Sunday, November 12, 2017

Toilet training Dinara

Assalamualaikum..
Halo semuanya.. kali ini saya ingin cerita tentang  toilet training Dinara, ini berlangsung kira-kira 6 bulan yang lalu. Tulisan ini sudah lama banget ada di draft saya, malah baru dipost sekarang. Gak apa-apa lah ya.. :)

Sebenarnya toilet training ini sudah saya sounding dari awal tahun 2017. Teman-teman Dinara di daycarenya sudah bisa pipis sendiri, either di potty atau di WC. Yep, anak-anak di Belanda umumnya sejak dari umur 2 tahun sudah diajari toilet training.

Waktu itu bulan Maret 2017, strategi kami yang pertama adalah kami biarkan Dinara sendiri yang pilih potty nya. Kami berpikir mungkin Dinara bisa jadi tambah semangat pipis di potty favoritnya. Mulailah dari situ kami ajak Dinara ke Hema, Kruidvat, lihat-lihat via online di www.beslist.nl. Lucunya, Dinara bilang "aku mau potty yang berwarna kuning". Kami kira itu adalah permintaan simpel. Ah, easy peasy, gumam kami. Ternyata, kami cari... cari..oh man, mana nih potty warna kuning kok ga adaa.. kami cari online juga, dan GAK ADA potty warna kuning yang cocok. Pas ada, dijualnya malah di US, harganya pun gak pas di kantong, please I don't want to spend such amount of money just for a yellow potty  >.<

Sampai suatu ketika kami ke IKEA dan Alhamdulillah akhirnya Dinara pilih potty warna hijau. 



pic is taken from here

"itu potty-nya sama kayak di sekolah, Bu.", begitu kata Dinara. 
Yes! Kami sudah senang dong, Dinara suka nih sama potty-nya, bakalan gampang nih trainingnya. But the reality was the other way around. Sampai rumah, Dinara ga mau pipis di potty. Waduh...
Proses toilet training pun sempat ter-reset karena bentrok dengan jadwal conference di Dubrovnik selama satu minggu. Alhamdulillah waktu itu saya bisa bawa Dinara dan suami saya pergi kesana. (Cerita tentang pergi konferensi bersama keluarga in sya Alloh nanti saya post :), menyusul ya)
Ketika di Dubrovnik, Dinara ogah-ogahan pipis di toilet. Saya sedang riweuh juga, dan kami ga mau ambil resiko Dinara ngompol dimana-mana. Walhasil, toilet traning pertama gagal.

Kami sadari juga kalau sebelumnya kami agak setengah-setengah dalam melatih Dinara. Kami melatih Dinara tapi popoknya belum dilepas. Begitu saja berjalan hingga bulan April. Kami hanya bilang "kalau mau pipis, bilang ya". Ternyata itu tidak mempan. Dinara masih belum tahu rasa tidak nyaman basah karena pipis di celana. Kami pun mengakui belum benar-benar konsisten.
Akhirnya, pada bulan Mei, kami putuskan untuk totalitas dan konsisten dalam toilet training Dinara. Selama training ya popoknya harus sambil dilepas juga. Tujuannya agar Dinara mengerti rasa tidak nyaman karena basah. Mulailah kami mencari training pants, kami beli disini . Sederhana saja, kami beli itu karena ada yang bergambar kucing dan Dinara suka kucing hehehehe.. 
Saya bilang ke Dinara kalau "Dinara sudah besar dan sudah tidak pakai popok. Kalau mau pipis, harus bilang ke Ibu ya."
Saat itu juga, kami lepas popok Dinara dan kami gak pakai potty, langsung di toilet saja deh biar cepat hehehe..  Dan............ ya sudah bisa ditebak, di awal-awal, sering kali Dinara pipis di celana, bahkan sampai menangis. 
"Ibu, ini nat.. hiks hiks" (bahasa belanda, artinya basah)
Untuk kami, yang penting Dinara mengerti dahulu kalau pipis di celana itu tidak nyaman. Walaupun yaa.. kami nyuci training pantsnya setiap hari, cuci kering pake. Apalagi Dinara selalu request "aku cuma mau pake celana yang gambar kucing" 
fiiuh, rasanya gemes hehehe.. 
Setiap sebelum tidur dan setiap bangun pagi, Dinara harus pipis di toilet, mau atau tidak mau hehehe.. Saya pun membatasi minum Dinara pada malam hari, pokonya setelah pipis sebelum tidur, Dinara jangan sampai minum lagi.  
Oh iya, kami pun menyiapkan seprei waterproof selama toilet training Dinara. Kami totalitas saat itu, kami tidak pakaikan Dinara popok saat waktu tidur.  Brutal kan  >.<
Kadang greget juga, tapi ya namanya juga anak kecil. hehehe. 

Supaya Dinara tambah semangat, saya pun membuat record toilet training untuk Dinara. Setiap Dinara pipis di toilet, saya hadiahi stiker deh :D Dua minggu kemudian, toilet training selesai sudah! Alhamdulillah.. Dinara sudah lancar ke toilet sendiri dan tidak ngompol di malam harinya. :)
Duh, Ibu terharu :') Anak Ibu sudah besar... Saat-saat ini yang nantinya akan jadi cerita ketika Dinara sudah dewasa nanti. Alhamdulillah.. :)


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik