk ridho :') Dan salah satu nikmat yang saya abaikan selama di Indonesia adalah hari yang konstan dan stabil. Ayo teman-teman yang di Indonesia, do not take this for granted :) Tapi saya pun tetap bersyukur karena masih ada malam hari disini. Tidak terbayangkan bagaimana rasanya kalau saya berada di Iceland yang tidak ada darkness sama sekali selama musim panas, bisa lihat di video ini  (salut buat teman-teman di sana! :) )

Meskipun sudah 1 pekan berlalu, namun saya meminta maaf lahir batin ya.. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga kita semua kembali ke fitri dan menjadi manusia yang lebih baik aamiin..
Read more >>>

Wednesday, May 30, 2018

The Art of Rejection

What's next? 

Sebuah pertanyaan BESAR itu sudah sering sekali saya dapatkan. Sebagian besar kolega saya suka bingung kalau ditanya seperti itu. Tapi, Alhamdulillah saya tahu jawabannya. Saya mau bekerja di sebuah perusahaan. yap, saya tidak berminat mengambil PostDoc.

Kontrak PhD yang sudah habis namun harus masih menulis thesis. Ya.. waktu kontrak dihabiskan untuk eksperimen because it is like a box of chocolate, you will never know what you will ever get!  Di departemen saya ini jaraaaang banget ada yang lulus dalam waktu 4 tahun. Ada sih, tapi dia kerjanya dari Senin sampai Minggu, dari pagi sampai malam heuheu.

Nah, kembali ke curcolan saya hehehe. 
Pekan ini saya mendapatkan 3 surat yang berbunyi demikian. 

Beste sollicitant,
Wij hebben je sollicitatie in goede orde ontvangen en deze doorgenomen.
Helaas moet ik je berichten dat wij hebben besloten de procedure te vervolgen met andere kandidaten. Wij hebben dit besloten aangezien de andere kandidaten nu een meer passende ervaring hebben en daarmee beter aansluiten op het gezochte profiel van de opdrachtgever.
Wij zullen uitkijken naar andere vacatures en mogelijkheden en houden je gegevens ook in file. Zodra een relevante vacature zich voordoet, dan neem ik direct contact met je op.

Ini bukan surat rejection yang pertama, tapi kalau seminggu dapet 3 kan kan rasanya... cukup nyess... Saya tidak akan sebutkan yang di atas ini aplikasi ke berapa. Biarlah Alloh, saya dan catatan di bullet journal yang tahu hehehe. 

Kecewa? Saya gak akan bohong, tentu saja saya kecewa.
Alhamdulillah Suami langsung mengingatkan saya dan menenangkan saya
"Mungkin belum waktunya, Bu."
Cess... Dari kecewa langsung jadi adem :') Alloh Maha Tahu waktu yang tepat dan Maha Tahu yang terbaik. Saya pun harus introspeksi diri lagi, sudahkah niat saya benar? Sudahkah niat saya lurus?

Saya pun teringat akan quote ini dari Teh Ghaida 
"Sesuatu yang didapatkan melalui perjuangan justru rasanya lebih nikmat dan bermakna.. lebih ingin menjaganya dan melindunginya.. kalau yang instan instan teh mungkin kelihatannya enak, padahal letak kenikmatan justru ada pada prosesnya.. dan ini hanya bisa dirasakan oleh orang orang yang melaluinya.. ☺️ " 
this is taken from here

Alhamdulillah, terimakasih atas semua nikmat yang telah Kau berikan ya Alloh.. :') Tetap semangat, tetap positif in sya Alloh :)
Read more >>>

Tuesday, May 22, 2018

Game of Thrones Live Concert Experience

At first, I'm the one who doesn't watch Game of Thrones series (GoT), even my husband is already a big fan of GoT. Tapi saya jadi penasaran, gara-gara suami anteng nonton pada 'jam ngobrol berdua' alias saat anak sudah tidur. 
Saya : "Lagi nonton apa sih? Bola ya?"
Suami : "Game of Thrones, bu."
Saya : "bunuh-bunuhan gak?"
Suami : "ya bunuh-bunuhannya sadis sih, tapi memang ceritanya seru, Bu!"
Saya : "ah, Ibu gak akan kuat nontonnya." 
Tapi semua itu berubah setelah pak Suami menyodorkan saya satu cuplikan GoT sambil bilang 
Suami : "Bu, dengerin dulu musiknya. Ibu pasti suka." 
Saat itu Pak Suami menyodorkan cuplikan adegan di Great Sept of Baelor, and....that piano sound caught me. Semakin lama musiknya berkembang dari piano yang minimalis sampai masuk vocal dan klimaks dengan orkestranya. Tentu saja saya menutup mata pas bagian anak-anak menusuk dengan pisau -_- , but I enjoyed the music a LOT. 
Suami bilang "bagus ya Bu musiknya." 
Nah, saya jadi ingin nonton juga deh! Tapi sayangnya sudah ketinggalan banyak nih, saya mulai nonton dari Season 6, itu pun episode 10 wkwkwkwk.  Untungnya jedanya lumayan lama ya dari Season 6 ke Season 7. Akhirnya di jeda itulah saya marathon GoT *yosh!* Alhamdulillah banyak fan GoT yang membuat ringkasan per karakter di youtube, jadi saya nontonnya lumayan rada nyambung.. Oh iya, kalau nonton seri ini saya harus ditemani suami biar pas adegan yang agak "ngeri" saya bisa langsung sembunyi di balik bantal sambil bilang "ayah, udah selesai belum berantemnya?" hehehe, sudah seperti nonton film horror aja  haha. Ketika GoT season 7 dimulai, setiap hari Senin malam sudah jadi agenda rutin kami menonton bersama, tentunya setelah anak tidur hehehe. 

Setelah Hans Zimmer, Ramin Djawadi menjadi salah satu composer favorit saya. Bahkan saya cari konsernya.. Ketika saya lihat di youtube, ternyata ada Game of Thrones Live Concert Experience tapi hanya diadakan di Amerika sana. Saya lihat cuplikannya di youtube dan mendatangi konser yang semacam ini lah yang saya idam-idamkan sejak dulu. Saya hanya berkata dalam hati "ya Alloh, semoga nanti ada di Belanda juga."

The Venue

Ma sya Alloh La kuwwata illa billah, 5 bulan yang lalu, Danae, kolega saya, bilang kalau akan ada konser Game of Thrones di Amsterdam bulan Mei ini. Wow! Saya tentu tidak mau melewatkan ini! Dengan acc dari suami and all the terms and condition of course, saya boleh nonton bersama Danae. yeay, kami berangkat ke Ziggo Domme Amsterdam :) Ceritanya me time dan mengejar mimpi yang menjadi nyata *cieee : p
Alhamdulillah jarak Groningen - Amsterdam hanya dua jam saja, perjalanan pun lancar. Kurang lebih 7 jam lamanya, rasanya seperti kembali ke jaman masih gadis lagi wkwkwk.


Concert opening :)
Molly Rogers as the Violin Soloist. She was so stunning!

Ramin Djawadi played Light of Seven. Goosebumps!


The concert took around 2.5 hours with 20 minutes break in between. It was really nice to see Ramin Djawadi not only conducting the orchestra but also playing some instruments like guitar, keyboard, and a hammered dulcimer.

The song list:
Main Title
House Themes: Medley
Goodbye Brother
Love In The Eyes / Finale
The Red Woman / WildfireThe Rains of Castamere
The Lannisters Send Their Regards
White Walkers / You Know Nothing
Needle
Dracarys
Mhysa
Intermission
The Children
High Sparrow
Atonement
Reign
Let's Play a Game / Bastard
Light of the Seven
The Winds of Winter
Home
I Am the Storm / The Queen's Justice / Spoils of War
Truth
Winter Is Here / The Army of the Dead

Alhamdulillah. It was such an incredible experience and I even shed a tear :') Thank you Ramin Djawadi, Molly Rogers (watching you motivates me to practice harder!), the orchestra and all the crew of course! :)

The tour is still ongoing in Europe and North America, for more info click this link: https://www.gameofthronesconcert.com/
Read more >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik