Thursday, June 28, 2018

Administrasi Kelahiran Anak di Belanda



Sebelumnya, saya ucapkan selamat ya! Saya juga mendoakan semoga Ananda menjadi anak yang sehat selalu, taat beragama, berbudi baik dan membanggakan orangtua aamiin. 

Nah, sebenarnya apa saja yang harus dilakukan ketika bayi baru lahir di Belanda? Berikut saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya di Groningen. Saya tuliskan per point saja supaya jelas. Mudah-mudahan bermanfaat ya :) 


 1. Akte kelahiran
Syarat yang diperlukan :
- Paspor kedua orangtua
- Residence permit (Verblijf) kedua orangtua
- Buku nikah kedua orangtua
- Nama anak, tanggal dan jam kelahiran anak. Baby tidak usah dibawa ke sana ☺
Lokasi : Gementee. Untuk yang anak yang lahir di RS Martini, tidak usah ke Gementee karena ada counternya disana namun jam buka pagi saja saat hari kerja.
Kapan : Maksimal 3 hari setelah kelahiran anak. Jangan sampai terlewat ya kalau tidak mau terkena denda 
Biaya : 12.90 euro per November 2017
Akte kelahiran bahasa Belanda ini langsung jadi saat itu juga, anak langsung dapat nomor BSN dan juga mendapat kertas ucapan selamat dari Gementee.

Akte Bahasa Belanda
Ucapan selamat dari Gementee Groningen

2. Akte kelahiran bahasa Internasional
Setelah mendapat akte bahasa Belanda, saya juga meminta akte berbahasa Inggris. Namun, pihak Gementee memberikan akte yang sekaligus ada banyak bahasa di dalamnya hehe.. Akte diterjemahkan dalam beberapa bahasa dalam satu dokumen yaitu French, German, English, Spanish, Greek, Italian, Portuguese, Turkish and Yugoslav. 
Syarat yang diperlukan sama dengan di atas yaitu paspor, verblijf dan buku nikah orangtua. 
Kapan : Tidak ada batasan waktu, tapi sebaiknya dibuat sekalian dengan akte yang berbahasa Belanda, supaya tidak bolak-balik ;)
Biaya: 12.90 Euro per November 2017

update: Saya meminta salinan akte ini karena dikhawatirkan butuh akte yang didalamnya ada bahasa Inggris di kemudian hari. Mumpung masih di Belanda, jadi ya sekalian saja. Mungkin bisa disesuaikan dengan keadaan teman-teman :) 

3. Uittreksel basisregistratie personen
Ini adalah surat keterangan sebagai penduduk di suatu Gemente. Surat ini diperlukan saat pembuatan paspor anak dan surat keterangan lahir di KBRI.

Isi surat ini adalah informasi terkait data orang tua dan anak yang mencakup nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan alamat rumah di Belanda
Syarat yang diperlukan : Paspor dan Residence permit kedua orang tua
Lokasi: Gementee Groningen
Kapan: Tidak ada batasan waktu, tapi sebaiknya dibuat sekalian dengan akte atau berdekatan dengan waktu ketika akan membuat paspor anak
Biaya: 15.85 Euro per November 2017

4. Asuransi kesehatan anak
Syarat: Nomer BSN anak yang diperoleh dari point 1
Kapan: Segera daftar begitu nomer BSN diperoleh sehingga apabila anak memerlukan penanganan medis, bisa dicover oleh asuransi
Berapa lama: Kami memakai asuransi Menzis dan proses pendaftaran asuransi anak kami dilakukan secara online melalui akun Menzis kami. Kartu asuransinya datang ke alamat rumah beberapa hari kemudian. Oh iya, untuk login ke akun Menzis diperlukan DigiD (https://www.digid.nl/en/).
Biaya: Gratis, karena premi asuransi kesehatan anak sudah satu paket dengan premi kesehatan salah satu orangtua (Ayah atau Ibu)

5. Pembuatan Paspor Anak
Tujuan: Salah satu bukti identitas sebagai warga negara Indonesia
Syarat yang diperlukan:
- Anak, harus dibawa ke KBRI
- Fotokopi akte kelahiran anak
- Fotokopi paspor orang tua
- Fotokopi residence permit orang tua
- Fotokopi akte perkawinan orang tua
- Uittreksel sesuai point 3
- 1 Lembar pasfoto terbaru anak dan foto tersebut harus menampilkan dengan jelas mata anak dalam posisi yang terbuka. Foto ini nantinya ditempel di formulir pada point b. Akan tetapi, anak juga akan di foto kembali di KBRI untuk foto di paspornya. Untuk antisipasi apabila nantinya anak susah difoto disana, orang tua bisa juga membawa softcopy foto anak untuk diserahkan ke petugas KBRI.
Lokasi: KBRI Den Haag. Penyerahan berkas pukul 09:00-12:00.
Kapan: Bisa diurus bersamaan dengan point 5-7
Berapa lama: Paspor selesai dalam 7 hari kerja dan diambil pukul 15:00-16:00. Bisa diambil oleh siapa saja selama membawa resi untuk pengambilan paspor tersebut.

Catatan: Pengalaman kami, paspor bisa juga dititipkan ke pegawai KBRI yang akan ke Groningen untuk mengisi acara PPI, misalnya saat acara lapor diri/jabat erat/Indonesian Day/Groens Cup. Hal ini dapat dilakukan dengan sebelumnya menghubungi terlebih dahulu pihak KBRI nya melalui email ataupun telepon.
Biaya: 30 euro dengan PIN.
Berhubung dilakukan di Den Haag dengan jam buka kantor yang terbatas saat pagi saja, kami menyarankan agar mengambil jadwal kereta pagi sehingga pukul 09:00 sudah tiba di Den Haag dan semua urusannya dapat diselesaikan.

6. Pembuatan Residence Permit Anak
Tujuannya adalah membuat ijin tinggal resmi di Belanda dalam periode waktu tertentu mengikuti ijin tinggal orang tua. Walaupun anak lahir di Belanda, tetap saja anak tersebut berkewarganegaraan sama dengan orang tuanya.
Syarat yang diperlukan:
- Mengisi formulir yang bisa diunduh disini: https://ind.nl/en/Forms/7518.pdf 
(Hanya perlu mengisi halaman 1-6 dan 37-38).
- Mengisi formulir foto passport yang bisa diunduh disini: https://ind.nl/en/Forms/7630.pdf
- Copy paspor kedua orang tua
- Copy residence permit (bagian depan dan belakang) kedua orang tua
- Copy paspor anak
- Copy akte lahir anak yang berbahasa Belanda
- Foto anak ukuran passport.
Lokasi: Kantor IND di Zwolle. Untuk mahasiswa RuG, bisa juga melalui perantara International Service Desk (ISD) untuk mengecek kelengkapan berkas sekaligus mengirimkannya ke IND.
Kapan: Setelah anak memiliki paspor
Berapa lama: Sekitar 6 minggu
Biaya: 51 Euro per November 2017.

Nah, administrasi dokumen di Belanda sudah lengkap. Agar akte tersebut bisa digunakan di Indonesia, berdasarkan pengalaman saya, akte tersebut perlu dilegalisasi oleh Kemenlu Belanda dan KBRI. Tulisan lengkapnya saya tuliskan di link di bawah ini ya.

Baca juga : Mengurus Pencatatan Kelahiran Anak di Luar Negeri : dari Akte di Belanda sampai Kartu Keluarga di Indonesia

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman. Jika teman-teman dalam prosesnya berbeda dengan apa yang saya lakukan, mohon beritahu kami di kolom komentar ya supaya kami bisa menyertakan informasi tambahan disini 😊

Wassalamualaikum! 😊
Read more >>>

Saturday, June 23, 2018

Ramadhan dan Idul Fitri di Groningen 1429 H

Assalamualaikum! 

Tahun ini adalah Ramadhan dan Idul Fitri kelima kami di Groningen. Semoga tahun depan bisa    merayakannya di Indonesia bersama dengan keluarga tercinta, aamiin. Meskipun jauh dari keluarga dekat, namun di Groningen kami pun merayakannya dengan suasana kehangatan silaturahmi seperti di Indonesia lho. 

Ramadhan

Qadarulloh, Ramadhan jatuh di musim panas, yang artinya harinya panjang dan shaumnya pun cukup lama, kurang lebih 19 jam. Waktu subuh adalah sekitar jam 3 pagi dan waktu maghrib jam 10 malam.  Alhamdulillah, atas rahmatNya, meskipun cukup lama kami sanggup menjalaninya. Tak jarang teman yang bertanya "so you cant eat and drink? I mean not even a glass of water?" 
Bahkan guru les biola saya pun bertanya " Do you think you are  gonna be too hungry to do this?"
Saya hanya menjawab "no" sambil senyum saja hehehe..

Beberapa kerabat berpesan "Ayo makan yang banyak, kan waktu shaumnya lama lho..", namun pelaksanaannya tidak bisa demikian hihihi. Saya dan suami malah tidak bisa makan yang banyak. Makan ta'jil saja sudah terasa kenyang sekali. Porsi makan suami pun menjadi lebih sedikit dibandingkan ketika tidak sedang berpuasa. Ketika sahur kami malah tidak bisa makan nasi karena... lagi-lagi kami masih kenyang! Mungkin itu karena gap dari waktu maghrib dan waktu sahur yang pendek hehehehe.. Akhirnya untuk sahur, makan dua helai roti dan selai, bersama segelas susu pun cukup. Alhamdulillah, makan lebih sedikit, uang belanja pun lebih irit hhihihihi (nah kan departemen keuangan rumah tangga senang hehe)

Disini pun ada kajian-kajian Islami lho selama Ramadhan. Komunitas Muslim Indonesia di Groningen (atau biasa disebut dengan De Gromiest) mengadakan acara tadarus keliling dan buka puasa bersama setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu setiap pekannya. Alhamdulillah, siraman rohani tetap terjaga meskipun berada di negara minoritas muslim. 

Idul Fitri 

Hari Raya pun tiba. 
Kami melakukan solat Idul Fitri bersama di sebuah aula yang disewa oleh pihak de Gromiest. Selepas solat Idul Fitri kami pun saling meminta maaf dan foto bersama.




Hari itu bukan hari libur nasional di Belanda sehingga saya sekeluarga meliburkan diri deh hehehe.. Alhamdulillah saya masih bisa menyediakan hidangan wajib Idul Fitri di rumah : lontong, opor ayam dan sambal goreng ati (yeay!)



Kemudian, acara Halal Bihalal diadakan keesokan harinya di aula yang sama dengan solat Idul Fitri. Alhamdulillah acaranya cukup meriah. Para Ibu-ibu (termasuk saya huehehehe) bersama-sama berbagi tugas untuk membuat lontong, nasi, opor ayam, mi goreng, capcay sayur, rendang dan sambal goreng ati untuk 100 porsi! :) Alhamdulillah acaranya berlangsung lancar. 

Anak-anak dari De Gromiest Kinderen (Pengajian Anak) setelah membaca surat-surat pendek di acara Halal Bihalal
Salah satu hikmah yang saya dapatkan selama Ramadhan kemarin adalah.. harus ridho dan sabar. Sangat sejalan dengan tausiyah yang diberikan oleh Teh Ninih dan teh Ghaida, kalau shaum sebenarnya adalah melatih kita untuk ridho :') Dan salah satu nikmat yang saya abaikan selama di Indonesia adalah hari yang konstan dan stabil. Ayo teman-teman yang di Indonesia, do not take this for granted :) Tapi saya pun tetap bersyukur karena masih ada malam hari disini. Tidak terbayangkan bagaimana rasanya kalau saya berada di Iceland yang tidak ada darkness sama sekali selama musim panas, bisa lihat di video ini  (salut buat teman-teman di sana! :) )

Meskipun sudah 1 pekan berlalu, namun saya meminta maaf lahir batin ya.. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga kita semua kembali ke fitri dan menjadi manusia yang lebih baik aamiin..
Read more >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik