Friday, May 31, 2019

Skincare Routine - Kulit kombinasi + sensitif


Halo semuanya. Sudah lama sekali saya mau menuliskan ini tapi lagi-lagi baru sempat sekarang hehe. Voila, skincare routine hehehe.

Related image
Gambar dari sini
Kulit saya ini tipenya mungkin kombinasi, kadang kering, kadang berminyak, kadang-kadang sensitif. Nah lho! hehehe. Sekitar tiga tahun yang lalu, saya kira kulit saya ini berminyak + acne-prone jadi saya menggunakan seluruh produk anti jerawat atau produk untuk kulit berminyak. Seluruh produk loh, mulai dari cleanser sampai moisturizer. Tapi, wajah saya malah jadi kering dan gak enak. Parahnya lagi kulit saya sempat dehidrasi. Hiks, kalau kulit sudah dehidrasi, dipakein apa saja pun rasanya gak enak, kulit memerah dan perih. Ampun, gak lagi-lagi deh.. tobat! 

Setelah saya menonton video skincare di Youtube, saya jadi mengerti kalau akar dari masalah kulit saya ini adalah hidrasi. Kalau kulit tidak terhidrasi dengan baik, masalahnya jadi kemana-mana deh. 
Saya pun coba-coba dan sudah menemukan skincare yang cocok untuk saya. Cocok di saya mungkin belum tentu cocok juga buat yang lain ya, but I hope this could give you some insight :) Oh iya, sayangnya di Belanda belum ada label halal untuk kosmetik sehingga saya menggunakan produk skincare yang berlabel VEGAN atau at least produk untuk kulit sensitif, karena kata teman produk untuk kulit sensitif rata-rata tidak mengandung unsur hewani. Saya pun sudah crosscheck ingredientsnya dan insya Alloh aman. Mudah-mudahan info ini valid yaa. Kalau teman-teman punya info lain, please let me know in the comment section below :) 

1) Double Cleansing 
Saat ini saya menggunakan Cleansing Oil dari drugstore lokal Kruidvat. Saya lebih suka cleansing oil dari DHC cleansing oil karena tidak meninggalkan residu sama sekali setelah digunakan, sayang sekali disini tidak ada, jadi ya pakai yang lokal saja hehee. Untuk second cleanser, saya menggunakan Facial Wash dari Simple. Facial wash ini gentle banget, tidak membuat muka kering. Lebih enak facial wash ini lho dari pada facial wash Tea tree-nya the BodyShop imho



2) Toner
Percaya atau enggak, saya tidak cocok sama toner Pixi yang ngehype itu :D Kulit saya malah beruntusan wkwkwk. Toner yang cocok di saya lagi-lagi toner lokal dari Kruidvat untuk kulit sensitif. 


3) Serum 
Saya menggunakan serum Niacinamide 10% + Zinc 1% pada pagi hari dan pada malam harinya saya menggunakan serum Alpha Arbutin 2% +HA, dua-duanya dari The Ordinary. Saya sudah merasa cocok banget sama Niacinamide ini, sejak pertama kali pakai dari tahun 2017 sampai sekarang tidak pindah ke lain hati hehehe. Jerawat datang kalau lagi 'mood' pas mau haid saja Alhamdulillah, minyak di wajah pun terkontrol dengan baik. Untuk Alpha Arbutin ini, saya cukup senang dengan hasilnya. Dulu muka sempat belang (yang pakai kerudung pasti ngerti lah yaa belangnya dimana hehehe..) Setelah pakai Alpha Arbutin ini Alhamdulillah belangnya jadi memudar :) Satu botol serum ini kira-kira habis dalam waktu 4 bulan.


4) Moisturizer
Saya menggunakan Moisturizing Factors + HA dari the Ordinary. Sebelumnya saya pernah mencoba mositurizer dari Drops of Youth Series dan Seaweed Series dari the Body Shop. Semua moisturizernya enak digunakan sih, tapi pelembap The Ordinary harganya jauh lebih terjangkau hehe.. Untuk malam hari, saya menggunakan Rosehip Oil dari The Ordinary. Ini menjadi barang wajib saya karena setelah pakai ini dehidrasi kulit saya hilang. Kulit terasa lebih baik saat bangun tidur, kata suami sih begitu hehehe #ciiieee

Oh iya, saya membeli produk The Ordinary secara online, langsung ke web https://theordinary.com
Usut punya usut, harga produk the Ordinary disini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di Indonesia. Contohnya harga resmi Niacinamide di web the ordinary.com adalah 5.90 Euro (atau setara dengan sekitar Rp. 95.000). Pas saya liat harganya di Benscrub.com, hmm.. wadaw, benar-benar bikin saya mikir lagi nih nanti kalau sudah di Indonesia masih bisa pakai The Ordinary lagi gak ya :) 

5) Sunscreen
Saat ini saya menggunakan  sunscreen dari Biodermal untuk kulit sensitif. Oh iya, ketika winter saya jarang banget pakai sunscreen karena pas berangkat ke kampus ga kena sinar matahari, pas pulang dari kampus juga mataharinya udah terbenam :D
Image result for biodermal spf 30
Gambar dari sini

6) Face Mask 
Kalau lagi rajin, saya bisa maskeran dua-tiga kali dalam satu pekan. tapi kalau lagi kurang rajin, maskeran satu kali dalam satu pekan saja sudah 'uyuhan' hehehehe. Masker yang saya gunakan saat ini adalah Freeman Anti Stress Clay Mask dan Freeman Polishing Gel Mask + Scrub. Saya lebih suka masker Freeman Anti Stress Clay (warna biru) dibanding varian Avocado. Saya juga suka banget sama Polishing Gel Mask-nya karena scrubnya tidak begitu abrasif :)



Well, that's all for now. Semoga bermanfaat yaa. Kalau teman-teman pakai produk skincare apa saja nih? Yuk share di kolom komentar :)

2 comments:

  1. waaah rajinnya teh.. pantes ih kulitnya kniclong gitu. malah pas di belanda aku mh nggak ada skincare yang rutinnya, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Alloh teh Ghina :) ini pun rajin pakai skincare buat maintanance teh hehehe, dulu pernah jerawatan parah dan kulit merah-merah. Mana sembuhnya lama sampai berbulan-bulan, tobaaat :D

      Teh Ghina mah ga pake skincare routine juga udah bagus kulitnya Masya Alloh :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik