Tuesday, July 17, 2018

How I set up my Bullet Journal

Halo semuanya!
Alhamdulillah, bullet journal saya akhirnya sudah sampai halaman terakhir dan saatnya mengganti buku baru. Saya menggunakan buku Mijn Bullet Journal (contoh bukunya bisa dilihat di link ini) dari MUS Creative dan saya cukup puas dengan kualitas buku ini. Saya membelinya di Boekhandel Van der Velde Grote Markt dengan harga 12.5 Euro. 

Butuh waktu 8 bulan untuk 'menghabiskan' buku ini hehehehe.. terhitung dari bulan November 2017 ketika saya baru memulai Bullet Journalling sampai bulan Juni 2018. yeay, Bullet Journal Amalina 01 sudah selesai! 


Saatnya memulai Bullet Journal Amalina 02 hehehe.. Saya mau berbagi bagaimana saya memulai buku baru saya :) Oh iya niatnya mau ambil fotonya ketika belum terisi, apa daya sudah terisi sebagian.. Abaikan saja ya isinya.. :)

1) Index
Seperti biasa, halaman awal diisi dengan index atau daftar isi untuk memudahkan pencarian halaman. Saya buat yang minimalis saja hehehe.


2) Future Log
Halaman ini saya tulis agenda-agenda bulan-bulan ke depan. Saya catat in advance supaya tidak lupa. Misalnya jadwal kontrol ke dokter gigi, agenda silaturahim, bahkan ulang tahun teman. 

Future Log

3) Monthly Log 
Kalau ini agenda bulanan. Nah, setiap membuat monthly log, pindahkan agenda-agenda yang sudah pernah ditulis di Future Log ya supaya tidak terlupa :)

Monthly Log

4) Morning Routine Tracker
Nah, ini nih yang penting untuk saya, benar-benar to keep me on the right track. Biasanya kalau saya lagi ga pararuguh (bahasa Sunda : gak karuan), jawabannya ada di tracker ini. Entah mungkin ibadahnya yang kurang atau apalah itu :) Doakan saya semoga istiqomah menjalankannya ya!

5) Hobby and Habit Tracker 
Tujuannya kurang lebih sama dengan yang di atas tapi ini isinya yang mungkin agak ringan-ringan seperti blogging, jadwal maskeran, dan baking saya hehehe.. Disini saya ingin men-track dalam satu bulan seberapa sering sih saya ke perpustakaan, Pusat Belanja Paddepoel atau Selwerd untuk belanja kebutuhan makanan dan lainnya. Saya juga ingin tahu seberapa tahan kah saya tidak buka Facebook atau IG dalam satu bulan hehehehe..

Habit Tracker

6) Weekly Log 
Disini saya menuliskan lebih rinci kegiatan harian / to do list harian saya. Kadang saya suka overwhelmed dengan apa-apa yang harus dikerjakan, namun Alhamdulillah terbantu sekali dengan adanya ini :)

7) Violin Practice Journal 
Hehe, ini saya sengaja buat supaya lebih termotivasi dan lebih terarah dalam latihan biola. Saya membuat practice journal ini karena terinspirasi oleh Marijke Plays youtube channel. Berikut saya sertakan link bagaimana Marijke membuat jurnal latihannya ya : Marijke Plays - Violin Practice Routine. 

Violin Practice Journal and Weekly Log
Semoga postingan ini bermanfaat bagi teman-teman ya. Apakah teman-teman juga punya bullet journal?  Yuk berbagi di kolom komentar :)
Read more >>>

Thursday, July 12, 2018

Hokkaido Baked Cheese Tart

Hokkaido Baked Cheese Tart
Halo semuanya! Wah, pekan ini saya jadi sering nulis resep ya (?) hehehe, moodnya lagi nulis resep nih πŸ˜„

Tart ini dipopulerkan oleh toko kue BAKE di Jepang. Kemudian merambah ke Indonesia dan katanya sih harus sampai antri untuk membeli tart ini. Wah, saya jadi penasaran. Akhirnya saya cari resepnya. Saya dapat resepnya dari blog DreamersLoft. Langkah-langkah cara membuatnya dijelaskan dengan sangat detail dan tak tanggung-tanggung, beberapa trialnya pun dibagikan di postingannya.

Untuk mendapatkan konsistensi tart dan custard yang saya inginkan, saya perlu trial 3 kali membuatnya (Ha!) but it's worth it! Resep dari blog Dreamersloft ini menggunakan tiga jenis keju yaitu cream cheese, mascarpone dan parmesan. Nah, saya modifikasi sedikit dengan tidak menggunakan mascarpone namun saya tambahkan takaran cream cheesenya. Alasannya? Mascarpone yang digunakan hanya 50 gram, sedangkan 1 box mascarpone disini beratnya 250 gram. Sayang kan kalau beli 1 box tapi yang dipakai hanya 1/5 nya? hehehe.. Keju parmesan pun saya ganti dengan keju cheddar karena...... hanya itu keju yang ada di kulkas saya haha! 😌, manfaatkan saja apa yang ada 😎. But surprisingly, the taste was still delicious!

Yuk ah langsung kita intip resepnya! 


Hokkaido Baked Cheese Tart

Resep dari  Dreamersloft - Hokkaido Bake Cheese Tart dengan modifikasi

Bahan Kulit tart
- 200 gram terigu
- 100 gram mentega
- 40 gram gula halus
- 1 kuning telur
- 1 sdm susu cair

Bahan Custard
- 200 gram cream cheese
- 30 gram keju cheddar
- 10-15 gram maizena
- 100 mL susu cair
- 30 gram mentega
- 30 gram gula halus
- Vanila secukupnya
- 1 butir telur
- 1 sdm air jeruk lemon
- Sejumput garam
*resep asli menggunakan keju mascarpone dan parmesan, tapi saya skip dan menambahkan cream cheese lebih banyak

Cara Membuat Kulit Tart
1) Aduk tepung, mentega, gula, dan garam menggunakan garpu hingga membentuk tekstur pasir (Saya menggunakan food processor)
2) Tambahkan kuning telur dan susu cair lalu diuleni sampai menjadi adonan yang bisa dipulung dan bulatkan
3) Bungkus adonan dengan plastik wrap lalu diamkan di kulkas selama 1 jam
Nah, selagi menunggu kulit tartnya di kulkas, kita buat custardnya ya.

Cara Membuat Cheese Custard:
1) Tim cream cheese, mentega, keju dan susu sampai semuanya meleleh dengan api kecil
2) Tambahkan gula halus, maizena lalu aduk hingga adonan lama-lama mengental
3) Tambahkan telur lalu aduk
4) Tambahkan vanila dan air jeruk lemon dan angkat
5) Alasi bagian atas custrard dengan plastic wrap supaya custard tidak mengulit atau bisa langsung pindahkan ke dalam piping bag
6) Simpan dalam kulkas minimal 1 jam

Penyelesaian
1) Ambil adonan kulit tart, bagi masing-masing 20 gram lalu dicetak ke cetakan pai dan beri lubang di kulitnya dengan garpu
2) Panggang kulit tart selama 10 menit pada suhu 180 derajat Celcius
3) Angkat, tunggu hingga dingin dan keluarkan dari cetakannya
4) Isikan custard keju (yang sudah didinginkan) pada kulit tart

 
5) Olesi permukaannya dengan kuning telur


6) Panggang selama 6-7 menit suhu 230 derajat Celcius
7) Siap disajikan
Baked Cheese Tart sudah matang 😊
1 resep ini bisa menghasilkan kurang lebih 20 buah tart.

Nah, menurut housemate saya yang mencicipinya, katanya rasanya mirip dengan yang asli 😍 Alhamdulillah..  Jadi terharu deh saya hehehe.. Yuk buat juga di rumah! Lebih ekonomis dan tidak perlu ngantri dong tentunya 😊
Selamat mencoba ya! Happy baking! πŸ˜‹
Read more >>>

Wednesday, July 11, 2018

Okonomiyaki

Okonomiyaki

Setelah postingan saya sebelumnya tentang Ebiyaki, yang ini masih saudaranya lah, alias Okonomiyaki hehe. Kalau kata kembaran saya, ini namanya bala-bala Jepang πŸ˜‹ Well, basically memang isian bala-bala dengan adonan khas jepang kan yaaaa..

Okonomiyaki

Bahan:
- 100 gram kol, iris tipis
- 1 buah wortel, iris tipis
- 1/2 sendok teh baking powder
- 1 sendok makan soy sauce
- sejumput garam
- 100 gram tepung terigu 
- 1 sendok teh dashi
- 2 butir telur
- 140 mL air 
- Irisan cumi-cumi, udang atau gurita untuk isian
- Irisan daun bawang secukupnya

Pelengkap:
- Katsuobushi
- Mayones
-Saus Okonomiyaki (Resep saus okonomiyaki sama seperti saus takoyaki. Saya sertakan link resepnya di bawah ya)


Cara Membuat:
1) Di dalam wadah, campur kol, wortel, terigu, dashi dan baking powder. Aduk.
2) Tambahkan air dan juga telur
3) Aduk rata, jangan sampai overmix. 
4) Panaskan wajan, tuang setengah adonan okonomiyaki kemudian beri isian (cumi-cumi atau udang atau gurita) dan beri sisa adonan okonomiyaki di atasnya. 
5) Masak hingga matang, angkat. 
6) Beri saus, mayones, irisan daun bawang dan taburan katsuobushi di atas Okonomiyaki.
7) Okonomiyaki siap disajikan.

Mudah kan untuk membuatnya πŸ˜‰ Kalau lagi malas membuat Takoyaki, biasanya saya membuat Okonomiyaki sebagai pengganti. Rasanya mirip dan membuatnya lebih simpel. Tinggal cemplung-cemplung, dadar and voila siap disantap! 
Selamat mencoba ya.. Happy cooking! 😊

Read more >>>

Ebiyaki / Takoyaki



Lho kok bukan takoyaki? Maafkan, gurita disini mahaaaaal hiks jadinya saya pakai udang deh. Makanya namanya ganti jadi ebiyaki hihihi.. Tapi adonannya sama kok dan rasanya tetap enaaaaak 😊 Rasa rindu takoyaki pun terobati Alhamdulillah..
Saya menggunakan resep dari Yuda Bustara Kokiku Tv. Saya tulis lagi resepnya di bawah ya 😊

Ebiyaki / Takoyaki

Bahan:
- 100 gram terigu
- 1 butir telur
- 1 sendok teh dashi (bonito seasoning)
- 1 sendok makan kecap asin
- 340 mL air
- daun bawang secukupnya
- Gurita atau udang rebus secukupnya, dipotong-potong kecil-kecil untuk isian

Bahan Saus:
- 10 - 14 sendok makan saus tomat
- 1 sendok teh gula pasir
- 1- 2 sendok teh kecap asin
- 2 sendok makan kecap Inggris (saya skip ini)
*masak semua bahan di wajan sampai mengental 

Pelengkap:
- Mayones
- Katshuobushi / Bonito Flakes

Cara Membuat Ebiyaki:
1) Di dalam wadah, campur terigu dengan telur dengan dashi dan kecap asin

Dashi / Bonito Seasoning. Saya membelinya di toko Amazing Oriental

2) Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk
3) Panaskan cetakan dengan api kecil (saya menggunakan cetakan untuk poffertjes hehehe, agak maksa ya kedengerannya tapi bisa kok :D Bisa dilihat disini)

Saya menggunakan cetakan poffertjes. Berdayakan saja apa yang ada di rumah hehehe..
4) Masukkan adonan hingga setengah penuh lalu tambahkan isian. Kemudian tambahkan lagi adonan hingga penuh.
5) Taburkan daun bawang dan tunggu hingga bagian bawah matang lalu balik sehingga bentuknya menjadi bundar
6) Masak hingga matang sambil dibalik-balik / diputar-putar
7) Angkat dan sajikan dengan mayones, saus dan taburan katsuobushi di atasnya. 

Selamat mencoba ya! Happy cooking! 😊

Read more >>>

Matcha Green Tea Cupcakes with Cream Cheese Frosting

Matcha Cupcakes

Halo halo πŸ˜Š

Alhamdulillah baru saja ada acara syukuran teman yang sudah selesai studi PhDnya. Ikut senang sekali rasanya (sambil komat kamit berdoa semoga saya segera menyusul hehehe. aamiin.. doakan ya!) Dalam acara syukuran, tentu rasanya tidak enak kalau membawa tangan kosong hehehe.. Nah, mood tadi siang adalah mood matcha alias green tea. Siapa yang suka green tea disini? :)

Sebelumnya saya bukan penggila matcha yang apa-apa di-matcha-in, apa-apa di-greentea-in. Tapi, sejak di Groningen kok saya jadi suka ya.. hehehe.
Berikut adalah resep Matcha Cupcakes dari Cupcake Jemma, tapi saya modifikasi sesuai dengan tekstur cupcake kesukaan saya. Untuk frostingnya, instead of using the white chocolate icing, I used my favorite:  cream cheese frosting! Nyummy!

Matcha Green Tea Cupcakes

Bahan Cupcakes:
- 125 gram butter, suhu ruang
- 80 gram tepung terigu
- 40 gram tepung maizena
- 4-5 sendok makan susu cair
- 1/4 sendok teh baking soda
- 1/2 sendok teh baking powder
- 3 butir telur
- 1 sendok teh green tea / matcha powder
- 100-125 gram gula pasir

Bahan Cream Cheese Frosting:
- 100 gram cream cheese
- 30 gram butter
- 35 gram gula halus
- Ekstrak vanila secukupnya 

Cara membuat Cupcake: 
1) Kocok butter dengan gula hingga pucat dan creamy
2) Tambahkan telur satu per satu, kocok hingga rata
3) Tambahkan tepung terigu, tepung maizena, baking soda dan baking powder. Aduk dengan spatula.
4) Tambahkan susu cair, aduk hingga rata.
5) Panaskan oven suhu 170 derajat Celcius
6) Sendokkan adonan ke dalam cetakan cupcake
7) Panggang selama 20-22 menit atau hingga permukaan berwarna kecoklatan
8) Angkat dan diamkan di suhu ruang 

Cara membuat Frosting :
1) Kocok butter hingga pucat
2) Tambahkan cream cheese, kocok hingga rata 
3) Masukkan vanila dan gula halus, aduk hingga rata
4) Masukkan ke dalam piping bag 

Sajikan cupcake dengan frosting di atasnya. Selamat mencoba ya! Happy baking! 😊

Source : Green Tea Cupcakes - Cupcake Jemma
Read more >>>

Monday, July 9, 2018

Membuat Roti Boy Sendiri

Homemade Rotiboy

It's summer time, saatnya membuat roti! Lho, apa hubungannya musim panas sama roti? :) hehehe, ada dong.. Musim panas begini adalah waktu dan kondisi yang tepat untuk membuat adonan berbasis ragi karena ragi akan bekerja optimal. Gak perlu deh repot-repot proofing adonan di kamar dengan heater ruangan 😎

Nah, siapa yang suka banget sama roti yang satu ini? :) Dulu pas jaman masih gadis alias jaman kuliah di ITB, pasti selalu beli roti ini deh setiap main ke BIP hehehehe..

Yuk ah langsung saja kita intip resepnya!

Roti Boy

Resep dari Natural Cooking Club Indonesia dengan modifikasi

Bahan Roti :
- 500 gram tepung terigu protein tinggi (kalau disini saya pakai terigu yang tulisannya Patentbloem)
- 14 gram ragi (atau dua bungkus ragi Dr. Oetker juga bisa)
- 2 butir telur
- 75 gram mentega (unsalted), suhu ruang
- 1/2 sendok teh garam
- 220 mL susu cair hangat (suam-suam kuku)
- 50 gram gula halus
- 160 gram mentega asin (salted butter), potong kotak masing-masing 10 gram, bekukan di freezer

Bahan Topping: 
- 100 gram gula halus
- 1 butir telur
- 1 sendok makan kopi instan, larutkan dengan 1 sdm air panas
- 75 gram mentega (unsalted)
- 75 gram tepung terigu

Cara membuat roti:
1) Siapkan susu cair dan campur dengan ragi. Tunggu hingga ragi mengeluarkan buih (kira-kira 5-10 menit). Sisihkan.
2) Dalam wadah besar, campurkan tepung terigu dan gula halus. Aduk rata.
3) Tambahkan campuran susu cair-ragi dan telur, uleni hingga setengah kalis.
4) Setelah setengah kalis, tambahkan garam dan mentega. Uleni lagi hingga kalis.
5) Diamkan adonan selama kurang lebih 45-60 menit dalam wadah yang ditutup lap basah atau plastic wrap.
6) Kempiskan adonan, bagi adonan masing-masing 50 gram. Bulatkan. Kira-kira jadi 16 buah. 
Dari 16 buah tersebut, ambil 2 buah dan bagi masing-masing menjadi adonan kecil kira-kira 10 gram.
7) Ambil mentega beku dan bungkus mentega beku tersebut dengan adonan roti yang kecil. Lakukan hingga semua potongan mentega habis. 
8) Isikan bungkusan butter ke dalam adonan roti besar (50 gram).
9) Diamkan lagi adonan roti selama 20-30 menit hingga mengembang.

Butter beku telah dibungkus adonan kecil. yeaay, siap diisikan ke adonan besar deh :)
Setelah diproofing

Cara membuat topping:
1) Selagi menunggu roti mengembang, buat topping kopi untuk di atas roti. 
2) Kocok mentega dengan gula halus hingga rata.
3) Tambahkan telur dan kopi, kocok hingga rata
4) Tambahkan terigu dan aduk hingga adonan tercampur rata. 
5) Masukkan adonan topping ke dalam piping bag. 

Penyelesaian:
1) Panaskan oven suhu 180 derajat Celcius
2) Beri topping di atas roti yang sudah mengembang dengan pola melingkar (atau seperti pola obat nyamuk hehehe) 

Siap dipanggang

3) Panggang roti selama 15 menit.
4) Sajikan hangat. 

yeay, Roti Boy sudah matang :)

Rotinya lembut plus ada sensasi gurih dari mentega yang lumer di dalamnya 😍 Nyummy! 
Selamat mencoba ya! Happy baking! 😊😊

Read more >>>

Thursday, June 28, 2018

Administrasi Kelahiran Anak di Belanda



Sebelumnya, saya ucapkan selamat ya! Saya juga mendoakan semoga Ananda menjadi anak yang sehat selalu, taat beragama, berbudi baik dan membanggakan orangtua aamiin. 

Nah, sebenarnya apa saja yang harus dilakukan ketika bayi baru lahir di Belanda? Berikut saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya di Groningen. Saya tuliskan per point saja supaya jelas. Mudah-mudahan bermanfaat ya :) 


 1. Akte kelahiran
Syarat yang diperlukan :
- Paspor kedua orangtua
- Residence permit (Verblijf) kedua orangtua
- Buku nikah kedua orangtua
- Nama anak, tanggal dan jam kelahiran anak. Baby tidak usah dibawa ke sana ☺
Lokasi : Gementee. Untuk yang anak yang lahir di RS Martini, tidak usah ke Gementee karena ada counternya disana namun jam buka pagi saja saat hari kerja.
Kapan : Maksimal 3 hari setelah kelahiran anak. Jangan sampai terlewat ya kalau tidak mau terkena denda 
Biaya : 12.90 euro per November 2017
Akte kelahiran bahasa Belanda ini langsung jadi saat itu juga, anak langsung dapat nomor BSN dan juga mendapat kertas ucapan selamat dari Gementee.

Akte Bahasa Belanda
Ucapan selamat dari Gementee Groningen

2. Akte kelahiran bahasa Internasional
Setelah mendapat akte bahasa Belanda, saya juga meminta akte berbahasa Inggris. Namun, pihak Gementee memberikan akte yang sekaligus ada banyak bahasa di dalamnya hehe.. Akte diterjemahkan dalam beberapa bahasa dalam satu dokumen yaitu French, German, English, Spanish, Greek, Italian, Portuguese, Turkish and Yugoslav. 
Syarat yang diperlukan sama dengan di atas yaitu paspor, verblijf dan buku nikah orangtua. 
Kapan : Tidak ada batasan waktu, tapi sebaiknya dibuat sekalian dengan akte yang berbahasa Belanda, supaya tidak bolak-balik ;)
Biaya: 12.90 Euro per November 2017

update: Saya meminta salinan akte ini karena dikhawatirkan butuh akte yang didalamnya ada bahasa Inggris di kemudian hari. Mumpung masih di Belanda, jadi ya sekalian saja. Mungkin bisa disesuaikan dengan keadaan teman-teman :) 

3. Uittreksel basisregistratie personen
Ini adalah surat keterangan sebagai penduduk di suatu Gemente. Surat ini diperlukan saat pembuatan paspor anak dan surat keterangan lahir di KBRI.

Isi surat ini adalah informasi terkait data orang tua dan anak yang mencakup nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan alamat rumah di Belanda
Syarat yang diperlukan : Paspor dan Residence permit kedua orang tua
Lokasi: Gementee Groningen
Kapan: Tidak ada batasan waktu, tapi sebaiknya dibuat sekalian dengan akte atau berdekatan dengan waktu ketika akan membuat paspor anak
Biaya: 15.85 Euro per November 2017

4. Asuransi kesehatan anak
Syarat: Nomer BSN anak yang diperoleh dari point 1
Kapan: Segera daftar begitu nomer BSN diperoleh sehingga apabila anak memerlukan penanganan medis, bisa dicover oleh asuransi
Berapa lama: Kami memakai asuransi Menzis dan proses pendaftaran asuransi anak kami dilakukan secara online melalui akun Menzis kami. Kartu asuransinya datang ke alamat rumah beberapa hari kemudian. Oh iya, untuk login ke akun Menzis diperlukan DigiD (https://www.digid.nl/en/).
Biaya: Gratis, karena premi asuransi kesehatan anak sudah satu paket dengan premi kesehatan salah satu orangtua (Ayah atau Ibu)

5. Pembuatan Paspor Anak
Tujuan: Salah satu bukti identitas sebagai warga negara Indonesia
Syarat yang diperlukan:
- Anak, harus dibawa ke KBRI
- Fotokopi akte kelahiran anak
- Fotokopi paspor orang tua
- Fotokopi residence permit orang tua
- Fotokopi akte perkawinan orang tua
- Uittreksel sesuai point 3
- 1 Lembar pasfoto terbaru anak dan foto tersebut harus menampilkan dengan jelas mata anak dalam posisi yang terbuka. Foto ini nantinya ditempel di formulir pada point b. Akan tetapi, anak juga akan di foto kembali di KBRI untuk foto di paspornya. Untuk antisipasi apabila nantinya anak susah difoto disana, orang tua bisa juga membawa softcopy foto anak untuk diserahkan ke petugas KBRI.
Lokasi: KBRI Den Haag. Penyerahan berkas pukul 09:00-12:00.
Kapan: Bisa diurus bersamaan dengan point 5-7
Berapa lama: Paspor selesai dalam 7 hari kerja dan diambil pukul 15:00-16:00. Bisa diambil oleh siapa saja selama membawa resi untuk pengambilan paspor tersebut.

Catatan: Pengalaman kami, paspor bisa juga dititipkan ke pegawai KBRI yang akan ke Groningen untuk mengisi acara PPI, misalnya saat acara lapor diri/jabat erat/Indonesian Day/Groens Cup. Hal ini dapat dilakukan dengan sebelumnya menghubungi terlebih dahulu pihak KBRI nya melalui email ataupun telepon.
Biaya: 30 euro dengan PIN.
Berhubung dilakukan di Den Haag dengan jam buka kantor yang terbatas saat pagi saja, kami menyarankan agar mengambil jadwal kereta pagi sehingga pukul 09:00 sudah tiba di Den Haag dan semua urusannya dapat diselesaikan.

6. Pembuatan Residence Permit Anak
Tujuannya adalah membuat ijin tinggal resmi di Belanda dalam periode waktu tertentu mengikuti ijin tinggal orang tua. Walaupun anak lahir di Belanda, tetap saja anak tersebut berkewarganegaraan sama dengan orang tuanya.
Syarat yang diperlukan:
- Mengisi formulir yang bisa diunduh disini: https://ind.nl/en/Forms/7518.pdf 
(Hanya perlu mengisi halaman 1-6 dan 37-38).
- Mengisi formulir foto passport yang bisa diunduh disini: https://ind.nl/en/Forms/7630.pdf
- Copy paspor kedua orang tua
- Copy residence permit (bagian depan dan belakang) kedua orang tua
- Copy paspor anak
- Copy akte lahir anak yang berbahasa Belanda
- Foto anak ukuran passport.
Lokasi: Kantor IND di Zwolle. Untuk mahasiswa RuG, bisa juga melalui perantara International Service Desk (ISD) untuk mengecek kelengkapan berkas sekaligus mengirimkannya ke IND.
Kapan: Setelah anak memiliki paspor
Berapa lama: Sekitar 6 minggu
Biaya: 51 Euro per November 2017.

Nah, administrasi dokumen di Belanda sudah lengkap. Agar akte tersebut bisa digunakan di Indonesia, berdasarkan pengalaman saya, akte tersebut perlu dilegalisasi oleh Kemenlu Belanda dan KBRI. Tulisan lengkapnya saya tuliskan di link di bawah ini ya.

Baca juga : Mengurus Pencatatan Kelahiran Anak di Luar Negeri : dari Akte di Belanda sampai Kartu Keluarga di Indonesia

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman. Jika teman-teman dalam prosesnya berbeda dengan apa yang saya lakukan, mohon beritahu kami di kolom komentar ya supaya kami bisa menyertakan informasi tambahan disini 😊

Wassalamualaikum! 😊
Read more >>>

Saturday, June 23, 2018

Ramadhan dan Idul Fitri di Groningen 1429 H

Assalamualaikum! 

Tahun ini adalah Ramadhan dan Idul Fitri kelima kami di Groningen. Semoga tahun depan bisa    merayakannya di Indonesia bersama dengan keluarga tercinta, aamiin. Meskipun jauh dari keluarga dekat, namun di Groningen kami pun merayakannya dengan suasana kehangatan silaturahmi seperti di Indonesia lho. 

Ramadhan

Qadarulloh, Ramadhan jatuh di musim panas, yang artinya harinya panjang dan shaumnya pun cukup lama, kurang lebih 19 jam. Waktu subuh adalah sekitar jam 3 pagi dan waktu maghrib jam 10 malam.  Alhamdulillah, atas rahmatNya, meskipun cukup lama kami sanggup menjalaninya. Tak jarang teman yang bertanya "so you cant eat and drink? I mean not even a glass of water?" 
Bahkan guru les biola saya pun bertanya " Do you think you are  gonna be too hungry to do this?"
Saya hanya menjawab "no" sambil senyum saja hehehe..

Beberapa kerabat berpesan "Ayo makan yang banyak, kan waktu shaumnya lama lho..", namun pelaksanaannya tidak bisa demikian hihihi. Saya dan suami malah tidak bisa makan yang banyak. Makan ta'jil saja sudah terasa kenyang sekali. Porsi makan suami pun menjadi lebih sedikit dibandingkan ketika tidak sedang berpuasa. Ketika sahur kami malah tidak bisa makan nasi karena... lagi-lagi kami masih kenyang! Mungkin itu karena gap dari waktu maghrib dan waktu sahur yang pendek hehehehe.. Akhirnya untuk sahur, makan dua helai roti dan selai, bersama segelas susu pun cukup. Alhamdulillah, makan lebih sedikit, uang belanja pun lebih irit hhihihihi (nah kan departemen keuangan rumah tangga senang hehe)

Disini pun ada kajian-kajian Islami lho selama Ramadhan. Komunitas Muslim Indonesia di Groningen (atau biasa disebut dengan De Gromiest) mengadakan acara tadarus keliling dan buka puasa bersama setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu setiap pekannya. Alhamdulillah, siraman rohani tetap terjaga meskipun berada di negara minoritas muslim. 

Idul Fitri 

Hari Raya pun tiba. 
Kami melakukan solat Idul Fitri bersama di sebuah aula yang disewa oleh pihak de Gromiest. Selepas solat Idul Fitri kami pun saling meminta maaf dan foto bersama.




Hari itu bukan hari libur nasional di Belanda sehingga saya sekeluarga meliburkan diri deh hehehe.. Alhamdulillah saya masih bisa menyediakan hidangan wajib Idul Fitri di rumah : lontong, opor ayam dan sambal goreng ati (yeay!)



Kemudian, acara Halal Bihalal diadakan keesokan harinya di aula yang sama dengan solat Idul Fitri. Alhamdulillah acaranya cukup meriah. Para Ibu-ibu (termasuk saya huehehehe) bersama-sama berbagi tugas untuk membuat lontong, nasi, opor ayam, mi goreng, capcay sayur, rendang dan sambal goreng ati untuk 100 porsi! :) Alhamdulillah acaranya berlangsung lancar. 

Anak-anak dari De Gromiest Kinderen (Pengajian Anak) setelah membaca surat-surat pendek di acara Halal Bihalal
Salah satu hikmah yang saya dapatkan selama Ramadhan kemarin adalah.. harus ridho dan sabar. Sangat sejalan dengan tausiyah yang diberikan oleh Teh Ninih dan teh Ghaida, kalau shaum sebenarnya adalah melatih kita untuk ridho :') Dan salah satu nikmat yang saya abaikan selama di Indonesia adalah hari yang konstan dan stabil. Ayo teman-teman yang di Indonesia, do not take this for granted :) Tapi saya pun tetap bersyukur karena masih ada malam hari disini. Tidak terbayangkan bagaimana rasanya kalau saya berada di Iceland yang tidak ada darkness sama sekali selama musim panas, bisa lihat di video ini  (salut buat teman-teman di sana! :) )

Meskipun sudah 1 pekan berlalu, namun saya meminta maaf lahir batin ya.. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga kita semua kembali ke fitri dan menjadi manusia yang lebih baik aamiin..
Read more >>>

Wednesday, May 30, 2018

The Art of Rejection

What's next? 

Sebuah pertanyaan BESAR itu sudah sering sekali saya dapatkan. Sebagian besar kolega saya suka bingung kalau ditanya seperti itu. Tapi, Alhamdulillah saya tahu jawabannya. Saya mau bekerja di sebuah perusahaan. yap, saya tidak berminat mengambil PostDoc.

Kontrak PhD yang sudah habis namun harus masih menulis thesis. Ya.. waktu kontrak dihabiskan untuk eksperimen because it is like a box of chocolate, you will never know what you will ever get!  Di departemen saya ini jaraaaang banget ada yang lulus dalam waktu 4 tahun. Ada sih, tapi dia kerjanya dari Senin sampai Minggu, dari pagi sampai malam heuheu.

Nah, kembali ke curcolan saya hehehe. 
Pekan ini saya mendapatkan 3 surat yang berbunyi demikian. 

Beste sollicitant,
Wij hebben je sollicitatie in goede orde ontvangen en deze doorgenomen.
Helaas moet ik je berichten dat wij hebben besloten de procedure te vervolgen met andere kandidaten. Wij hebben dit besloten aangezien de andere kandidaten nu een meer passende ervaring hebben en daarmee beter aansluiten op het gezochte profiel van de opdrachtgever.
Wij zullen uitkijken naar andere vacatures en mogelijkheden en houden je gegevens ook in file. Zodra een relevante vacature zich voordoet, dan neem ik direct contact met je op.

Ini bukan surat rejection yang pertama, tapi kalau seminggu dapet 3 kan kan rasanya... cukup nyess... Saya tidak akan sebutkan yang di atas ini aplikasi ke berapa. Biarlah Alloh, saya dan catatan di bullet journal yang tahu hehehe. 

Kecewa? Saya gak akan bohong, tentu saja saya kecewa.
Alhamdulillah Suami langsung mengingatkan saya dan menenangkan saya
"Mungkin belum waktunya, Bu."
Cess... Dari kecewa langsung jadi adem :') Alloh Maha Tahu waktu yang tepat dan Maha Tahu yang terbaik. Saya pun harus introspeksi diri lagi, sudahkah niat saya benar? Sudahkah niat saya lurus?

Saya pun teringat akan quote ini dari Teh Ghaida 
"Sesuatu yang didapatkan melalui perjuangan justru rasanya lebih nikmat dan bermakna.. lebih ingin menjaganya dan melindunginya.. kalau yang instan instan teh mungkin kelihatannya enak, padahal letak kenikmatan justru ada pada prosesnya.. dan ini hanya bisa dirasakan oleh orang orang yang melaluinya.. ☺️ " 
this is taken from here

Alhamdulillah, terimakasih atas semua nikmat yang telah Kau berikan ya Alloh.. :') Tetap semangat, tetap positif in sya Alloh :)
Read more >>>

Tuesday, May 22, 2018

Game of Thrones Live Concert Experience

At first, I'm the one who doesn't watch Game of Thrones series (GoT), even my husband is already a big fan of GoT. Tapi saya jadi penasaran, gara-gara suami anteng nonton pada 'jam ngobrol berdua' alias saat anak sudah tidur. 
Saya : "Lagi nonton apa sih? Bola ya?"
Suami : "Game of Thrones, bu."
Saya : "bunuh-bunuhan gak?"
Suami : "ya bunuh-bunuhannya sadis sih, tapi memang ceritanya seru, Bu!"
Saya : "ah, Ibu gak akan kuat nontonnya." 
Tapi semua itu berubah setelah pak Suami menyodorkan saya satu cuplikan GoT sambil bilang 
Suami : "Bu, dengerin dulu musiknya. Ibu pasti suka." 
Saat itu Pak Suami menyodorkan cuplikan adegan di Great Sept of Baelor, and....that piano sound caught me. Semakin lama musiknya berkembang dari piano yang minimalis sampai masuk vocal dan klimaks dengan orkestranya. Tentu saja saya menutup mata pas bagian anak-anak menusuk dengan pisau -_- , but I enjoyed the music a LOT. 
Suami bilang "bagus ya Bu musiknya." 
Nah, saya jadi ingin nonton juga deh! Tapi sayangnya sudah ketinggalan banyak nih, saya mulai nonton dari Season 6, itu pun episode 10 wkwkwkwk.  Untungnya jedanya lumayan lama ya dari Season 6 ke Season 7. Akhirnya di jeda itulah saya marathon GoT *yosh!* Alhamdulillah banyak fan GoT yang membuat ringkasan per karakter di youtube, jadi saya nontonnya lumayan rada nyambung.. Oh iya, kalau nonton seri ini saya harus ditemani suami biar pas adegan yang agak "ngeri" saya bisa langsung sembunyi di balik bantal sambil bilang "ayah, udah selesai belum berantemnya?" hehehe, sudah seperti nonton film horror aja  haha. Ketika GoT season 7 dimulai, setiap hari Senin malam sudah jadi agenda rutin kami menonton bersama, tentunya setelah anak tidur hehehe. 

Setelah Hans Zimmer, Ramin Djawadi menjadi salah satu composer favorit saya. Bahkan saya cari konsernya.. Ketika saya lihat di youtube, ternyata ada Game of Thrones Live Concert Experience tapi hanya diadakan di Amerika sana. Saya lihat cuplikannya di youtube dan mendatangi konser yang semacam ini lah yang saya idam-idamkan sejak dulu. Saya hanya berkata dalam hati "ya Alloh, semoga nanti ada di Belanda juga."

The Venue

Ma sya Alloh La kuwwata illa billah, 5 bulan yang lalu, Danae, kolega saya, bilang kalau akan ada konser Game of Thrones di Amsterdam bulan Mei ini. Wow! Saya tentu tidak mau melewatkan ini! Dengan acc dari suami and all the terms and condition of course, saya boleh nonton bersama Danae. yeay, kami berangkat ke Ziggo Domme Amsterdam :) Ceritanya me time dan mengejar mimpi yang menjadi nyata *cieee : p
Alhamdulillah jarak Groningen - Amsterdam hanya dua jam saja, perjalanan pun lancar. Kurang lebih 7 jam lamanya, rasanya seperti kembali ke jaman masih gadis lagi wkwkwk.


Concert opening :)
Molly Rogers as the Violin Soloist. She was so stunning!

Ramin Djawadi played Light of Seven. Goosebumps!


The concert took around 2.5 hours with 20 minutes break in between. It was really nice to see Ramin Djawadi not only conducting the orchestra but also playing some instruments like guitar, keyboard, and a hammered dulcimer.

The song list:
Main Title
House Themes: Medley
Goodbye Brother
Love In The Eyes / Finale
The Red Woman / WildfireThe Rains of Castamere
The Lannisters Send Their Regards
White Walkers / You Know Nothing
Needle
Dracarys
Mhysa
Intermission
The Children
High Sparrow
Atonement
Reign
Let's Play a Game / Bastard
Light of the Seven
The Winds of Winter
Home
I Am the Storm / The Queen's Justice / Spoils of War
Truth
Winter Is Here / The Army of the Dead

Alhamdulillah. It was such an incredible experience and I even shed a tear :') Thank you Ramin Djawadi, Molly Rogers (watching you motivates me to practice harder!), the orchestra and all the crew of course! :)

The tour is still ongoing in Europe and North America, for more info click this link: https://www.gameofthronesconcert.com/
Read more >>>

Tuesday, April 17, 2018

Belajar dari Sang Cicak

Ketika Dinara masih berumur 1 tahun, Dinara senang sekali dinyanyikan lagu Cicak. Meskipun Dinara tidak pernah lihat cicak karena di Groningen tidak ada hehehe.. :D

gambar dari sini

Saya : Cicak-cicak di din..
Dinara : ding!
Saya : diam-diam mera..
Dinara : yap!
Saya : dating seekor nya..
Dinara : muk!
Saya : Hap! Lalu?
Dinara : ditangkap…
Sudah cukup lama saya tidak melihat cicak. Iya nih, terakhir pulang ke Indonesia tahun 2015. Sudah lama pula saya tidak menyanyikan lagu Cicak karena sekarang Dinara lebih suka lagu Kinderen voor kinderen dan juga Trio Kwek-kwek.

Ma sya Alloh, bukan suatu kebetulan hari ini saya mendengarkan lagi lagu cicak cicak di dinding. Bukan dari mp3 lagu anak-anak, bukan pula dari anak saya, tapi dari sebuah kajian Ustad Salim A Fillah di youtube. Tenang, tenang, tentu saja isi ceramahnya bukan tentang anatomi cicak, anatomi nyamuk atau makanan nyamuk hehe. Ma sya Alloh, pernahkah kalian merasa mendengarkan ceramah lalu merasa “ih kok ini gue banget. Kok beliau tahu ya”

Yap, belajar dari seekor cicak. Mengutip dari teks lagu di atas, takdirnya cicak "hanyalah" diam-diam merayap, sedangkan makanannya alias si nyamuk bisa terbang kesana kemari. Apakah cicak mengeluh kepada Alloh "kenapa makananku bisa terbang? sedangkan aku hanya diam-diam merayap? Bagaimana nanti aku makan?" Tapi bukankah rejeki cicak yang menghampiri si cicak? Kita simak lirik lagu berikutnya..
Datang seekor nyamuk.. Hap! Lalu ditangkap..
Nah kan... Cicak yang “kodrat”nya hanya bisa merayap itu masih bisa makan kok, bahkan rejekinya si cicak yang menghampiri sendiri.

Seketika langsung deh, jleb jleb jleb.. 
Astaghfirullohaladzim..

وَΨ‘َΨ§ΨͺٰΩ‰ΩƒُΩ…ْ Ω…ِّΩ†ْ ΩƒُΩ„ِّ Ω…َΨ§ Ψ³َΨ£َΩ„ْΨͺُΩ…ُΩˆΩ‡ُ  ۚ  ΩˆَΨ₯ِΩ†ْ ΨͺَΨΉُΨ―ُّوا Ω†ِΨΉْΩ…َΨͺَ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ِ Ω„َΨ§ ΨͺُΨ­ْΨ΅ُΩˆΩ‡َΨ§ٓ  ۗ  Ψ₯ِΩ†َّ Ψ§Ω„ْΨ₯ِΩ†ْΨ³ٰΩ†َ Ω„َΨΈَΩ„ُΩˆΩ…ٌ ΩƒَفَّΨ§Ψ±ٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). [QS. Ibrahim: Ayat 34]
Benar-benar ya manusia tempat salah dan lupa. Banyaaaaaak sekali hal yang bisa disyukuri. Yakin kalau Alloh Maha Baik :') Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah..
Read more >>>

Saturday, March 24, 2018

Reset

fiuuh..
beberapa pekan kemarin membuat saya ngos-ngosan. Kalau sudah dikejar sama yang bertanda kutip  ya begini deh. Bolos dari kegiatan pekanan saya di Pengajian Anak (maafkaan), cancel les biola dua pertemuan berturut-turut, ngelab sampai malam hampir setiap hari yang disambil submit lamaran kerja juga. 

Dan hari itu pun tiba, Kamis jam 12 siang. Saatnya meeting dengan sang Bapak, saya berdoa dan juga meminta doa kepada orangtua saya semoga hasilnya lancar. Alhamdulillah atas karuniaNya, dapat acc dari sang Bapak to wrap all this up. Sang Bapak ini baik banget juga ya kalau saya ingat-ingat kebaikannya :) (maklumi saja ke-direct-annya ya Na da orang Belanda mah gitu hehe) Ngomong-ngomong soal ke-direct-an orang Belanda, ada artikel dari kampus lho yang ngebahas itu, bisa dilihat disini ya hehe : When Dutch 'directness' hurts

Terimakasih ya Alloh saya punya kolega yang baik, yang sangat mensupport saya, yang sempat mengetuk pintu ruangan saya dan menanyakan bagaimana keadaan saya setelah hari Kamis jam 12 dan kemudian memeluk saya.
Terimakasih ya Alloh saya punya kolega yang baik, yang memberi saya coklat bentuk telur dan membantu saya membuat bar plot dengan software Origin dan mesupport saya.
Terimakasih ya Alloh, saat saya pulang ke rumah, anak berkata "Ibu, capek ya? sini bu mau diakeup sama aku? mau ya." (akeup = tangkeup, bahasa Sunda, artinya peluk). Ma sya Alloh..
Terimakasih ya Alloh, atas suami yang supportif walapun saya tahu suami saya juga punya pressure yang sama, namun dia kok piawai sekali ya menyembunyikan itu demi istrinya :') 

gambar dari sini

Deep breath, weekend ini saatnya me time! Kalau umpama laptop mah ceritanya saya mau direset dulu sebelum ke pertarungan selanjutnya. 

Let's say Alhamdulillaah...

Tuh kan kalau sudah ditulis mah.. see? Alloh Maha Baik kan, Na? :')
Read more >>>

Saturday, March 17, 2018

Bakery Style Chocolate Muffins

Ceritanya pagi-pagi habis bangun tidur saya mau menghabiskan stok buttermilk tapi kok bingung ya mau dibuat apa.. Kalau diminum langsung, duh gak begitu doyan. Kalau dibuat cupcake, hmm.. hawa-hawanya lagi gak mau bikin frosting hehehe..

Baiklah, kalau gitu buat muffin saja :D Setelah cari-cari resep lain, akhirnya saya berlabuh ke resep ini. Teksturnya empuk, tidak begitu manis, dimakan sebagai sarapan dan jadi teman minum susu buat anak. Nyaam.. Buatnya juga mudah, tanpa mixer, aduk sebentar, jadi deh! 
Yuk langsung intip resepnya!

Bakery Style Chocolate Muffins

Bahan kering:
- 280 gram tepung terigu
- 80 gram coklat bubuk 
- 2½ sendok teh baking powder
- ½ sendok teh baking soda
- ½ sendok teh garam 
- 250 gram gula pasir
Bahan basah:
- 2 butir telur
- 240 mL buttermilk
- 55 gram mentega, lelehkan
- 60 mL minyak sayur 
- 2 sendok teh kopi instan
- 1 sendok teh ekstrak vanilla
Untuk taburan :
Coklat chip dan almond secukupnya

Baca juga : Cara Membuat Buttermilk Sendiri

Cara membuat :
1) Panaskan oven suhu 170 derajat celcius. Siapkan cetakan muffin, sisihkan.

2) Campur semua bahan kering dalam satu wadah dengan whisk. Aduk. 

3) Campur semua bahan basah dalam satu wadah. Aduk rata.

4) Tambahkan campuran bahan kering ke campuran bahan basah. Aduk dengan spatula atau sendok kayu. Jangan sampai overmix ya, cukup hingga adonan rata saja.

Konsistensi Adonan
5) Masukkan adonan ke dalam cetakan 3/4 penuh (saya menggunakan ice cream scoop). Panggang selama 18 -20 menit (atau lakukan tes tusuk dengan tusuk gigi)

6) Angkat dan dinginkan.

Fresh from the oven! :)

It's soooo yummy!
Happy baking! πŸ˜ƒ
Read more >>>

Sunday, March 11, 2018

Waktu sholat di Negeri 4 Musim



Tulisan ini dibuat untuk setoran tulisan minggu ke-10 #1minggu1cerita dengan tema Perubahan.

Salah satu karunia Alloh yang saya peroleh selama tinggal di Belanda adalah menikmati rasanya berada di negeri 4 musim. Kira-kira di Belanda waktu musim dingin adalah Januari - Maret, Musim semi saat bulan April - Juni, Musim panas ketika bulan Juli – September dan musim gugur sekitar bulan Oktober - Desember.
Four seasons of Fort Bourtange, Groningen, Netherlands,
this pic is taken from here

Indah ya. Ma sya Alloh.. 

Selain perubahan musim, ada 'sesuatu' lainnya yang selalu berubah lho yaitu waktu sholat yang selalu berubah hampir setiap harinya. 
Awal waktu sholat Dzuhur adalah ketika matahari telah bergeser dari tengah langit menuju arah tenggelamnya. Waktu sholat Ashar adalah waktu sore hingga matahari memerah yaitu akhir dari dalam sehari. Awal waktu sholat maghrib adalah ketika matahari telah tenggelam hingga matahari benar-benar tenggelam sempurna dan waktu sholat ‘Isya’ adalah saat awal langit mulai gelap (setelah maghrib) hingga sepertiga malam yang awal. Untuk sholat Subuh, dimulai sejak terbitnya fajar kedua/fajar shodiq (cahaya putih yang memanjang di arah ufuk, cahaya ini akan terus menerus menjadi lebih terang hingga terbit matahari.) Dikutip dari link https://muslim.or.id/6258-waktu-waktu-shalat.html. Lebih lengkapnya bisa dilihat di sana ya :)

So basically it depends on the daylight. 

Mau tahu lebih detail tentang jadwal sholat di sini? Berikut adalah jadwal-jadwal sholat yang saya ambil dari (salah satu) Mesjid di Groningen. Keterangan gambar-gambar di bawah. 
Ischa : waktu Isya. Maghrib : waktu maghrib. Assr : waktu Ashar. Zuhr : waktu Dzuhur. Fadjr : waktu Subuh

Jadwal Sholat Bulan Juni (Akhir musim Semi menuju musim Panas) 
Foto Moskee Groningen.
Jadwal sholat bulan Juni
Coba kita lihat polanya.. Semakin hari waktu sholat Subuh menjadi semakin awal (sampai tanggal 23 saja lalu mundur lagi menjadi semakin siang) dan sholat Maghrib serta sholat Isya semakin malam. Sebagai contoh, kita lihat saja tanggal 21 Juni, waktu Isya pukul 00:08 dan waktu Subuh pukul 03:09.

Jadwal Sholat Bulan Oktober (Musim gugur)

Foto Moskee Groningen.
Jadwal sholat bulan Oktober
Karena mulai masuk musim gugur, maka lamanya waktu terang pun semakin memendek sehingga kalau kita lihat polanya, waktu sholat Maghrib dan Isya menjadi semakin awal dan sholat subuh menjadi semakin siang. Pola yang sama juga bisa di lihat di bulan November di bawah.


Foto Moskee Groningen.
Jadwal sholat bulan November
Jadwal sholat bulan Februari (peralihan dari musim dingin ke musim semi)

Foto Moskee Groningen.
Jadwal sholat bulan Februari

Datangnya bulan Maret, musim berganti dan daylight pun semakin lama.

Foto Moskee Groningen.
Jadwal sholat bulan Maret dari sini

Perubahan jam sholat yang sedemikian dinamis ini tentu saja membuat kita harus dapat menyesuaikan diri setiap hari. Dari yang paling dasar saja deh yaitu waktu bangun pagi dan waktu harus tidur. Bagi saya yang awalnya terbiasa dengan daylight di Indonesia yang cenderung konstan, saya cukup ngos-ngosan juga di awal. Peralihan dari musim gugur ke musim dingin adalah waktu yang sangat melenakan. Kenapa? Kalau kita lihat di jadwal sholat saat bulan November subuhnya jam 06:30 pagi dan isya jam 19:30.  Dengan kata lain, bisa aja kan bangun "siang" ritme Indonesia alias jam 6.00 misalnya tapi itu belum masuk subuh lho hehehehe. Nah... kuncinya jangan sampai terlena dengan ini karena kalau sudah kebiasaan, malah jadi sulit untuk membiasakan bangun lebih awal di bulan-bulan berikutnya yang Subuhnya semakin awal juga 😲 

Ramadhan pun cukup menantang karena jatuh pada musim panas (dalam beberapa tahun terakhir dan ke depannya). Gap dari jadwal sholat Isya dan Subuh yang tidak terlalu lama (hanya beberapa jam saja) membuat waktu tidur pun harus diatur sedemikian rupa agar tidak ketinggalan sholat subuh dan juga waktu sahur dong mengingat waktu shaum yang cukup lama. 

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan... (QS 35. Faathir 13)
Kutipan dari Al-Qur'an, Alloh memasukkan waktu malam ke dalam siang dan waktu siang ke malam.. Bukankah itu waktu winter dan waktu summer? Ma sya Alloh :') Semoga kita semua dapat lebih mampu mentafakkuri dan lebih mensyukuri karunia Alloh dimana pun kita berada. Aamiin :)

Read more >>>

Wednesday, February 28, 2018

Star Wars Identities Exhibition


A long time ago in a galaxy, far far away.. 

Are you a big fan of Star Wars? :)

Alhamdulillah, I'm so grateful the Star Wars Identities Exhibition is held in Utrecht, the Netherlands. Even though it is around 2 hours away from Groningen, but it does not make me miss this event. Haha. 

Star Wars Identities Exhibition is developed and produced by Montreal's X3 Production in collaboration with Lucasfilm. There were around 200 original Props, costumes, and even the drawings.  Most of the character were presented based on Star Wars Movie (Episode 1 - Episode 6), but I did see BB8 anyway from Star Wars Episode VII which means..  all generations could enjoy this.
I did really enjoy the exhibition since they presented the Star Wars characters in a unique way and at the same time, we did also explore our own identities by an interactive experience that was intertwined with the collection of Props. How? We need to cross ten interactive stations since this exhibition is equipped with an audio tour and REID wristband. 

Sounds very exciting, right? WOW!  Am I a Jedi Master? or am I an Ewok? or am I actually part of the dark side? Well, it is unveiled at the end of the exhibition :)

The Star Wars theme was playing in my head ݉🎢🎢🎢
Are you ready? :)
The first station

Wookie or Human? Hmm..

Hello, BB8!

Jar-jar Binks

You could not catch me, Stormtrooper and Boba Fett! Haha

Beep beep, R2!
Danae with C3PO



Seeing them makes my minds travel back to my childhood, yes I played Star Wars Episode I Racer when I was 10 :)
Upper left to right :  Aldar Beedo, Teemto Pagalies, and Mars Guo
Lower left to right :  Gasgano, Wan Sandage, and Elan Mak 

Han Solo in Carbonite

Station 3 :)

Jabba the Hutt


Princess Leia

Meet Master Yoda!

The Last Station


Anakin Skywalker



 Finally, I meet you, Darth Vader

The final question, it is just before leaving the exhibition
Amalina and Danae

Tadaaaa!! Don't you dare, I'm a Jedi Knight and Obi-wan Kenobi is my mentor woohoo :)
They also sent the full identity profile that can be accessed here
Thank you! We had a really good time! 
For those of you who want to have the same experience or want to reveal your own Star Wars Identities, please check out this link since this event is only until 11th of March 2018 :) 

May the Force be with you! :)
Read more >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik