Saturday, May 30, 2020

Nutella Thumbprint Cookies


Nutella Thumbprint Cookies

Bahan-bahan:
  • 100 gram butter
  • 50 gram margarin
  • 225 gram tepung terigu
  • 120 gram gula halus
  • 100 gram kacang mede, cincang halus
  • 1/4 sdt baking powder
  • 20 gram susu bubuk
  • 20 gram tepung maizena
  • 3-4 sendok makan nutella, masukan ke dalam piping bag 
  • 1 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
Cara Membuat 
1) Dalam wadah, campurkan tepung terigu, maizena, susu bubuk dan baking powder. Aduk sampai rata.
2) Dalam wadah lain, kocok mentega, margarin dan gula halus sampai rata. Kemudian tambahkan kuning telur. Kocok hingga rata. 
3) Tambahkan campuran tepung, aduk dengan spatula. Jika adonan terlalu lembek, boleh ditambahkan dengan 1 sdm tepung terigu.
4) Bulat-bulatkan adonan sebesar bola bekel (kalau saya ditimbang satu per satu seberat 10 gram hehehe). 
5) Gulingkan bulatan adonan kue ke dalam putih telur, lalu gulingkan ke dalam wadah yang berisi kacang mede halus
6) Tata di atas loyang yang sudah dialasi kertas kue. Kemudian beri cekungan pada adonan kue dengan cara menekannya dengan jempol
7) Panggang dengan suhu 170 derajat Celcius selama 10 menit
8) Keluarkan dari oven, lalu isikan filling Nutella pada cekungan di tengah kue

Kue setelah diisi dengan Nutella

9) Panggang lagi selama 10 menit atau sampai keemasan
10) Keluarkan dari oven, tunggu hingga dingin sebelum disajikan :) 

Ada yang gak sabar nyicip hihihi.. 

Selamat mencoba! Happy baking!
Read more >>>

Cerita Idul Fitri 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19


Halo! Selamat hari raya Idul Fitri! Taqabbalallahu minna wa minkum. Kami mohon maaf lahir dan batin ya. Semoga amalan kita semua selama bulan Ramadhan diterima Allah, aamiin aamiin aamiin.. 
Gimana nih cerita lebarannya dalam masa pandemi ini? 

Meskipun lebaran #dirumahaja, semoga silaturahim masih terjaga ya insya Allah. 

Hari Lebaran #1
Lebaran kemarin kami sholat Idul Fitri di rumah, suami menjadi imam dan menjadi khatib pada sholat Idul Fitri 😊 Kemudian, kami tentu saja foto keluarga bersama mumpung momennya pas. Secara belum punya foto keluarga lengkap berempat sejak ada baby DNA hehehe.. 



Setelah foto keluarga yang mengandalkan tumpukan buku+self timer kamera, kami bersilaturahim online dengan keluarga inti dari saya. Alhamdulillah koneksinya baik sehingga kami dari Jakarta, orangtua dan adik dari Karawang dan kembaran saya yang sedang ada di Tokyo bisa sungkem online. Meski pun hanya menggunakan Zoom, tetap saja heboh hehehe. 



Kemudian, Zoom session pun dilanjutkan dengan keluarga besar dari Mamah. Alhamdulillah bisa bertemu lagi dengan Ua - Ua dan juga Mamang - Bibi setelah tidak lebaranan dengan Beliau-beliau selama 6 tahun lamanya. Yup, selama ini Lebaran selalu di Belanda karena Qadarullah selalu jatuh tepat di musim panas sehingga... harga tiket pulang mahal bhosque hehehe. 


Nah, karena pada silaturahim ini salah satu Mamang berhalangan hadir, maka silaturahim online ini diadakan kembali keesokan harinya. 

Pada malam hari sebelum silaturahim hari kedua diadakan, kira-kira sekitar pukul 19:00, tiba-tiba saya kepikiran untuk membuat kuis berhadiah supaya silaturahimnya jadi lebih meriah. Ide ini terinspirasi dari De Gromiest yang mengadakan acara Ngabuburit+Quiz menggunakan media Zoom dan Kahoot.it. 

Saya pun berdiskusi dengan kembaran saya, Amel, kira-kira doable ga ya, keburu gak ya persiapannya, soalnya ini projek Sangkuriang alias harus jadi dalam waktu semalam 🙆

Amel pun setuju dan saya pun langsung mengontak Mang Ceppy. Saya meminta Mang Ceppy untuk membuatkan pertanyaan seputar Keluarga Alm. Eman Sulaeman, seperti siapa kah nama kandung Ibunya Nenek, kapan tanggal lahir Nenek, kapan tanggal lahir Kakek, dsb. 

Supaya semakin meriah, saya pun menyisipkan pertanyaan ilmiah mengenai pandemi Covid-19 dan juga pertanyaan random seputar drakor The King Eternal Monarch wkwkwkw.. 

Setelah Mang Cepy setuju, saya pun gerak cepat men-generate pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam web Kahoot. Malam itu juga saya meminta untuk mengetes sistemnya (kombinasi Zoom dan Kahoot), supaya tahu hal-hal teknis apa saja yang harus saya lakukan sebagai host Kuis Silaturahim Keluarga Cimindi ini hehehe.. Saya dan Amel pun membuat teknis pelaksanaan Kuis supaya bisa nantinya bisa berjalan lancar. Dan technical meeting ini pun selesai jam 12 malam.





Hari Lebaran #2

Yeay, silaturahim+Kuis berjalan dengan lancar. Kuis dibuka dengan lagu main theme "Who wants to be a millionaire" supaya suasananya  meriah dan atmosfer kompetisi tercipta 😎 #tsah

Saya juga pertama kalinya menjadi host Quiz via Kahoot.it. Tebak apa rasanya? Yup, saya merasa seperti komentator sepak bola dan cukup heboh, apalagi partisipannya keluarga. Kebayang kan hebohnya Ua-Ua dan Bibi-Bibi hehehe.. But I enjoyed it very much 😁 

Oh iya, Kuis ini berhadiah lho hehehehe.. Saya, Amel dan Mang Cepy udunan untuk membelikan voucher GoPay atau Pulsa bagi pemenang hihihi..





Alhamdulillah, meskipun lebaran #dirumahaja namun masih bisa semarak. Respon dari keluarga pun baik. Katanya kuisnya seru dan ingin ada kuis seperti ini lagi kalau ada acara silaturahim (lah ketagihan hehehe..) 

Mudah-mudahan projek Sangkuriang ini jadi amal sholeh kami membahagiakan keluarga dan  membahagiakan Alm. Kakek-Nenek di sana, aamiin :')

Jakarta, 30 Mei 2020
Amalina
Read more >>>

Tuesday, May 12, 2020

Ramadhan 1441H kami dan Pandemi Covid-19


Halo semuanya. Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat ya.. masih #stayathome kan..

Masya Alloh, tak terasa sudah masuk hari ke 18 Ramadhan ya.. Ini adalah Ramadhan pertama kami di Indonesia sejak kami menikah (hohoho, setelah 7 tahun lamanya)
Tapi karena pandemi ini, Ramadhan kami di Indonesia jadi rasa Ramadhan di Belanda (baca: tidak mudik dan tarawih di rumah hehehe) dengan durasi puasa yang lebih pendek dan konstan :) 

Masya Alloh tantangan Ramadhan buat saya kali ini adalah bukan lagi menghandle rasa lapar dan haus, tapi lebih ke bagaimana menahan nafsu terlebih bagaimana handle kegemesan ini sama si Kakak. Si kakak yang volume suaranya besar kadang sampai baby terbangun dan sekarang ngelesnya udah pinter nih, adaaaaa aja alasannya 😆  Oh iya, Kakak sudah sudah saya 'rumahkan' sejak pekan kedua Maret, sedangkan suami mulai official bekerja dari rumah pekan terakhir bulan Maret. Qadarulloh, saya sedang cuti melahirkan. Jadinya gak dapet PR dari kantor hehehe.. 

Tadinya saat cuti melahirkan ini inginnya sambil update blog dan merampungkan list draft (terlebih pengalaman saat di Groningen sebelum terlupa), ingin baca literatur tentang projek yang sedang dilakukan, ingin latihan biola rutin lagi (yap sekarang seminggu sekali aja udah uyuhan hehe). Tapi tapi kenyataan berkata lain, entahlah saat ini kadang saya malah lebih capek dibandingkan dengan biasanya. Adakah Ibu-ibu disini merasakan hal yang sama? Entah karena rasa bosan bin penat sehingga jadi lebih "sensitif"? 
Kalau udah datang rasa-rasa yang begini, saya langsung WA kembaran saya dan bilang 'butuh ngobrol nih, teleponan yuk. Kalau didiemin terus takutnya nanti berubah jadi singa. Wkwkwkwk'. 

Selain tantangannya, tentu ada bahagianya juga dong (in attempt to look at the bright side 😁)
Alhamdulillah, karena #dirumahaja, kami bisa sholat berjamaah hampir setiap waktu. Alhamdulillah Kakak intensif menghapal surat surat pendek Al Qur'an dan membaca buku Tilawatinya setiap hari. Saya juga baking setiap pekannya karena busui butuh doping yang manis manis biar asi lancaaarr dan tetep happy pastinya :) Kami punya waktu bersama lebih banyak, sampai kami beli mainan-mainan legend di Shoppee. Coba tebak apa? Yup, mainan balon tiup TATATA, monopoli dan mainan BP hahahaha.. :) 

Siapa yang masa kecilnya juga main mainan di atas? ;)

Selain itu, Kakak bisa bersilaturahim lagi dengan teman-temannya di Groningen karena setiap Ahad selalu ada pengajian anak online deGromiest Kinderen via Zoom, yeaay! 

Pengajian Anak Online deGromiest Kinderen
Masya Alloh, sekarang apa yang biasa jadi terasa berharga. Pergi ke luar rumah pun rasanya bahagia banget (walaupun cuma ke tukang sayur 10 menitan aja hehe). Alhamdulillah masa cuti melahirkan ini ditemani full team dengan keluarga dan mungkin masih banyak lagi hikmah yang belum saya ngeh. Insya Alloh selalu ada bahagia di setiap kejadian :)

Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir ya. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan sabun dan pakai masker kalau keluar rumah :) Stay safe and healthy everyone!

Jakarta, 9 Mei 2020
Amalina
Read more >>>

Sunday, April 26, 2020

Buku Kegiatan Ramadhan 1441H Dinara dan Ibunya :)


Alhamdulillah, tahun ini Dinara semangat menyambut bulan suci Ramadhan. Supaya suasanya berbeda dengan bulan lainnya, Dinara membuat dekorasi sederhana yang terbuat dari kertas HVS. Ibu Dinara membantu menuliskan huruf R, A, M, A, D, H, A, N pada kertas dan Dinara mewarnainya dengan krayon.







Selain itu, Dinara pun membuat buku kegiatan Ramadhan. Buku ini terbuat dari beberapa lembar kertas HVS dihiasi dengan stiker-stiker dan washi tape favoritnya.





Salah satu isi dari buku kegiatan ini adalah ibadah tracker. Setiap kali ibadah dijalankan, maka kolom yang sesuai akan diberi gambar hati ♥️ 



Selain itu, buku ini juga berisi lembar bersyukur. Setiap harinya Dinara akan menuliskan rasa terimakasihnya kepada Allah.



Oh iya, Ibunya buat ibadah tracker juga lho.. Gak mau kalah sama anak doong, biar tambah semangatt :)



Semoga Dinara dan kita semua semakin semangat untuk menjalankan ibadah Ramadhan tahun ini dan bisa istiqomah menjalankan amalan-amalan ini bulan-bulan berikutnya aamiin..


Happy Ramadhan! 

Jakarta, 26 April 2020
Amalina
Read more >>>

Wednesday, April 22, 2020

Hora Finita! Officially a PhD, Alhamdulillah.



Photo by Masyitha

Alhamdulillah.. selesai juga perjalanan panjang ini :') 

Setelah melewati berbagai eksperimen, revisian, diskusi, weekly meetings, presentasi, courses, conferences dan requirements lain dilalui, akhirnya saat itu datang juga: acc dari Promotor untuk PhD thesis defense

"Well, shall we submit to the system?" kata Bapak Promotor.

Saya masih ingat saat itu saya berkata "oh my, it is getting real." 
Tak pakai lama, saya pun segera submit draft thesis pada sistem Hora Finita. 

Qodarulloh, saya dan suami submit draft thesis dalam pekan yang sama dan kami pun sibuk menelepon PhD graduation office untuk bertanya kapan tanggal yang available untuk PhD ceremony/graduation. Kala itu kami agak sedikit mendesak untuk bisa sidang sebelum summer break. PhD thesis submission dan request tanggal untuk PhD defense ini at least 3 bulan in advance karena ada beberapa proses di dalam rentang waktu tersebut. 

To make long story short, saya mendapatkan tanggal sidang di pekan pertama bulan Juli, sedangkan suami mendapatkan tanggal sidang 1,5 pekan sebelum saya yaitu di akhir Juni. 

Persiapan untuk PhD thesis defense kami lakukan semua bersama-sama and indeed it was a very stressful moment for us. Mulai dari memilih percetakan buku thesis, layouting buku, design cover buku, tempat untuk resepsi, membagikan buku thesis/undangan untuk kehadiran saat PhD ceremony, memilih paranymphs (pendamping wisuda), memikirkan kado untuk supervisor, memilih tempat untuk reception dinner, revisian dari reviewer untuk chapter yang akan dipublish saat itu dan masih banyak yang lainnya. Tak lupa mengurus administrasi terminasi kontrak apartemen, listrik, air, dan kawan-kawannya karena kan mau pulang ke tanah air (Hore!). 

Singkat cerita, suami lulus duluan. Saya gak bisa menahan tangis haru. Satu sudah selesai, tinggal saya-eun :') 


Alhamdulillah.. Azis Adharis, PhD :)

Beberapa hari setelah suami selesai PhD defense alias satu pekan sebelum saya defense, saya mendapatkan hadiah in advance dari Alloh: I figured out that I'm pregnant.. :') masya Alloh, my PhD journey was started and will be ended by pregnancy :')

Semakin hari mendekati hari H, rasanya ga bisa dideskripsikan..  ditambah lagi rasa mual dan cepat lelah membuat saya tidak bisa konsen belajar 😅 Ketika mau belajar, eh saya malah tertidur di perpustakaan. Ketika mau belajar, eh mual 😅 Saya sampai menyelinap membawa minuman jahe ke dalam perpustakaan supaya tidak mual hahaha.. 😅 Ya Alloh.. saat itu rasa rasanya saya hanya ingin segera lulus saja deh hehehe..
Dan hari itu pun tiba. Jujur, saya sangat gugup. Saat penguji pertama bertanya, pertanyaan pertama Beliau sama sekali tidak bisa saya jawab. At that time I feel like it was the longest minute in my life. Saya langsung melihat wajah suami dan para paranimf (pendamping wisuda), masya Alloh senyum mereka menyemangati saya :) 


Para Penguji >.< (Photo credit: Aleksandra Zielienska)

(Photo credit: Aleksandra Zielienska)


Alhamdulillah pertanyaan dari penguji lain dapat saya jawab dengan lancar, apalagi penguji terakhir hehehehe. Sayangnya ketika saya hendak jelaskan lebih jauh, pedel sudah datang dan berkata "Hora Finita!"
Untung penguji ketiga bawaannya santai, jadi bisa "bernafas" sedikit lah hehehe..
Tak lama kemudian, prosesi pengumuman kelulusan pun dilakukan. Saya tidak tahan menangis haru :') 

(Photo credit: Aleksandra Zielienska)

Ketika Promotor menyampaikan kesan-kesannya terhahap saya sebelum pengumuman kelulusan

Yeay, lulus!!

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan resepsi di sebuah aula di Academic Building dan malam harinya dilanjut dengan acara syukuran dinner bersama dengan grup penelitian. 

Me and my book :)



(Photo credit: Aleksandra Zielienska)

Sebelum acara dinner selesai, kedua paranymph memutarkan sebuah film persembahan yang isinya parodi ketika saya menjadi masih PhD student. Saya sampai terbahak bahak menontonnya :D Kemudian, saya pun memberikan kenang-kenangan untuk Promotor, kedua paranymph dan juga teman-teman satu grup penelitian. 





Beberapa hari kemudian, saya datang lagi ke lab. Bukan untuk ngelab dong tentunya.. But to say good bye for the last time :) Tidak lupa memfotokopi buku-buku lab journal dan berfoto di lab (yang tidak biasa saya lakukan haha) buat kenang kenangan nantinya :)


Amalina and the "lovely" Fluorimeter hahaha :)



I always fill this 20L running buffer bucket during my PhD. I am gonna miss this for sure.


Bye, desk!

In front of the office



Alhamdulillah. Selesai sudah perjalanan panjang ini. Semoga ilmu yang saya dan suami peroleh selama masa studi ini berkah dan dapat bermanfaat di tempat kami mengabdi nantinya. Aamiin.. 

Suami bawa ijazahnya di hari kelulusan saya supaya bisa foto keluarga dengan ijazah kami masing-masing hehehe..

Yeay we nailed it!
Read more >>>

Friday, April 10, 2020

Akhirnya pulang ke tanah air :)

Halo halo.. Apa kabar semua?

Masya Alloh udah lama sekali ya tidak saya kunjungi blog ini. Terakhir postingan yang saya tulis adalah tentang Skincare Routine bulan Mei tahun lalu hehe.. 
Sekarang saya sedang menjalani masa cuti melahirkan di Jakarta. 

Wait, what? Melahirkan? Cuti? Jakarta?
 
Yes, many things happened in less than 1 year. Mulai dari hamil anak kedua (!!!) - PhD graduation (akhirnyaa lulus S3 Alhamdulillah), pindahan Groningen - Bandung (yes we are going back for good), bolak balik Jakarta untuk job interview, dapat pekerjaan sebagai peneliti di Jakarta, pindahan Bandung - Jakarta lalu mulai kerja dan melahirkan.

Well, I would say so many things happened in one time, kalau kata orang Sunda mah "teu reureuh pisan". Hectic banget (iya sampai ga ada waktu buat update blog haha). masya Alloh Alhamdulillah dikuatkan dan diberikan pertolongan sama Alloh :)

Mungkin akan saya post ceritanya dalam beberapa postingan yang berbeda :) Bismillah let's see how far I could manage  doing this in while handling a newborn 😁

Jakarta, 10 April 2020
Amalina
Read more >>>

Friday, May 31, 2019

Skincare Routine - Kulit kombinasi + sensitif


Halo semuanya. Sudah lama sekali saya mau menuliskan ini tapi lagi-lagi baru sempat sekarang hehe. Voila, skincare routine hehehe.

Related image
Gambar dari sini
Kulit saya ini tipenya mungkin kombinasi, kadang kering, kadang berminyak, kadang-kadang sensitif. Nah lho! hehehe. Sekitar tiga tahun yang lalu, saya kira kulit saya ini berminyak + acne-prone jadi saya menggunakan seluruh produk anti jerawat atau produk untuk kulit berminyak. Seluruh produk loh, mulai dari cleanser sampai moisturizer. Tapi, wajah saya malah jadi kering dan gak enak. Parahnya lagi kulit saya sempat dehidrasi. Hiks, kalau kulit sudah dehidrasi, dipakein apa saja pun rasanya gak enak, kulit memerah dan perih. Ampun, gak lagi-lagi deh.. tobat! 

Setelah saya menonton video skincare di Youtube, saya jadi mengerti kalau akar dari masalah kulit saya ini adalah hidrasi. Kalau kulit tidak terhidrasi dengan baik, masalahnya jadi kemana-mana deh. 
Saya pun coba-coba dan sudah menemukan skincare yang cocok untuk saya. Cocok di saya mungkin belum tentu cocok juga buat yang lain ya, but I hope this could give you some insight :) Oh iya, sayangnya di Belanda belum ada label halal untuk kosmetik sehingga saya menggunakan produk skincare yang berlabel VEGAN atau at least produk untuk kulit sensitif, karena kata teman produk untuk kulit sensitif rata-rata tidak mengandung unsur hewani. Saya pun sudah crosscheck ingredientsnya dan insya Alloh aman. Mudah-mudahan info ini valid yaa. Kalau teman-teman punya info lain, please let me know in the comment section below :) 

1) Double Cleansing 
Saat ini saya menggunakan Cleansing Oil dari drugstore lokal Kruidvat. Saya lebih suka cleansing oil dari DHC cleansing oil karena tidak meninggalkan residu sama sekali setelah digunakan, sayang sekali disini tidak ada, jadi ya pakai yang lokal saja hehee. Untuk second cleanser, saya menggunakan Facial Wash dari Simple. Facial wash ini gentle banget, tidak membuat muka kering. Lebih enak facial wash ini lho dari pada facial wash Tea tree-nya the BodyShop imho



2) Toner
Percaya atau enggak, saya tidak cocok sama toner Pixi yang ngehype itu :D Kulit saya malah beruntusan wkwkwk. Toner yang cocok di saya lagi-lagi toner lokal dari Kruidvat untuk kulit sensitif. 


3) Serum 
Saya menggunakan serum Niacinamide 10% + Zinc 1% pada pagi hari dan pada malam harinya saya menggunakan serum Alpha Arbutin 2% +HA, dua-duanya dari The Ordinary. Saya sudah merasa cocok banget sama Niacinamide ini, sejak pertama kali pakai dari tahun 2017 sampai sekarang tidak pindah ke lain hati hehehe. Jerawat datang kalau lagi 'mood' pas mau haid saja Alhamdulillah, minyak di wajah pun terkontrol dengan baik. Untuk Alpha Arbutin ini, saya cukup senang dengan hasilnya. Dulu muka sempat belang (yang pakai kerudung pasti ngerti lah yaa belangnya dimana hehehe..) Setelah pakai Alpha Arbutin ini Alhamdulillah belangnya jadi memudar :) Satu botol serum ini kira-kira habis dalam waktu 4 bulan.


4) Moisturizer
Saya menggunakan Moisturizing Factors + HA dari the Ordinary. Sebelumnya saya pernah mencoba mositurizer dari Drops of Youth Series dan Seaweed Series dari the Body Shop. Semua moisturizernya enak digunakan sih, tapi pelembap The Ordinary harganya jauh lebih terjangkau hehe.. Untuk malam hari, saya menggunakan Rosehip Oil dari The Ordinary. Ini menjadi barang wajib saya karena setelah pakai ini dehidrasi kulit saya hilang. Kulit terasa lebih baik saat bangun tidur, kata suami sih begitu hehehe #ciiieee

Oh iya, saya membeli produk The Ordinary secara online, langsung ke web https://theordinary.com
Usut punya usut, harga produk the Ordinary disini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di Indonesia. Contohnya harga resmi Niacinamide di web the ordinary.com adalah 5.90 Euro (atau setara dengan sekitar Rp. 95.000). Pas saya liat harganya di Benscrub.com, hmm.. wadaw, benar-benar bikin saya mikir lagi nih nanti kalau sudah di Indonesia masih bisa pakai The Ordinary lagi gak ya :) 

5) Sunscreen
Saat ini saya menggunakan  sunscreen dari Biodermal untuk kulit sensitif. Oh iya, ketika winter saya jarang banget pakai sunscreen karena pas berangkat ke kampus ga kena sinar matahari, pas pulang dari kampus juga mataharinya udah terbenam :D
Image result for biodermal spf 30
Gambar dari sini

6) Face Mask 
Kalau lagi rajin, saya bisa maskeran dua-tiga kali dalam satu pekan. tapi kalau lagi kurang rajin, maskeran satu kali dalam satu pekan saja sudah 'uyuhan' hehehehe. Masker yang saya gunakan saat ini adalah Freeman Anti Stress Clay Mask dan Freeman Polishing Gel Mask + Scrub. Saya lebih suka masker Freeman Anti Stress Clay (warna biru) dibanding varian Avocado. Saya juga suka banget sama Polishing Gel Mask-nya karena scrubnya tidak begitu abrasif :)



Well, that's all for now. Semoga bermanfaat yaa. Kalau teman-teman pakai produk skincare apa saja nih? Yuk share di kolom komentar :)
Read more >>>

Tuesday, April 16, 2019

Mengikuti Pemilu 2019 di Belanda

Pesta demokrasi tiba. Meskipun tidak sedang berada di Indonesia, Alhamdulillah saya masih bisa mengikuti Pemilu 2019. Ini merupakan kali kedua saya memilih di Groningen. Untuk pemilih di Luar Negeri, pada umumnya ada dua opsi yang bisa dilakukan yaitu mencoblos langsung di TPS atau melalui Pos. Di Belanda, TPS berlokasi di Den Haag dan pemilihan dilakukan tanggal 13 April 2019. Karena satu dan lain hal, saya menggunakan hak pilih saya melalui Pos. 

Alhamdulillah, pekan pertama April saya menerima surat suara dari KBRI. Amplop tersebut berisi dua buah surat suara yaitu surat suara pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan pemilihan anggota DPR Dapil DKI Jakarta II.



Setelah mencoblos, saya masukkan surat suara ke dalam amplop dan saya kirim kembali surat suara melalui Pos. Bismillah semoga pilihan saya tepat :) Alhamdilillah, cukup praktis tidak perlu ke TPS, tapi ada yang hilang yaitu... tidak mencelupkan jari ke tinta ungu hehehe :P 



Kayaknya besok di Indonesia akan rame nih. Siapapun Presiden-Wakil Presiden yang terpilih, semoga Indonesia semakin hebat ya, aamiin aamiin :)

Groningen, 16 April 2019
Read more >>>

Wednesday, April 10, 2019

Pengalaman Periksa Gigi di Groningen

Halo semuanya, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik-baik dan sehat-sehat yaa..

Qadarulloh, beberapa waktu yang lalu saya sakit gigi hehe. Yap, gigi senut-senutan. Tidak menyakitkan sih, tapi ya lumayan annoying juga hehe.. Nah, karena asuransi kesehatan saya disini tidak mengcover biaya pengobatan sakit gigi, maka saya harus merogoh biaya pribadi nih untuk ini. Setelah bertanya-tanya, saya akhirnya tidak pergi ke klinik gigi dokter gigi seperti anak saya (postingannya bisa dilihat di link di bawah ya.. )


Akhirnya saya berkunjung ke Centrum voor Tandheelkunde of Mondzorgkunde di UMCG (selanjutnya saya singkat jadi CTM ya). Perawatan disini dikelola oleh Ko-As dokter gigi yang menempuh studi di UMCG, tentu saja dengan pengawasan oleh dosennya.  Maka ada diskon deh kira-kira sebesar 25% dari harga normal. Yeay! Nah ini nih yang disukai sama Emak-emak mahasiswa perantauan macam saya hehehe.. Mungkin ini secama Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Sekeloa-nya FKG Unpad ya. Ada yang pernah kesana? Saya juga pernah kesana, dalam rangka jadi pasiennya teman saya untuk scaling. Lumayan harganya juga lebih murah dari dokter gigi 😎

Untuk informasi lebih lanjut bisa lihat di sini :  https://www.umcg.nl/NL/UMCG/Afdelingen/CTM/Over_het_CTM/Paginas/default.aspx

Setelah ada notifikasi kemudian, saya berangkat ke CTM. Normalnya, kunjungan pertama ini gratis dan hanya interview saja. Pemeriksaan dilakukan saat kunjungan kedua, lalu ketika jika ada treatment yang perlu dilakukan, maka akan dilakukan di kunjungan ketiga. 
Saya ini tipe yang nervous kalau ke dokter gigi. Saat saya sampai disana, dokternya ramah sekali dan saya juga bilang kalau saya tidak lancar berbahasa Belanda, Alhamdulillah dokternya tidak mengapa menggunakan bahasa Inggris hehe. Saat dilakukan pengecekan, Beliau bertanya apa yang saya keluhkan dan apa yang saya harapkan dari kunjungan saya ini. Saya bilang saya mau rasa sakit saya diobati, dan tidak berminat untuk menjadi pasien tetap di sana (considering saya sebentar lagi mau pulang ke Indonesia hehe, doakan ya!)  Alhamdulillah, karena saya mengemukakan ini di awal, akhirnya saya dirujuk ke bagian emergency agar saya bisa dapat penanganan langsung.

a bit nervous actuallly haha

Rontgen Gigi
Setelah dicek, ternyata rasa sakit saya karena adanya inflamasi yang cukup besar dan dalam 😡 Alhamdulillah gigi tersebut tidak perlu dicabut, saya mah sudah pasrah #tsah. Karena inflamasi cukup dalam, maka dosennya yang menghandle langsung 😁 Kala itu saya merasa jadi objek penelitian hahaha, melihat langsung bagaimana Koas ditanya-tanya oleh sang Dokter walaupun saya gak paham seluruhnya juga sih karena mereka berkomunikasi dengan bahasa Belanda hehehe. Tapi saat terdengar suara "kruk kruk kruk", haeeem.. dalam hati saya cuma bisa istighfar.


Setelah itu, saya diberikan resep obat kumur dan juga dianjukan untuk membersihkan sela-sela gigi dengan tusuk gigi khusus. Padahal saya suka bersihkan pakai benang gigi, tapi ternyata itu tidak cukup. Baiklah..

Rasanya sakit gigi itu tidak enak ya, sakitnya sedikit tapi jadi urung-uringan dan cepet ngambek. Suami deh yang kena getahnya hiks. Maafkan yaa Ayaah :') Sekian cerita saya. Semoga ada manfaatnya ya.. 

Wasaalamualaikum 😊
Groningen, 10 April 2019
Read more >>>

Thursday, March 28, 2019

Serunya Mengumpulkan Poin di SamenGezond Menzis

Siapa yang menggunakan asuransi kesehatan Menzis disini? J
Setiap warga di Belanda umumnya memiliki asuransi kesehatan. Menzis yang merupakan salah satu provider asuransi kesehatan di Belanda, menawarkan program kesehatan online disebut SamenGezond. Kalau dari websitenya sih tertulisnya begini 
“As Menzis, we do everything we can to keep healthcare affordable and available to everyone. Not only by properly insuring everyone for care, but also by helping people make healthier choices.”
Tidak hanya memberikan asuransi tapi juga membantu orang menjadi lebih sehat. Tapi saya lebih tertarik dengan sistem poin yang mereka tawarkan dan poinnya bisa ditukar hehe (Ibu-ibu mode on).

Pertama-tama, masuk web https://samengezond.menzis.nl/, lalu login menggunakan DigID, e-mail atau bahkan menggunakan Facebook juga bisa kok. Hanya dengan sign up saja sudah mendapatkan tambahan 125 poin. Setiap ulang tahun pun kita akan diberi 500 poin. 

Log in Page

 
Activities Menzis Samen Gezond
Kita bisa mengumpulkan poin dengan mengikuti quiz-quiz atau aktivitas yang tertera di  https://samengezond.menzis.nl/activiteiten/ 


Nah, poin tersebut bisa ditukar dengan apa saja seperti voucher, donasi, dan lain-lain. Bisa dipilih di webshop https://samengezond.menzis.nl/shop/


Saya sendiri sudah menukarkan poin dengan voucher ticket nonton di Pathe, dan juga American Tourister Suitcase (yang ini harus nambah lagi dengan uang sih, tapi ya kan lumayan hehe..).
Menarik kan? Ayo kita kumpulkan poinnya, sebelum keburu pulang ke Indonesia hehehe..
Read more >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik