Thursday, November 12, 2015

and how do we deal with this?

"Lah kalau kamu sama suami kamu ke kampus, siapa yang jagain Dinara? Gimana mendidik dan mengurus anak kalau kaya gitu?"
Yes, pertanyaan yang sangat sering familiar di telinga saya dan suami saya.
Hmmm, kalau saya ditanya gimana mendidik dan mengurus anak dan juga mengurus rumah tangga sambil sekolah, saya juga masih belajar... kami masih belajar work-life balance..  
But well, this is what we do :)

Urusan di Lab
Tiap kami ke kampus, Dinara di Daycare dan Alhamdulillah kami nemu daycare yang sangat dekat dari kampus. cuma 2 menit naik sepeda dari kampus. Alhamdulillah daycarenya bagus, dan orang-orangnya  pun profesional. Mereka kaya sekolah khusus perkembangan anak gitu sebelum baby siiting disana jadi saya juga rada “reug-reug” lah :)
Saya paling ga suka kalau ada yang nyinyir "ah enak ya kamu mah, ninggalin anak di daycare, ga mikirin anak."
Siapa bilang?! come on, please stop judging like that, perih pilu banget hati ini *hiks

Tiap ninggalin Dinara to be honest kadang adaaaaa aja merasa khawatir, gelisah, eh ternyata malah ngaruh ke kerjaan. soalnya kalau saya ngerasa ga pararuguh, jadi ngaruh ke eksperimen juga. nah jadi rugi sendiri huks.
So I always say to myself “Okay, Dinara is in the good hand, don’t worry..”
Kalau lagi ga puguh banget, sesampainya di Lab saya telepon aja daycarenya, nanyain Dinara gimana, ternyata dia enjoy main :) -nah kan, ini sih Ibunya yang lebay- 
setiap saya jemput Dinara, selalu ada laporan how was her day, gimana makannya, gimana bobo siangnya, hari ini ngapain aja, dan selalu ada fotonya juga so Alhamdulillah I didn't miss her milestones.. :)



Dinara lebih lama sama orangtuanya (4 hari) instead of di Daycare (3 hari). Iya, kami ambil day off sehari seminggu sampai Dinara umur dua tahun :) even now she likes to play with her friends, and play outside :)
Dinara di Daycare hari Selasa-Kamis. Setiap hari Senin, Suami saya di rumah jagain Dinara, Jumat giliran saya yang di rumah.
Alhamdulillah semuanya berjalan seperti ini, berkat dukungan dan support dari suami juga.

kalau ada jadwal conference atau meeting yang bentrok atau weekend harus ke Lab, we do baby switch, wayahna.. (udah kaya estafet aja yah hehe) :)

yang cukup berat waktu itu waktu pas pertama kali ninggalin dinara di Daycare. Berat sekaliii, sampai nangis di Lab T_T namanya Ibu ya, ada aja rasa bersalah ga bisa ngasih waktu maksimal buat anak, jadi saya berusaha maksimalkan waktu yang ada.. quality time lah istilah kerennya mah :)

Tapi Masya Alloh semuanya ini atas pertolongan Alloh, yang tadinya ga kepikir bisa asi eksklusif, tapi Alhamdulillah geuningan bisa, sambil ngelab sambil mompa asi, Masya Alloh, Alloh selalu kasih jalan… :’)

dukanya hmm kadang kalau di lab suka ngerasa gimanaaaaa gitu, hehe.. kalau udah punya keluarga mah ngelabnya udah ga bisa sampai malem ya hehehe..
rasanya "nyess..." gitu  kalau liat progress temen yang melesat hehehe.. tapi ya balik lagi, kita punya battle sendiri-sendiri, ga semuanya sama dan ga bisa digeneralisir. Jadi kami sebisa mungkin di Lab kudu produktif, bikin planning dll..

Urusan rumah tangga 
Kalau untuk urusan rumah tangga kami kerja bakti! *yosh! 
Alhamdulillah, kami ga punya TV jd in sya Alloh minimal distraksi hehehehe..  Kalau saya yang beberes, Aa yang jagain Dinara, atau sebaliknya. atau kalau Dinara bobo, kami kerja bakti berdua, yah kumaha weh gimana kondisi, diatur-atur :)
Kami nyuci baju seminggu dua kali, dan hmm.. kami ga pernah nyetrika. hehehe.. da ga begitu lecek ^_^ gimana caranya? kuncinya : jemur baju serapi mungkin, dalam satu line jemuran jangan terlalu crowded :D
Kalau lagi lowong atau Dinara lagi anteng main, kami lipet-lipet baju, sambil jaga dinara. 
Untuk urusan makanan (hehe), Alhamdulillah kami selalu masak, daaaan sebelum ke pasar selalu bikin menu untuk seminggu ke depan. jadi ke pasar ga buang banyak waktu buat mikir beli apa aja (karena udah punya list makanan tea). Biasanya sebisa mungkin ada menu atau bumbu yang bisa disiapin pas weekend, lalu kami freeze (kaya ayam goreng yang kudu diungkep dulu, saya ungkep pas weekend terus saya freeze deh jadi pas weekday tinggal goreng. hehehhe..) ataau dalam seminggu ada menu makanan yang kami masak dalam skala besar jadi bisa dimakan sampai tiga kali makan (makan malam-makan siang dan makan malam hari esoknya). Alhamdulillah kalau lagi musim gugur, musim dingin dan awal musim semi, udara yang cukup dingin membuat makanan tidka cepat basi :) Kalau musim panas udah mulai datang, kami simpan makanan di dalam kotak di kulkas :D
Lumayan kaan abis ngampus atau sebelum ngampus, waktu masak jadi ga begitu lama, dan bisa memaksimalkan waktu main sama Dinara ;)

Alhamdulillah, makasih Ya Alloh atas segala yang Kau berikan. Semoga berkah, mudahkanlah jalan kami dan kuatkanlah kami dalam menuntut sepersekian dari ilmu-Mu ini Ya Alloh,.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah: 11)."
Dinara sayang, Ibu dan Ayah berjuang seperti ini, semuanya untuk kamu, nak.. :')

Groningen, 12 November 2015
17.41 CET

Friday, October 30, 2015

:D

Yes, dua minggu kemarin saya lagi getol-getolnya nulis di blog, ya entah nulis resep atau nulis pengalaman saya dua tahun yang lalu. Sehari bisa sampai beberapa postingan, kenapa? Yap, karena saya lagi ga ke kampus :D

My husband had a conference in Warsaw for a week, me and Dinara were joining him :)
That's why I had free times then I could write so many posts in one day (obviously I could write only when my daughter was sleeping, otherwise she would take over the computer) :) 

Hampura saya nulis pakai bahasa gado-gado. Ya Sunda, ya kadang bahasa Inggris, yah kalau bahasa tulisannya kurang enakeun dibaca pun ya dimaklumi aja ya ;) masih belajar nulis :D

Thursday, October 22, 2015

Cerita 'sedikit' tentang maternity care di negeri Kincir Angin

Halo halo :D
Hari ini saya ingin cerita (lebih tepatnya nostalgia dua tahun yang lalu kali ya hehe).. 
Alhamdulillah di Belanda, Maternity Carenya bagus banget.. Mulai dari check up di bidan, melahirkan dan pasca melahirkan.
Monthly check up
When you know that your testpack is positive, segera register ke bidan terdekat. :) Cara registrasinya online. Ketika registrasi, diperlukan kartu asuransi (ini penting banget, wajib punya asuransi tapi untuk coverage asuransi, itu tergantung dari kita ambil paket asuransi yang mana. :)). 
Di sini mah ga langsung ke ginekolog, hanya kasus-kasus tertentu saja yang ditangani ginekolog (misalnya ada penyakit khusus yang bidan angkat tangan). Tapi tenang saja, bidan disini profesional banget kok, dua jempol I must say hehehe... Terserah mau register ke bidan yang mana, kalau saya pilih bidan yang di rumah sakit (karena rekomendasi dari kakak kelas hehhee). Lebih lengkapnya bisa dilihat disini : http://www.verloskundigestadspraktijk.nl/

Check up rutin sebulan sekali, dan disini tiap check up tidak selalu USG ya :) USG hanya pada saat usia kandungan 20 minggu (semua organ tubuh janin dicek, sangat detail) dan 36 minggu (untuk melihat posisi bayi). Tiap kontrol pasti konsultasi apakah ada keluhan dan sebagainya, lalu dicek berat badan, tekanan darah dan cek detak jantung bayi. Oh iya, bidan disini ga pernah ngasih vitamin hehhee. Saya pernah minta tapi katanya malah "as long as you eat a lot of fruits and vegetables, don't worry." Bidan hanya menyarankan minum asam folat yang cukup selama 3 bulan pertama kehamilan, asam folat bisa dibeli di Kruidvat atau Etos terdekat.  Satu lagi, bidannya easy going banget ;)
(Usia kandungan 6 bulan) 
Saya : "Is it OK if I still go to work by bike?
Bidan: "Oh that's nice,, as long as you feel OK. Malah ada lho yang sampai usia 9 bulan masih sepedaan." 
(Usia kandungan 40 minggu) 
saya : "Ini udah hampir due date, ga apa-apa nih kalau saya masih jalan-jalan? Atau saya harus diam di rumah aja?"
Bidan : "Lakukan rutinitas seperti biasa saja. Kalau kontraksi kan tinggal pulang ke rumah :)" 
Jadinya selama hamil saya ga banyak pantangan sih, selama masih bisa ya hajar aja hehhee :) 

Di ruang tunggu :)

beres check up

Foto ini diambil gara-gara Mamah penasaran Bidan di Belanda wujudnya kaya apa heheheee


Melahirkan
Ada dua opsi untuk melahirkan : bisa di rumah atau di rumah sakit tergantung kita inginnya dimana dan tergantung paket asuransi yang kita pilih. Buat lebih jelasnya saya kasih contoh mungkin ya. Saya pakai asuransi dari Menzis dan ambil paket yang basic. Untuk paket asuransi yang basic, jika kita mau melahirkan di rumah sakit (tapi sebenarnya memungkinkan melahirkan di rumah), biaya rumah sakit tidak dicover asuransi. Tapi kalau misalkan kondisi ibu memang harus melahirkan di rumah sakit, ya semua biaya ditanggung asuransi. Duh gimana ya, hmmm gini gini, contoh lagi deh.. Ketika saya melahirkan, ada special case yaitu air ketuban pecah duluan dan air ketubannya berwarna hijau. Dalam kondisi seperti ini, bidan menyarankan harus melahirkan di rumah sakit. sehingga biaya melahirkan di rumah sakit ditanggung asuransi :)
Pasca melahirkan
Setelah melahirkan, dan kalau semuanya OK (si bayi sehat dan ibunya sehat), beberapa jam setelah melahirkan sang ibu dan bayi bisa langsung pulang ke rumah. Ketika pulang ke rumah, sang ibu dan bayi dirawat oleh Kraamzorg. Kraamzorg teh seperti suster tapi tugasnya merawat Ibu pasca melahirkan dan newborn baby selama 1 minggu, dimulai dari H+1 melahirkan. Hari pertama tentu saja Ayahnya diajarin cara mandiin bayi dan ganti popok (karena Ibunya ga bisa ngapa-ngapain) Kraamzorg juga mengajarkan cara menyusui yang baik dan benar, meriksa kesehatan Ibu ( tekanan darah ibu, cek suhu badan ibu, kondisi rahim ibu), meriksa kesehatan bayi. Pokoknya sangat membantu sekali hehehe.. Lamanya Kraamzorg setiap hari ini tergantung permintaan kita, kalau saya mah mintanya 3 jam aja sehari, cukup kok karena suami cuti beberapa minggu :) Jadi meskipun dulu orangtua saya ga datang ketika saya melahirkan, Alhamdulillah bisa kehandle karena ada kraamzorg..  Ini macam-macam kraamzorg. Saya ambil kramzorg dari het groene kruis (rekomendasi kakak kelas juga hehe.) Kalau mau lihat-lihat yg lain, bisa dicek disini : http://www.dekraamvogel.nl/ http://www.isiskraamzorg.nl/groningen

smile emotico
smile emo
Kraamzorg ini ga tiba-tiba dateng pas hari H kok. Ketika masih hamil, ada kunjungan dari kraamzorg (kalau tidak salah hamil bulan ke-7). Mereka kasih penjelasan, apa yang mereka lakukan barang-barang apa saja yang harus kita siapkan, kita juga ditanya mau kraamzorg yang seperti apa (apakah ingin kraamzorg yang bisa bahasa inggris, dll). Kita pun bebas nanya apa saja :)
Biaya kraamzorg sekitar 40 euro per jam. Karena saya pakai paket asuransi paket basic, biaya kraamzorg tidak dicover semua, yang dicover hanya 90% nya saja. 

Kraamzorg lagi ajarin suami mandiin bayi :)



Mungkin segitu dulu 'sedikit' cerita dari saya. Semoga bermanfaat ya ^.^ 

Wednesday, October 21, 2015

cari tempat tinggal di negeri orang :)

Maret 2013 
Nyari kontrakan di sini ga bisa digeneralisir gampang atau susah. Itu semua tergantung kita, tergantung kriteria yang kita inginkan. Apakah mau kontrakan yang lokasinya dekat kampus kah, yang murah kah, yang dekat City center kah, yang kamarnya banyak sehingga bisa dirent lagi ke mahasiswa Indonesia yang lain kah, dan sebagainya.
Tapi, kalau saya sih, berhubung saya lagi hamil dan ingin buru-buru pindah dari student house, kriterianya yang saya ingin cuma satu : deket kampus.

Pencarian rumah makin gencar. Kontrakan idaman saya itu di daerah Paddepoel karena dekaaaat banget dari kampus. As consideration, kalau perut udah gede banget dan ga kuat sepedaan lagi, ke kampus bisa jalan kaki, bagus juga buat bumil toh. Hehehe.

My dream renthouse is provided by an agency, namely MVGM. Di awal kita harus bayar biaya registrasi sebesar 35 euro. Setelah teregistrasi, MVGM akan memberikan iklan rumah yang akan disewakan melalui e-mail. Jika kita tertarik dengan rumah tersebut, kita bisa respon dengan klik "Reactie". Kemudian di akhir minggu, setiap perespon akan ditentukan acak oleh sistem komputer. Iya, dikocok seperti arisan mungkin ya. Siapa yang menang, dia yang berhak menyewa rumah tersebut. 
Sistemnya memang seperti itu karena peminatnya banyak sekali. Harga sewanya pun relatif terjangkau dan di awal sewa kita tidak perlu deposit uang sebagai jaminan. Satu-satunya jaminan yang dipertimbangkan oleh pihak MVGM adalah income kita. Minimal income kita (atau income kita plus partner) adalah 4x harga sewa rumah.


Dulu sih katanya sistemnya gini "semakin lama teregistrasi, semakin besar probabilitas mendapatkan rumah idaman."
Kenyataannya : not really.
Saya teregister di MVGM sejak Oktober 2012, sementara kolega saya yang teregistrasi beberapa bulan sesudah saya malah dapet rumah duluan. What can I say? Kalau kata Aa mah "Sabar, mungkin belum rejeki kita." 
Your words always make me feel so good, dear hubby.


Selain mantengin rumah dari MVGM, kami juga cari alternatif lain, yaitu dari funda.nl. Disana banyak sekali agen-agen lain yang menyewakan apartemen DAN tidak ada syarat income, tidak ada sistem kocok undian, hanya saja di awal kita perlu membayar cukup besar, kira-kira 3x harga sewa. Iya, kita perlu membayar harga sewa bulan pertama (ini mah jelas ya) + agen fee (yang sebesar harga sewa per bulan) + uang deposit (yang lagi-lagi sebesar harga sewa rumah per bulan). 
mahal di awal tapi ya balik lagi, mau dapet rumah cepat? Well, this is one of the alternatives. 

Kami survey sana sini, viewing apartemen sana-sini, kok belum ada yang cocok aja.. belum ada yang sreg.. pas kita nya sreg, eh dari pihak agennya malah ga ngasih kabar apa-apa.. udah kaya nyari jodoh aja ini mah *ups.


Juli 2013
Bulan demi bulan berlalu *tsah
Dan akhirnya kami dapat kabar gembiraa dari MVGM! Kabar gembira untuk kita semua, kulit manggis kini ada ekstraknya.... Alhamdulillah, dapet kocokan aliasss dapat rumah kontrakan! Alhamdulillah.. berbarengan dengan itu juga Alhamdulillah suami saya terpilih penerima beasiswa LPDP :') (suami saya PK 1, denger-denger sekarang udah PK 50an ya?)


Masya Alloh senengnya bukan main waktu itu..
Alloh benar-benar bersama orang-orang yang sabar..
Pas kami viewing kesana pun kami suka sekali dengan tempatnya, lokasinya dekat kampus, dekat juga dengan rumah orang Indonesia yang lain.

Oh iya, rumahnya kosongan, alias Kosong lowong melompong, lantai pun tidak ada. Cuma hasil cor saja. Tempat lampu pun tidak ada, cuma ada kabel aja. 

Ukur-ukur.. buat beli karpet :)

Sebelum karpet dipasang, nyapu dulu :)

yeaah, karpet sudah sampai diantar.. kami beli di Carpet Right

Yeaay karpet ruang tamu beres dipasang Aa! (masih ada dua gulung lagi di belakang :p)
Saya :  "A, ini ngisi rumahnya gimana, nyicil ke Mamamini dong kita? :)"
Aa     : "in sya Alloh ada rejekinya. Rejeki dede bayi."

Dan bener aja, Masya Alloh, kebeneran banget ada teman yang sudah selesai studinya, dan apartemennya harus segera dikosongkan.
"Pak, saya beli isi rumah Bapak ya, Pak!"
Alhamdulillah, hampir semua barang dari rumah Beliau dipindahtangankan ke saya. Beliau pun menjualnya dengan harga yang sangaat terjangkau. Tidak tanggung-tanggung, Beliau pun membantu proses pindahan kami. 

Barangnya bedol desa hihihi :P
Makasih ya Pak sudah memudahkan urusan kami, semoga Alloh selalu memudahkan urusan Bapak..

Hikmah yang bisa saya petik disini, kadang manusia suka ga sabaran, terus teh jadinya menggerutu ke Alloh, padahal di balik itu Alloh sudah menyiapkan rencana yang paling indah buat hambaNya.. :')
Alhamdulillah, makasih ya Alloh :')

Tuesday, October 20, 2015

Siomay Ayam Udang

Musim gugur gini enaknya makan yang anget-anget.. Siomay kayanya enak nih :)
Saya pakai ayam udang karena ga nemu  tenggiri hehe.. 

Resep ini saya ambil dari sajian sedap :)

Bahan:
150 gram dada ayam
50 gram udang
2 siung bawang putih
2 sdm tepung sagu
2 putih telur
1 batang daun bawang
1/2 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt gula 
1/2 sdt minyak wijen
1 sdm kecap ikan.
Tahu dan kulit pangsit secukupnya

Cara membuat:
Saya mah pakai cara gampang aja, langsung campur semua di food processor sampai rata. Bentuk adonan di kulit pangsit. Kukus 25 menit :) Jadi deh, enjoy! :D 


Red Velvet Brownies

Since I'm a big fan of brownies and my husband loves Red Velvet, why don't I put them together? ;) So here it is, Red Velvet Brownies with Cheesecake Swirl! *sounds great, huh? And let me tell you, it does!

Ingredients:
1/2 cup of Unsalted Butter, softened
1 cup of Sugar
1/4 tsp of Salt
2 eggs
3/4 cup of Flour
3 Tbsp of Cocoa powder
1 tsp of Distilled Vinegar
1 tsp of Vanilla Extract
Red food coloring (i use the liquid one, 2 teaspoons roughly)

Cream Cheese Filling:
185 gr of Cream Cheese, softened at room
temperature
1 Egg
3-1/2 Tbsp of Sugar
1 tsp of Vanilla extract (i used vanilla crystal)

Methods:
1) Grease an 8x8 square baking pan with non stick spray and lay the bottom with parchment paper.
2) Preheat the oven to 350 degrees.
3) In a bowl, mix together the butter and sugar until it gets creamy and then add the eggs and beat well. Add the cocoa powder and mix it in, add the salt followed by the food coloring and vinegar making sure to mix between adding each ingredient. Add the flour last and just mix it long enough to
incorporate.
4) Reserve 1/4 of the batter and pour the remaining batter into the prepared pan.
5) In a different bowl, mix cream cheese, sugar, egg and vanilla very well until there are no more
lumps left (you could use mixer but I used a whisk).
6) Spread the cream cheese (don’t panic if you can’t smooth it perfectly) on top of the brownie
layer, then using two small spoons, dollop the remaining 1/4 cup of batter on top of the cream
cheese and using a butter knife, swirl the batter into the cream cheese mixture.
7) Bake the brownies for about 30 minutes or until fully cooked. Allow to cool completely before
cutting and serving, enjoy!! 

Recipe from Laura Vitale, bit modified :) 
Red Velvet Brownies, nyummmy :D

Cheesecake with Berry Compote

Another Cheesecake from me. Recipe from Laura Vitale ;)


Ingredients:

Crust:
1-1/2 cups of Graham Crackers (I used Digestive biscuits)
5 tbsp Butter


Filling:
1 kg Cream Cheese
1 cup of Granulated Sugar
1 tsp of Vanilla Paste
Zest of 1/2 of a Lemon, optional 
3/4 cup of Sour Cream ( I used 250 grams)
4 Eggs
3 Tbsp of Flour
1/2 tsp of Salt

Process
1) Preheat the oven to 350 degrees Fahrenheit (150 degrees Celcius). Spray a 9” springform pan with non stick spray

2) In a bowl, mix together the ingredients for the crust, the crushed biscuits, butter and press this mixture evenly on the bottom and up the sides of your prepared pan.
3) In the bowl, mix the cream cheese for with the sour cream, vanilla, lemon zest (if using) and eggs. Mix until incorporated. 

4) Add the sugar, salt and flour and mix until the mixture is really lovely and smooth.
5) Pour the mixture in the prepared crust.
6) Bake the cheesecake (au bain marie technique) for 1 hour or up to 1 hour
and 10 minutes, the sides of the cheesecake should be set but the center should slightly jiggle a bit (very slightly). At this point, turn the oven off, open the door of the oven just a bit and let the cheesecake sit in the partially opened oven for 1 hour.
7) Allow the cheesecake to cool at room temperature for a few hours before transferring
it in the fridge to cool overnight.
8) Remove the sides of the springform pan, spread the berry compote and serve.

Berry compote 


Ingredients:
4 cups of Fresh Mixed Berries, you can use frozen
(just make sure to thaw them before cooking)
1 cup of Sugar
Zest of 1 Orange (i used lime zest)
2 tsp of Corn Starch
1 Tbsp of Orange Juice or Water

Process
1) In a small bowl, dissolve the corn starch In the orange juice and set aside.
2) In a medium saucepan, combine the berries, sugar and zest. Cook over medium high heat and bring to a boil stirring often until the sugar dissolves.
3) Add the cornstarch mixture and cook for 1 more minute (overcooking will make the fruit
disintegrate).
4) Let it cool to room temperature and spread into the cheesecake.




Enjoy ;)

Chocolate ricotta cheesecake

Alhamdulillah suami suuukkka ^.^ Bahkan temen bilang katanya kue ini kaya kue di toko-toko. hihihihi. 


Chocolate Ricotta Cheesecake

Bahan crust : 
100-150 gr biskuit (hancurkan)
80 gr butter (lelehkan). 

Bahan fillingnya : 

500 gr ricotta 
250 gr cream cheese 
200 gram dark cooking chocolate (lelehkan)
3 butir telur
20 gr coklat bubuk
150 gr gula
vanilla ekstrak secukupnya. 

Cara membuat : 

Untuk crust:
Campur biskuit yang sudah dihancurkan dengan butter leleh, aduk. kemudian masukkan ke dalam loyang (loyangnya loyang bongkar pasang ya..) Tekan tekan sampai merata. Sisihkan. 

Untuk fillingnya: 

Kocok ricotta,cream cheese dan gula hingga rata. Lalu masukan telur, coklat bubuk, dark cooking chocolate leleh.. Aduk hingga rata. Kemudian tambahkan vanila ekstrak secukupnya. Aduk lagi hingga rata. Tuang adonan ke dalam loyang (yang sudah ada base biskuitnya tadi), lalu panggang dalam oven suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 1 jam. Setelah matang, keluarkan dari oven. Dinginkan dan simpan dalam kulkas at least 2 hours (disimpen 6 jam lebih enak). Jadi deh :) selamat mencoba yaaa ;)


Chocolate Ricotta Cheesecake a la Amalina ;)

Keep calm and keep baking

Yeah, di kala waktu luang saya suka sekali masak, apalagi bikin kue :) It's just like "me time" for me.
Dimulai dari dulu suka nonton mamah bikin kue, dan disini bahan-bahan dairy based melimpah-ruah. Kalau weekdays saya eksperimen di Lab, kalau weekend eksperimen dilanjut di dapur :) 

Why I love baking?

This really answers question above :) gambar dari sini
Guru baking saya disini adalah tidak lain dan tidak bukan, Youtube, ahaaa! ;D Mulai dari Laura VitaleJoy of bakingPutri MirantiHow to Cook thatYuda BustaraKokiku tvGemma StaffordCupcake Jemma,  Rossana Pansino, dan banyak lagi *yosh!

gambar dari sini

just started my PhD and...preggy!!

Volendam, April 2013.

Ceritanya waktu itu lagi mau foto kostum tradisional sama Aa di Volendam. Terus iseng deh beli testpack karena udah telat 2 mingguan.
Dasar ya saya orangnya sepenasaran itu, langsung cari toilet terdekat hehe.
dan..

Positif.
Setrip dua.

Hening.

Waktu itu yang ada di pikiran saya adalah....
"Ya Alloh makasih kepercayaan ini, tapi nanti gimana,  apa kata bos nanti? padahal saya baru mulai dua bulan yang lalu Ya Alloh? gimana kerjaan saya di Lab? saya belum settled, gimana ngurus bayi jauh dari orangtua, gimana ngurus bayi sambil S3? gimana Ya Alloh? Ya Alloh kalau bayinya kembar gimana??"
dan kegalauan yang lainnya.

Keinginan jalan-jalan sekitar Amsterdam pun pupus sudah. Inginnya pulang. Kami pun berdua berdiskusi lama, cukup lama di kereta.

Satu hal yang saya sadari, manusia kadang suka khawatir dengan hal-hal yang belum kejadian *hiks*
Astaghfirulloh.. maafin Ya Alloh..
Kami yakinkan dalam diri masing-masing, ini rencana Alloh yang terbaik. :')

One more thing, gimana ya caranya ngasih tau Bos tentang kehamilan ini? hehehe. Setelah beberapa hari ditunda, saya beranikan diri aja deh. Cepat atau lambat pasti akan ketahuan juga, makin lama perut akan semakin besar toh :) 
Alhamdulillah Bos menerima keadaan saya *yosh* tapi namanya juga Bos, pesannya Beliau itu "Congratulations. Keep working."

Day by day..
Perut semakin besar, morning sickness sebelum eksperimen di Lab, morning sickness di kala meeting, pergerakan pun makin hari makin lambat (berasa slow motion gitu hehe)
Saya ga memungkiri kalau saya pernah mengeluh, merasa capek, merasa "duuhh kalau ga hamil mah gini gini gini gini,," tapi Aa ngingetin saya, "apakah dengan mengeluh akan menyelesaikan masalah?"

Duh, iya juga ya, malah jadi nambah pusing. :)

Akhirnya dinikmati aja,, Alhamdulillah suami, orangtua, teman-teman selalu mendukung dan mendoakan. In sya Alloh perjuangan, lelah, letih ini tidak akan sia-sia, aamiin :')

Monday, October 19, 2015

Dimulai dari nol ya.

Kaya slogan iklan ya? :)

Yap, pengantin baru (2 tahun yang lalu) memulai semua dari nol di negeri orang. 
5 bulan pertama di Groningen, kami tinggal di sebuah student house yang kami sewa dari Lefier, terkenal dengan sebutan Yellow Building and it is unfurnished room :D 

gambar dari sini 

Langsung lah kami hunting barang-barang rumah tangga hihihihi. Tentunya barang yang murah meriah dong.. :) 
1.Barang-barang sering dipakai (seperti piring, sendok, gelas, peralatan masak, bantal dan seprai) kami beli di IKEA. Harganya standar (untuk kualitas standar) dan tidak standar (untuk kualitas yang tidak standar hehehee) :)

gambar dari sini 

2. Barang-barang BESAR seperti lemari, kursi, dan tempat tidur, kami beli  di toko secondhand Indung Leutik eh maksudnya di Mamamini :) Harganya cukup murah dengan kualitas yang cukup bagus :)

gambar dari sini
3. Barang-barang perintilan, misalnya keranjang cucian, tempat sampah, gantungan baju, vas bunga, atau apa pun itu :P kami cari di Forum Jual Beli Groningen. Namanya "For Sale in Groningen." Harganya murah, malah kadang gratis asal barangnya kita jemput, apalagi kalau lagi pergantian tahun ajaran baru ;) Tapi faktor rejeki sangat berpengaruh disini hehee.. Barang yang bagus cepat sold out so keep your attention on ;)

Disini semua dikerjakan sendiri, ga ada ceritanya manggil tukang "mang, pasangin dong." hehehe, no. no. no. 
Aa merakit lemari hehehhee :)
Sedikit ribet tapi seruuuu :) Alhamdulillah :) 


the journey began... here.

Hello, bloggie. 
Semoga dalam keadaan baik-baik saja ya.. :) 

Kali ini saya ingin cerita tentang bagaimana saya bisa ada disini, in other words, how the journey began :) 

Januari 2012. 
Waktu itu saya sedang kuliah S2 di kampus Gajah Bandung dan dapat kesempatan internship di University of Groningen selama 6 bulan. Wah, waktu itu rasanya senang sekali. Gimana enggak, dream comes true gitu hehehe.. Masya Alloh :)

6 bulan yang begtitu cepat rasanya, busy with master project and meanwhile.. *ehem* lagi proses  sama *ehem* seseorang yang jauh disana. Iya, taaruf jarak jauh hehehe.. Saya di Groningen, Murabbi di Bandung dan si dia *ciye* di Singapura. Alhamdulillah ada jarak yang cukup sehingga kami terhindar dari yang namanya khalwat hehehe :D :D :D 


Agustus 2012
Singkat cerita, setelah program internship selesai, saya dapat tawaran PhD position, di grup penelitian yang sama (walapun topik penelitian yang berneda). 
Ga kebayang sama sekali sebelumnya. Saya, ambil PhD? Di Groningen? Apa?! *zoom in zoom out gaya sinetron*

Di minggu yang sama, saya dapat tawaran lagi, (lagi??) ketika saya baca sebuah e-mail "ikhwannya mau lanjut, de. Katanya mau ketemu sama orangtua." 

Ting tong. 
These are too good to be true. Yang mana yang harus dipilih? Menikah? atau sekolah lagi?

November 2012
SAH! 
Alhamdulillah, sudah resmi jadi Nyonya Adharis :) 
Dan tawaran itu pun saya ambil. Setelah diskusi panjang sama Aa a.k.a suami *hehe*, lebih baik diambil saja. Aa memang ga berniat lama-lama kerja di Singapura dan ada keinginan untuk sekolah lagi. So, he gave up his job for me (how sweet is that hiks hiks), and directly looking for a PhD position in Netherlands. Pokonya dulu Aa ga muluk-muluk sih, yang penting kami bareng-bareng. Alhamdulillah setelah kirim e-mail profesor sana-sini, ada respon positif dari salah satu profesor :') Beliau tertarik sekali dengan profil Aa tapi unfortunately she doesn't have any funding, so Aa has to bring his own scholarship.

Desember 2012.
Aa daftar berbagai macam beasiswa yang ada, dan saya udah ditungguin sama bapak Bos. Duh pengantin baru galau ga mau pisah-pisah. Rejeki pengantin baru, Alhamdulillah kami bisa berangkat bareng! :') Nah, karena beasiswa saya dari Universitas, status PhD saya bukan student (Bursary) tapi Employee (AIO), dan karena itu juga saya bisa bawa suami saya. Alhamdulillah! Visa dan segala macam persyaratan sudah kami siapkan, dari akte lahir yang dilegalisasi sampai buku nikah yang dilegalisasi.

Februari 2013
Akhirnya kami mulai kehidupan kami yang baru,
me, as a PhD student dan Aa yang menemani saya sambil mencari beasiswa.
Bismillah, semoga berkah.. :')


Warsaw, October 19th 2015 

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik