Friday, January 12, 2018

[Umroh dengan Balita] Part 1: Persiapan dan Packing List

Alhamdulillah Alhamdulillah, segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam atas karuniaNya, kami dapat mengunjungi tanah suci dan mengerjakan ibadah umroh bersama dengan anak kami, Dinara.  Overall, saya hanya bisa mengucapkan Alhamdulillah, Alhamdulillah dan Alhamdulillah.. Terasa selalu ada jalan meskipun membawa balita. 

Setelah mengobrol dengan pak Suami, kami bersepakat untuk menuliskan pengalaman umroh kami bersama Dinara (4 tahun) di blog ini sebagai referensi saya (iya, saya suka lupa nih kalau gak ditulis hehehe)  untuk umroh berikutnya (aamiin Ya Alloh) dan semoga juga bermanfaat bagi teman-teman. Supaya tidak terlalu panjang, In sya Alloh akan saya bagi menjadi 3 buah postingan yaitu Persiapan, ketika di Madinah dan ketika di Mekkah. Oh iya, jika ada usulan lain berdasarkan pengalaman teman-teman, feel free to share :) Sip deh kalau begitu langsung saja ya. 

1. Waktu Keberangkatan
Kami memilih waktu keberangkatan akhir tahun. Pada periode ini, Mekkah dan Madinah cukup adem. Suhu sekitar 23 derajat Celcius ketika pagi dan 30 derajat Celcius ketika waktu dzuhur. Mungkin analoginya seperti musim semi di Groningen dengan matahari yang bersinar. Waktu ini cocok bagi kami karena pas dengan libur panjang Natal - Tahun Baru.

2. Rute Keberangkatan 
Mekkah dulu atau Madinah dulu? Sebetulnya dari dua kondisi itu, ada plusnya dan ada minusnya juga. Untuk orang dewasa, mungkin tidak ada masalah khusus mau kemana, lama perjalanan belasan jam, dll. Namun, karena membawa balita, perhatikan juga lama durasi perjalananan dari point to point. Yup, dari saat keluar rumah hingga sampai di hotel. 
Ada orangtua yang lebih memilih ke Madinah dahulu supaya bisa rileks sebentar karena anaknya tidak bisa dibawa langsung perjalanan yang lama. Namun ada pula yang lebih memilih ke Mekkah dahulu. Katanya supaya "sekalian" saja.
Secara personal, kami memilih rute ke Madinah terlebih dahulu karena bisa rileks dan lebih mempersiapkan diri untuk Umroh, plus juga penyesuaian kondisi untuk Dinara. 
Namun kembali lagi sebagai orangtua, kita yang paling tahu tentang kondisi anak kita. Oleh karena itu sesuaikan ya. Tentu kita ingin menjaga agar anak tetap happy kan supaya orangtuanya juga happy :)

Travel yang kami pilih. Gambar dari sini
3. Dokumen
Jangan lupa siapkan syarat-syarat dokumen yang dibutuhkan di antaranya adalah paspor, residence permit (yang masih valid minimal selama 6 bulan ke depan), pas foto, surat bukti mahrom bagi perempuan (Surat Uitreksel atau nama suami tertulis di paspor istri), dan juga buku kuning bukti vaksin meningitis. Membuat appointment vaksin menigitis di Groningen bisa dilakukan disini.

4. Cek Airlines yang Akan Digunakan
Apakah airlines tersebut memiliki fasilitas home entertainment? Jika tidak, maka masih ada waktu untuk menyiapkan hal-hal yang dapat menghibur anak selama perjalanan panjang. Syukur-syukur anak bisa tidur selama di pesawat ya :) Namun tidak ada salahnya untuk jaga-jaga. Pengalaman kami  kemarin terbang dengan menggunakan EgyptAir dan di dalamnya tidak ada home entertainment. Alhamdulillah saya membawa beberapa worksheet untuk mewarnai, buku cerita favorit dan sempat mendownload app Baby Shark di detik-detik terakhir (haha).

4. Check-in Online 
Kalau formasi tempat duduk pesawat 3-3-3 ya tidak masalah ya. Tapi kalau 2-4-2? Walaupun nanti akan berangkat dengan grup, saya merasa check in online ini sangat penting. Memilih tempat duduk di pesawat to make sure saya suami dan anak duduk berdekatan agar perjalanan menjadi nyaman. Biasanya check-in online dapat dilakukan 48 jam sebelum keberangkatan.

5. Bagasi
Mengecek aturan bagasi juga tidak kalah penting. Pengalaman kami dengan EgyptAir, setiap orang diperbolehkan membawa 2 bagasi/koper dengan berat maksimal masing-masing 23 kg. Pada akhirnya kami membawa total 3 buah koper. 1 buah koper (ukuran untuk kabin) diisi full dengan makanan, snack yang BANYAK, susu UHT kotak, jus buah kotak dan kado-kado untuk Dinara (yang nantinya diberikan secara bertahap hehe). 
Bukan berarti di Mekkah dan Madinah gak ada snack lho ya hehehe.. Namun, kami beranggapan lebih baik membawa banyak snack favorit Dinara terlebih untuk kado-kado kecil "penghilang bosan". Toh snacknya tidak akan dibawa pulang kan.. Alasan yang lainnya juga adalah kami tidak ingin membuang-buang waktu awal disana dengan mencari tempat beli snack atau mainan anak-anak yang kami tidak tahu apakah Dinara suka atau tidak. We would like to use our time there as efficient as we could.
Pada akhirnya 1 koper tersebut kosong dan bisa kami isi dengan oleh-oleh untuk keluarga kami di Indonesia seperti sajadah, abaya, dll. Yiipppie!

Berikut adalah checklist barang bawaan kami
  • Stroller. Ini wajib dibawa karena nanti disana akan banyak berjalan kaki. Walaupun nanti stroler tidak bisa dibawa masuk ke dalam Masjid, namun bisa disimpan di halaman Masjid. Di Masjidil haram, ada tempat parkir khusus untuk baby stroller yaitu di sebelah kanan dan kiri gerbang no 1 King Abdul Aziz.
  • Ransel atau tas kecil, untuk dibawa ke masjid, berisi Al-Quran, catatan doa, snack dan mainan anak
  • Kado kecil untuk anak, misalnya buku mewarnai, stiker-stiker gambar kartun kesukaan anak, buku cerita, dll.
  • Buku Tilawati Anak. Sambil menunggu waktu Isya di pelataran masjid, saya selalu sempatkan Dinara untuk membaca buku Tilawatinya. Satu halaman saja per hari cukup membuat saya bangga akan Dinara :)
Sebagian perlengkapan penghilang bosan Dinara
  • Makanan : beras (dan rice cookernya), makanan kering seperti abon, tempe kering atau rendang. Tidak lupa 4 buah pop mie ;)
  • Snack seperti oreo, wafer, lollipop (penting!), rozijntjes, snikkers, dll.
  • Minuman kotak ukuran 200 mL: Susu UHT kotak (12 kotak) dan jus buah (12 kotak)
  • Hand sanitizer 
  • Deterjen bubuk 
  • Selimut kecil untuk anak
  • Kamera (hanya bisa dipakai di pekarangan masjid karena tidak boleh dibawa ke dalam) 
  • Botol air minum. Penting untuk refill air zamzam setiap habis dari masjid :)
  • Obat-obatan. Walapun disana terdapat banyak apotek, tidak ada salahnya membawa obat-obatan sendiri seperti parasetamol, nose spray, obat diare, betadine, tolak angin, obat batuk, obat pencahar, plester, minyak angin, balsem, dll.
  • Alas kaki yang nyaman. Hehe, yang ini khusus untuk para orangtua. Pengalaman saya menggunakan sendal teplek di hari pertama disana membuat kaki saya lecet. Hari kedua dan seterusnya saya menggunakan sepatu kets yang memiliki bantalan yang empuk. Alhamdulillah super nyaman!  :)
  • Sunglasses, walapun akhir tahun cenderung dingin namun sinar matahari cukup menyilaukan ketika waktu Dzuhur-Ashar
  • Toiletries non perfumed (sabun, sampo, sabun cuci muka, moisturizer, body lotion, deodoran, tisu basah, lip balm). Walaupun aturan 'dilarang menggunakan barang-barang berparfum' hanya saat berihram namun kami memilih untuk "pukul rata saja deh semuanya"  :)
Toiletries Umroh_1

Toiletries Umroh_2

  • Vaseline
  • Kapas, tissue, cotton bud
  • Plastik kresek untuk sendal/sepatu dan plastik kecil untuk bungkus makanan. Setiap kami ke masjid, selalu ada saja yang memberikan coklat atau permen untuk Dinara. Alhamdulillah.
Begitulah kira-kira persiapan yang kami lakukan. Tak lupa, yang paling utama adalah perbanyak berdoa, taubat and manage your expectation (yang ini akan saya ceritakan di bagian selanjutnya ya)

Sisanya serahkan pada Alloh :) Baiklah, cukup segini dulu cerita saya. Semoga bermanfaat :) 

Semoga ibadah yang akan atau yang sedang dipersiapkan dapat berjalan dengan lancar ya. Aamiin.. Saya titip doa ya semoga saya dan keluarga bisa kembali lagi ke tanah suci. Aamiin :)
Read more >>>

Anak-anak pun mengaji di Groningen :)

Tinggal sebagai minoritas tentunya ada tantangan, salah satunya mendidik anak tentang agama Islam. Tidak ada pelajaran agama di kurikulum sekolah formal di Groningen. Namun, kekhawatiran ini meluruh dengan adanya Taman Pendidikan Al-Qur'an (atau yang disini biasa disebut Pengajian Anak) di Groningen. 

Pengajian Anak diinisiasi oleh Ibu Rini Nurintani dan juga Ibu Rohmah sekitar 4 tahun yang lalu, Alhamdulillah berjalan hingga sekarang. Ibu Rini memiliki background guru TPA dan mengajar membaca Al-Qur'an dengan metode tilawati. Pengajian Anak rutin diadakan setiap hari Minggu, pukul 11.00 hingga 12.30, dilanjut dengan sholat dzuhur berjamaah. Apabila waktu Summer, pengajian anak diadakan jam 12.00

Santri yang mengikuti Pengajian Anak ini adalah anak-anak Indonesia yang tinggal di Groningen, mulai dari umur 2 tahun.  Nah, karena umurnya beragam, maka kegiatan ini dibagi dua kelas yaitu kelas PAUD untuk anak umur 2 - 6 tahun (buku materi Tilawati PAUD - Tilawati 2) dan kelas Tilawati untuk anak 7 tahun ke atas (buku materi Tilawati 2 - Tilawati 6). 
Tempat dilaksanakannya kalau kata orang Sunda mah "nguriling, mapay" :) alias gantian. Siapa saja boleh menjadi tuan rumah :) Jika ingin menjadi tuan rumah, daftar dulu ke pengurus sehingga nanti akan dimasukkan ke dalam jadwal. 

Kegiatan Pengajian Anak setiap pekannya dimulai dengan membaca doa sebelum belajar, surat Al Fatihah, surat An-Nas, surat Al-Falaq, surat Al-Ikhlas, surat Al-Kautsar dan Ayat Kursi bersama-sama. Kemudian, dipisah antara kelas PAUD dan kelas Tilawati dengan kegiatan dan pengajar masing-masing. Alhamdulillah, dimulai 6 bulan yang lalu saya diberikan kesempatan untuk berkontribusi aktif dalam mengajar kelas PAUD. Setiap pertemuan, selain belajar membaca huruf hijaiayah, in sya Alloh disisipkan sedikit materi, tentunya dengan cara yang menyenangkan dan juga dengan lagu-lagu. Kami selalu nyanyikan lagu Rukun Islam, lagu Nabi Muhammad, lagu tentang malaikat dan lainnya. Setelah selesai, kegiatan ditutup dengan doa senandung Al-Qur'an.

Semakin hari, santri pun semakin banyak. Sampai sekarang, untuk santri PAUD berjumlah 16 orang dan santri Tilawati berjumlah 8 orang.




Ya Allah rahmatilah kami dengan al Qur’an. Jadikan Ia imam kami, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah kami apa yang kami lupa dan ajarkan bagi kami apa yang kami jahil. Karuniakanlah kepada kami untuk dapat membacanya sepanjang malamnya dan sepanjang siangnya. Jadikanlah ia perisai (pelindung) kami. Wahai Tuhan sekalian alam.
Semoga kegiatan ini diberkahi Alloh dan selalu ada hingga seterusnya aamiin :)
Read more >>>

Friday, December 22, 2017

Diary + Planner + Organizer = Bullet Journal

Halo semuanya..
Ma sya Alloh, ini sudah postingan ketiga untuk hari ini hehehe..Dinara tidur cepat, jadi saya bisa me time lebih lama deh :) 

Dua bulan yang lalu saya terkena burn-out yang cukup parah. 
"Duh kok eksperimen ini belum ya, perlu kontrol tambahan. Oh iya, course itu tempatnya dimana ya. Loh bentar-bentar, jadwal vaksinasi Dinara tuh minggu depan atau minggu depannya lagi sih. Menu hari ini semur telur eh tapi kemarin harusnya beli telur kan stoknya habis."
My head was spinning and spinning dan banyak hal yang berseliweran di kepala. Familiar dengan situasi di atas? Kalau iya, tos dulu dong. hehe.

All right, Alhamdulillah kini situasi seperti itu tereduksi karena dibantu oleh bullet journal. Apa sih bullet journal itu? Supaya lebih afdhol, penjelasannya langsung dari pencipta metode ini, bisa dilihat di video di bawah ini ya! :)


Yap, bullet journal ini sangat membantu saya dalam perencanaan kegiatan, hobi dan habit saya. Saya pun menulis semua ide dan catatan-catatan penting disini agar semua terlokalisasi (tsah) dan tidak tercecer.

I'm not a fan of doodling, or drawing. I'm not that good at hand-lettering either, tapi saat membuat template menjadi hal yang saya tunggu-tunggu (template weekly atau monthly), karena saya senang sekali membuat dekorasi templatenya dengan warna-warna, stiker (kadang saya pakai stiker punya Dinara hehehe) dan juga washi tape kesukaan saya. Setiap selesai mengerjakan dan melihat kertas yang warna-warni, ada rasa senang. It's kind way of stress release as well for me.

Untuk template, saya biasanya mencari referensi di youtube atau Instagram. Cari saja dengan tag #bulletjournal, banyaaaaak sekali template yang bagus banget. Mulai dari yang minimalis sampai yang kompleks hehe.





Setelah dua bulan menggunakan bullet journal, saya bisa men-track amalan harian dan amalan sunnah untuk perbaikan spiritual saya, hobi baking, melihat progress latihan biola (seperti yang saya tulis disini), blogging, sampai jadwal maskeran dan benang gigi (haha!!) Dengan mudah saya bisa mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan dalam satu bulan kemarin, dan apa yang perlu dilakukan untuk perbaikan di bulan berikutnya. Alhamdulillah, I feel more organized and energized.

Semoga ini bermanfaat juga untuk teman-teman ya :)
Read more >>>

Hari terakhir di daycare KITS

Halo semuanya :) Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat ya..

Anakku sudah 4 tahun, sudah besar... saatnya masuk Basisschool dan lulus di Daycare, yeay! 

Di hari terakhir ini diadakan acara farewell :) Dinara menyiapkan bingkisan untuk teman-teman di kelasnya berisi buku mewarnai, spidol warna dan juga buku stiker mini. Dimana belinya? Oh tentu saja di toko Action kesayangan kita semua (eh, kita? saya aja kali ya.. ;P)

Siap membuat bingkisan :)





Sedangkan untuk guru-gurunya, Dinara dan orangtuanya buatkan prakarya. Dinara mewarnai huruf-huruf dan menempelkannya di kertas, ditambah foto dan stempel 'Thank You' .


Begini hasilnya.. Kami membuat 8 buah prakarya dengan nama masing-masing guru

Di balik layar HAHAHA

Selain itu, Dinara request dibuatkan cupcake coklat Ibunya. okeydokey, anything for you deh, Neng.. :)

Resep bisa dilihat disini ya :)



Siap dibawa :)

Jujur saja saya gak bisa menahan tangis ketika hari itu. KITS sudah seperti rumah kedua bagi Dinara, Dinara sudah berada disana sejak bayi (umur 5 bulan). Salah satu gurunya pun ikut menangis haru. Yah, kita jadi menangis berjamaah deh :') 



Thank you KITS for these 3.5 years.. :') 
We gaan jullie missen!
Read more >>>

Flashback : survey sekolah anak

Halo semuanya. Entah angin dari mana tiba-tiba moodnya ingin menuliskan ini.
Flashback ke kira-kira 9 bulan yang lalu dimana kami melakukan survey untuk sekolah Dinara. Di Belanda, ketika anak berumur 4 tahun, anak sudah bisa masuk sekolah dasar atau yang disini disebut Basisschool. Kelas 1 disini setara dengan TK A.

Secara umum sekolah disini kualitasnya merata, bagus semuanya. Hanya saja setiap sekolah memiliki metode yang berbeda-beda. Misalkan sekolah A metode yang digunakan adalah Montessori, sekolah B menggunakan metode Dalton, dan yang lainnya.

Sebelum mengunjungi sekolah, kami membuat janji terlebih dahulu melalui e-mail. Alhamdulillah, sambutannya sangat baik. Tentu saja saya menyiapkan pertanyaan-pertanyaan :) Saya tulis pertanyaan-pertanyaan saya disini ya untuk keperluan survey sekolah Dinara nantinya di Indonesia hehehe..

1. Misi dan visi sekolah
2. Apakah ada syarat atau ketentuan khusus bagi anak untuk masuk ke sekolah ini?
3. Ada berapa anak dalam satu kelas?
4. Bagaimana sistem di sekolah?
5. Apa saja aktivitas anak nanti selama di sekolah?
6. Bagaimana cara guru mengevaluasi anak?
7. Berapa biaya sekolah?
8. Bagaimana sistem keamanan di sekolah?
9. Bagaimana cara sekolah mengajarkan disiplin pada anak?
10. Apakah akan ada kegiatan di sekolah yang bisa membuat anak berani tampil, misal pentas seni dll?

Banyak juga ya, belum ditambah dengan pertanyaan lanjutan ketika percakapan berlangsung tapi ada beberapa pertanyaan yang sudah duluan dijawab oleh pihak sekolah sebelum saya tanyakan :)

Alhamdulillah.. Mudah-mudahan bermanfaat juga bagi teman-teman :)
Read more >>>

Wednesday, December 20, 2017

week #4 - week #5 no violin lessons

Hello there! 
another update for the violin progress :) 
So, a week ago... I was not able to come to the violin lesson because I had a meeting with my supervisor. Thank God, the meeting was nice & run smoothly :) and Thank God, on that week I managed to keep practicing, and the good thing is.. I reached my goal, Alhamdulilah. I was super ready to play two songs in front of my teacher for the next lesson. 

Apparently.... on Monday morning (which was two days ago), I received a message that my teacher was ill. So, again, no lesson.. 

Anyway, maybe it is a sign that I should do more preparation for my holiday :) 
It's time for a break until the first week of January!  I wish you all have a nice holidays!

Listened to : Itzhak Perlman - Schinder's List
yes, this song is already in my songlist, hope I could play this one day :)
Read more >>>

Monday, December 18, 2017

:)

this picture is taken from here
Read more >>>

Sunday, December 17, 2017

Dinara (dan saya) membuat Brownies Red Velvet ;)

Halo semuanya! :) 
Ma sya Alloh, Dinara senaaang sekali membantu saya membuat kue. Kali ini kami membuat Brownies Red Velvet. Resep ini sebenarnya sudah pernah saya share di blog ini, namun takarannya masih dalam takaran cup. Disini saya tuliskan dalam takaran gram dan juga step-stepnya ya.. 
Let's jump right in :)

Bahan-bahan untuk Brownies:
- 110 gram mentega, suhu ruang
- 2 butir telur
- 200 gram gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- 100 gram tepung terigu
- 2 sendok makan coklat bubuk
- 1 sendok teh cuka apel (kalau tidak ada cuka apel, cuka masak pun tidak apa-apa 😊)
- 1 sendok teh ekstrak vanila
- 1/2 - 1 sendok makan pewarna makanan merah

Bahan-bahan untuk lapisan cream cheese: 
- 200 gram cream cheese
- 3 sendok makan gula pasir
- 1 butir telur
- 1/2 sendok teh ekstrak vanila

Cara membuat: 

1) Panaskan oven pada suhu 160 derajat Celcius.

2) Kocok mentega dan gula menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi hingga lembut

tetep gaya dulu ya, Neng >.<

3) Tambahkan telur, kocok hingga rata


4) Kemudian, tambahkan coklat bubuk dan garam, aduk hingga rata

what a grin! 😁
5)  Masukkan cuka, dan pewarna merah. Aduk.

6) Tambahkan tepung terigu, aduk rata dengan menggunakan spatula. 
Ada yang keukeuh ingin pakai measuring cup


aduk aduk.. jangan sampai overmix ya, teman-teman ;)
7) Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialasi kertas roti. Sisakan kira-kira 3 sendok makan adonan untuk membuat marble di atas lapisan cream cheese. Sisihkan.

8) Dalam wadah lain, kocok cream cheese, gula dan telur. Aduk rata dengan menggunakan whisk.

"Kita tambahkan cream chesse ya, Bu!"


9) Tuangkan lapisan cream cheese di atas adonan brownies, ratakan. Kemudian, sendoki sisa adonan brownies sedikit demi sedikit di atas lapisan cream cheese hingga adonan habis.


10) Lalu, buat efek marble (saya menggunakan pisau roti)



11) Panggang adonan selama 30 menit atau lakukan tes tusuk.

12) Keluarkan loyang dari oven, dinginkan terlebih dahulu hingga suhu ruang sebelum disajikan :) 

tadaaaa! Setelah dipotong malah ga kefoto >.<
Alhamdulillah.. Happy baking! 😊

Source : Red Velvet Brownies - Laura Vitale
Read more >>>

Saturday, December 16, 2017

Brownies Fudgy

Ibu: "Dinara mau bikin kue apa?"
Dinara: "Brownies!"
Ibu: "Brownies apa? Yang merah atau yang coklat?"
Dinara: "yang coklat!!"
Ibu : "Yuk kita bikin yuk"
Bahan-bahan:

- 142 gram mentega, suhu ruang
- 200 gram coklat blok, lelehkan
- 200 gram gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- 1 sendok teh ekstrak vanila
- 1 sendok makan coklat bubuk
- 2 butir telur
- 1 sendok teh kopi bubuk yang dilarutkan dengan 2 sendok makan air hangat
- 85 gram tepung terigu
- Almond secukupnya

Cara Membuat:

1) Panaskan pada suhu 160 derajat Celcius. Siapkan loyang brownies, alasi dengan kertas roti

2) Di dalam wadah besar, kocok mentega dan gula dengan menggunakan whisk

3) Tambahkan telur satu per satu, aduk rata

4) Tambahkan coklat bubuk, garam, dan ekstrak vanilla, aduk rata

5) Tambahkan kopi yang sudah dilarutkan, aduk hingga rata

6) Tambahkan tepung terigu, aduk dengan spatula hingga rata, jangan sampai overmix ya..


7) Tuangkan adonan ke dalam loyang. Taburkan almond di atasnya


8) Panggang selama 40-45 menit, atau lakukan tes tusuk

9) Dinginkan dahulu selama kurang lebih 5-10 menit

10) Potong dan sajikan :)


Mudah sekali kan membuatnya? No mixer, tinggal aduk-aduk, panggang, lalu jadi deh hehe :)
Happy baking! ☺

Source: Brownies Fudgy - Laura Vitale
Read more >>>

Sunday, December 10, 2017

Star Wars in Concert - Nederland Philharmonic Orchestra

Alhamdulillah Alhamdulillah.. Praise to Allah, finally one of my dream came true.. :) 

This concert was held a week ago. I would like to thank my lovely husband for taking care of Dinara during the concert. Yeah, she does not like anything that has a big sound and a little light. So I went there with my friend, Danae! thank you for saying "let's go" :)


the Force was with us!


Epic opening! The conductor was wearing Darth Vader suits and lighter saber for his stick!



Song lists:
- The Imperial March
- 20th Century Fox Theme (variation)
- Star Wars Main Title / Rebel Blockade Runner
- Yoda's Theme
- The Asteroid Field (variation)
- Walkürenritt (Richard Wagner)
- Rey's Theme
- March of the Resistance
- The Jedi Steps and Finale
- Battle of the Heroes
- Mars, the Bringer of War
- Rebel Blockade Runner
- Duel of the Fates
- Scherzo for X-Wings
- Princess Leia's Theme
- Throne Room and End Title



It's also available on youtube!

Alhamdulillah. Thank you, Nederland Philharmonic Orchestra for the unforgettable night :)
Read more >>>
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik