Wednesday, November 14, 2018

Jalan-jalan ke Nemo Science Museum Amsterdam

Setiap akhir pekan pertama bulan Oktober di Belanda adalah akhir pekan Sains Nasional, atau bahasa Belandanya adalah Weekend van de Wetenschap. Dalam akhir pekan ini, kira-kira lebih dari 250 tempat di Belanda meliputi museum, universitas, research institute mengadakan pameran atau pertunjukkan tentang sains dan juga teknologi, dengan cara yang mennyenangkan 😊

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari National Centre of Science and Technology Pemerintah Belanda yang katanya sih telah dilakukan selama 30 tahun lebih. Tujuannya? Ingin menunjukkan kalau sains dan teknologi itu seru! Untuk tahun ini, kami sepakat untuk mengunjungi Nemo Science Museum di Amsterdam karena khusus di akhir pekan ini, there is no fee entrance alias tiketnya masuknya gratis 😎

Nemo Science Museum buka mulai pukul 10.00 pagi dan tutup pukul 17.00. Museumnya cukup besar, bahkan Trip Advisor pun menganjurkan untuk memberikan slot seharian penuh agar setiap spotnya bisa dikunjungi. As parents, we were so excited to show science to Dinara. 

Kami berangkat dari Groningen pukul 6 pagi, sayangnya di tengah perjalanan ada perbaikan jalur kereta yang menyebabkan perjalanan kami lebih lama namun Alhamdulillah Dinara gak bosan di jalan hehehe.. Kami tiba di Nemo Science Museum sekitar pukul 10.00.

Welcome to Nemo Science Museum, Amsterdam!



The banner at the entrance. Wooohoo!
Setelah melewati pintu masuk, kita bisa menitipkan barang-barang kita di loker. Lokasinya ada di sebelah kiri pintu masuk. Siapkan uang koin 50 sen sebagai deposit ya untuk membuka kuncinya. Kami menitipkan barang-barang yang kami pikir tidak perlu dibawa ke dalam seperti" seperangkat penghilang bosan" Dinara (buku-buku cerita, activity books dan lainnya). Selain itu juga ada loker khusus untuk buggy atau stroller, kalau tidak salah loker ini berbayar. Tapi ada juga tempat parkir buggy/stoller di sebelah tangga yang gratis namun itu di luar tanggung jawab pihak Nemo Science Museum. Alhamdulillah aman juga kok.

Puluhan loker yang disediakan oleh Nemo Science Museum

Loker Khusus Stroller

Tempat Parkir Stroller / Buggy

Setelah menyimpan barang di loker dan memarkirkan stroller, kami siap untuk menjelajahi Science Museum ini :) Museum ini terdiri dari 5 lantai. 

Lantai 1 : Fenomena Exhibition Floor 
Lantai pertama bertema “Fenomena”, it is all about Physics. Di sini,ada beragam permainan dimana kita bisa melihat kalau fenomena fisika itu ada dimana-mana lho. Super fun! 😊

Nemo Science Museum

Permainan Listrik Statis

The Chain Reaction
Ada pertunjukan interaktif yang sangat sayang kalau dilewatkan yaitu, The Chain Reaction Show. kita bisa belajar tentang Hukum kekekalan energi. 
Jumlah energi dari sebuah sistem tertutup itu tidak berubah—ia akan tetap sama. Energi tersebut tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan oleh manusia ; namun ia dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain - Hukum Kekekalan Energi

Semua petunjuknya ada intruksi bahasa Inggrisnya, bagus lah untuk saya yang Bahasa belandanya maish pas-pasan ini hehe

It seems so familiar with my husband and I do :P
Kemudian kami berjalan ke arah belakang dan ada permainan membuat molekul sendiri alias bermain dengan molymod molecules. Disana saya melihat ada struktur DNA yang dibuat oleh molymod dooong. Saya terkesima dan langsung foto, hehehe, maafkan yaah soalnya saya sehari-hari kerja dengan DNA hihihi.



I was wondering how many boxes of molymod to make this DNA structure? :)

Kemudian kami mengunjungi theaternya, disana ada pertunjukkan interaktif dari Scheikundjejongens (The Science Boys) dan kebetulan hari itu mereka menjelaskan tentang sains dalam baking. Oh my, saya merasa diulangtahunin dooong hehehe karena kedua kesukaan saya jadi satu hehehe.. Untuk show kali ini, mereka menggunakan Bahasa belanda, namun Alhamdulillah masih bisa dimengerti.


Setelah show selesai, tidak terasa sudah waktunya makan siang. Saatnya makan bekal hehehe :)

Bekal kami : Homemade Muffins (yang sudah mau habis), Homemade Risoles Ayam Sayur (yang lagi-lagi hampir habis di perjalananan hehee) dan Schotel Macaroni.

Lantai 2 : Technium Exhibition Floor

Di lantai ini, ada beberapa permainan interaktif tentang seberapa kompleksnya proses logistik dalam sebuah pabrik yang meliputi pengoperasian mesin, robot sampai pemilihan alat transportasi pengiriman. Selain itu, ada juga permainan tentang konstruksi bangunan, jembatan, gedung pencakar langit, sampai lift  😊

Replika mebuat jembatan

Replikasi Proses di Pabrik


Brain Trick hahahahaa
Lantai 3 : Elementa Exhibition Floor 
Di lantai ini terdapat laboratorium kimia yang disponsori oleh BASF. Pengunjung bisa jadi Scientiest seketika, dilengkapi dengan jas lab dan kacamata pengaman, cool kaan? :)



Lantai 4 : Humania Exhibition Floor 

Di lantai 4, sudah bisa ditebak ya temanya apa, hehehe. Yup, temanya adalah tentang tubuh kita. Sayang sekali disini saya tidak sempat foto apa-apa :D

Lantai 5 : Energetica Exhibition Floor 
Pameran outdoor bertema Energi, terdiri dari permainan air, jam matahari, layang-layang dan yang lainnya. Alhamdulillah saya membawa baju ganti untuk Dinara sehingga Dinara bisa bebas main air disana :) Selain itu, di lantai ini juga terdapat restoran.

Sebelum main air


yeay!
Kami sangat menimati kunjungan kami Nemo Science Museum (ditambah masuknya gratis, departemen keuangan keluarga makin happy).. Kami pulang ketika museumnya mau tutup hehehe. We had a lot of fun! Alhamdulillah..

Tiket masuk harga normal : 16.50 euro/orang
Waktu buka : Senin-Minggu, pukul 10.00-17.00

Sources:
https://www.weekendvandewetenschap.nl/
https://www.weekendvandewetenschap.nl/activiteiten/
https://www.nemosciencemuseum.nl/en/


Read more >>>

Saturday, November 10, 2018

Musim Gugur 2018

Assalamualaikum!

Masya Alloh, pekan ini lagi rajin mengunjungi blog ini. Padahal bulan kemarin blog tidak dijenguk sama sekali hehe.. 
Kenapa? Soalnya tumpukan draft postingan sudah banyak tapi tulisannya malah tidak selesai. Selain di akun blogger, saya pun menulis list draft ini di bullet journal saya dan saya kaget, lho kok sudah sampai mencapai angka dua puluh tiga 😡). Aduuuuuh, mulai deh merasa intimidated dan serasa dikejar deadline (padahal ga ada deadline apa-apa kan ya selain jatah bolos #1minggu1cerita) hehe.
Baiklah, mulai kali ini saya mulai rampungkan draft saya satu demi satu. Mudah-mudahan saya istiqomah dalam merampungkannya, mohon doa ya hehehe..

Alhamdulillah, sudah masuk musim gugur di Groningen, tepatnya dari 23 September kemarin. Daun-daun sudah menguning dan memerah, bahkan ada yang sudah yang berguguran. Ma sya Alloh, indah sekali ya ciptaan-Nya. The daylight becomes shorter too! Hari menjadi lebih pendek yang berimplikasi pada perubahan jadwal sholat. Waktu subuh sekitar pukul 06.00 dan Maghrib sekitar pukul 17.15 (waktu yang ideal kan untuk qodo utang shaum kemarin? hehe ooops) Matahari terbit kira-kira pukul 08.00 pagi, ditambah lagi sekarang sudah masuk winter time (CET), sehingga perbedaan waktu Belanda dengan Indonesia menjadi 6 jam lebih lambat 😊

Jalan dekat rumah

Sepatu Dinara dan Ibunya hehe

Taman Selwerd dekat rumah


Ritme kegiatan pun perlu diadjust lagi supaya tidak menabrak waktu sholat yang berubah. Dinara masih belum paham betul sehingga ketika akan pergi ke sekolah pagi hari, Dinara malah ngeles "Bu, kan masih malam." hehehe, bukan malam sayang, ini namanya waktu subuh..

Musim gugur pun identik dengan desiran angin, kelabunya langit juga derasnya hujan. Alhamdulillah.. Musim gugur kali ini entah kenapa lain dari biasanya. Kenapa ya? Saya lebih menghargai musim gugur kali ini, apakah karena musim gugur kali ini adalah musim gugur terakhir saya pada chapter kehidupan saya di Groningen kali ini (aamiin, mohon doanya ya!) 

Eh tapi, ketika saya merenung lagi, bukan kah seharusnya saya harus menikmati hari seperti ini terus? Siapa yang tahu kalau ini bukan hanya musim gugur terakhir saya, siapa yang tahu juga akan hari esok? Astaghfirulloh. Seharusnya saya selalu implikasikan "live like there's no tomorrow". Jika angin ribut saya analogikan dengan pengelaman yang kurang mengenakkan, deadline yang selalu menghantui, tentu tidak perlu saya ambil pusing ya. Senyumin aja, karena pasti berlalu *cieee.. 😊

Cherish every moment. Embrace every possibility. Love every memory. -anonim

Baiklah, selamat hari menikmati hari dan jangan lupa bersyukur hari ini yaa, let's say Alhamdulillah.. 😊

*yay, one in the draft list is check marked! Alhamdulillah. Still many posts to go 😁*
Read more >>>

Thursday, November 8, 2018

Belajar Ikhlas

"That nyessss moment"

Pernah kah teman-teman merasa dan bertanya kepada diri sendiri ketika mengalami sesuatu yang kurang mengenakkan  kenapa harus saya ya yang mengalami ini?”

Beberapa tahun yang lalu, ada kolega saya yang resign dari PhDnya dengan alasan “ingin mengurus anak” padahal PhDnya sudah setengah jalan. Saya sangat menghargai keputusannya, karena saya juga mengerti bagaimana sulitnya menjalani dua peran ini : sebagai mahasiswi dan sebagai Ibu di perantauan. Tapi, yang kurang enaknya adalah kok malah saya kena impactnya ya dari sang Bapak. Ada suatu masa ketika saya ikut course di luar (jadi tidak bisa ke Lab), tapi sang Bapak mengira saya bolos dari Lab. Saya jadi bingung kan. Rasanya gak enak banget di-suudzon-in, padahal sudah berusaha melakukan yang terbaik :(

Di lain kesempatan, di suatu kegiatan, saya membuat 'sesuatu' tapi eh tapi yang mendapat credit malah orang lain. Jackpotnya adalah... kejadiannya gak cuma sekali dong. Rasanya gimanaa gitu ya, nyessss.

....dan berbagai nyessss moment lainnya hehehe.

Tapi, semakin kesini saya jadi paham, dari kejadian-kejadian diatas dan kejadian-kejadian lainnya, semua pasti ada maksud-Nya. Everything happens for a reason.


Seperti apa kata Master Oogway pada film Kungfu Panda, there are no accidents.

Boleh jadi itu adalah wadah untuk evaluasi diri. Saatnya mengecek, apakah niat saya sudah benar atau belum ya? Apakah niatan saya sudah ikhlas hanya semata-mata karena Alloh? Apakah tadi pagi saya melalukan hal yang tidak sebaiknya? Mungkin ini karena dosa saya? dan mungkin-mungkin yang lainnya.

Ada satu quote yang paling saya suka dari Aa Gym:
Kejadian pahit yang kehadirannya justru membuat kita lebih dekat dengan-Nya, itu bukan musibah, itu ANUGERAH.
Dan juga seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).
Dari sini, saya belajar bahwa kita sebagai manusia diuji oleh Alloh dengan kejadian yang kurang mengenakkan, yang tidak disukai oleh dirinya. Tapi, mungkin justru kejadian itu lah yang bisa membuat manusia mendapatkan kebaikan dari arah yang tidak disangka-sangka.

Selamat hari Kamis! 😊

Salam,
Amalina

Ditulis untuk menasihati diri sendiri dengan tema “Ikhlas” pada #1minggu1cerita
Read more >>>

Monday, November 5, 2018

week #44 - Joining A Worldwide String Collaboration : Lord of The Rings Medley

It was like around mid-September, a Youtube channel Marijke Plays announced the third international collaboration, and this time is for Lord of The Rings Medley theme! Well, I was missing the Star Wars collab in January, so this time I don’t want to miss it again. I know it will be really nice to join this collab in my early stage of learning the instrument. 

Marijke provided the music sheets at MuseScore and it was divided into three parts with different difficulty. I was trying to practice the Violin 2 part but then, I did not have much time to practice (yes, I haven’t used the practice plan at that time). I was also busy to prepare the PhD defense party for my friend. Then I decided “okeydokey, Violin 3 then.” 

I was practicing for more less three days. It was so tricky to record my playing in front of the camera. I thought the recording was about to finished around 30 minutes or so, but it took longer than I thought!! I need to arrange the angle for the shooting, the lighting, and guess what? I hit a lot of wrong notes because… I’m so nervous! I did not know exactly how many takes it was but let me tell you, it was plenty :D Greget adalah ketika rekaman udah lancar dan masuk bagian akhir dari lagu, daaaan salah main. Sakitnya tuh di sini, balikan lagi dong dari awal, terus semakin grogi. Gitu aja terus :D  But anyway, I managed to send it to Marijke. I was afraid if my video is not sync with others, but anyway, nothing to lose. I have tried 😊

Finally, the video is out! In total, 21 violin, viola and cello players are collaborated in this ‘virtual orchestra’ and.... I am on the video, yeaaaaay!! 

Thank you, Marijke for letting me be a part of this collaboration and a lot of efforts to put all the videos together. Thank you, Andrew Hsieh for the beautiful music arrangement. 

Please kindly check this video out below, can you spot me? 😊


All the best, 
Amalina
Read more >>>

Thursday, November 1, 2018

week #43 - Creating A Practice Plan

How many hours I need to practice in a day?
That is a one million dollar questions, am I right or am I right? Ha! :)

For us as an adult beginner, of course, I would love to practice.. But then.. sometimes it's kind of difficult to find time :D For instance, I need to write my thesis, I need to take care of my daughter, there is also another 'wife work' at home, then other responsibility for the voluntary activity? Whoa, how could I manage to practice?

Alhamdulillah, I found some tips from Violinspiration :) As I mentioned in on the previous posts, I used a practice journal/bullet journal to keep in on the right track :)  But my previous practice journal was not so elaborated and at some point, I don't know what to practice. And you know what? It ends up with... repeating the same song I already could play. Well, is it counted as practicing or.... fiddle-ing? :( I found my self that the progress is a little :(

So, what did I do to improve it? 
At the beginning of October (last month), I tried to make a practice plan that has more details on it. I did also try to do practice every day but it is a short time, rather have a practice in a free day or every 2-3 days for 1-2 hours.

For instance, my plan for today :
5 minutes for Scale in G major, 2 octaves (single stroke and slur) and the Arpeggio, followed with the songs from the Fiddle Time Runners (in average 2 songs, because the songs are not that long) or the concerto for like 10 minutes. For the concerto itself, I divided into parts, let's say today I only practice for bar 46 to bar 50. yes, only 5 bars! (Currently, I'm practicing Concerto Oskar Rieding op 35 in B minor, the 1st movement)

The date is on the left corner. The left columns indicate the times. When it is done, I put a check mark on it.
It has been a month I'm using this practice plan and I think I have more progress. My intonation and my bow grip are getting better (hello double jointed fingers!). Also, my 4th finger has more strength :)

Today, I just finished the Fiddle Time Runners book, yeay!!! Looking back at those time, somehow it is hard to believe that I have been playing the violin for almost 1 year! Ma sya Alloh, Alhamdulillah :) I can't wait to start to learn the vibrato :) And also, from now on I have a lesson once every two weeks. I think it is better for me, as I need to finish my thesis and also.... my daughter is getting her lesson as well (surprise surprise!)

Wish us luck! :)

All the best,
Amalina

Read more >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik