Sunday, October 29, 2017

My own cookbook

Sejak tinggal di Groningen, semua dikerjakan sendiri. Makanan pun harus masak sendiri agar terjamin kehalalannya. Sejak di Groningen pula, saya suka bereksperimen di dapur alias mencoba-coba resep baru. Biasanya saya tulis di kertas-kertas bekas (demi hemat haha). Tapi ternyata... kalau ditulis di kertas, kertasnya suka berceceran dan hilang deh. 
Sampai suatu hari, ketika saya hamil Dinara, saya jadi pelupa, se-lupa itu. Waktu itu saya lagi masak resep andalan yang hapal di luar kepala, pokonya masak tuh udah kaya mode autopilot πŸ˜Ž, tiba-tiba  di tengah-tengah proses masak, sampai lupa banget bahan-bahan seterusnya apa ya...😢😢. Saya juga gak bisa nanya ke suami. Akhirnya.. tentu saja saya nanya Mamah. Untung waktu itu Mamah lagi fast response (maklum kan beda waktu Belanda-Indonesia sekitar 5 jam hehe..)

Jadi... agar tidak terulang lagi, sang Suami berinisiatif membelikan buku tulis dan berkata..
"Bu, tulis semua resep-resepnya disini ya." 
Sejak itu, saya selalu menuliskan resep yang baru saja dicoba di buku tulis 😊 and after more less 4 years... Voila!


halaman bagian daftar isinya udah ga muat, harus ditambal :p

Kecipratan pewarna merah >.<
several of trials... 

Alhamdulillah.. Sudah sampai 100 resep ternyata!

Ini sih udah kaya Lab book saya alias buku jurnal praktikum, tapi praktikumnya di dapur hihihi.. 
Semoga buku ini bermanfaat, mungkin bisa saya wariskan ke anak saya nanti.. :) 
Alhamdulillah!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik