Thursday, October 22, 2015

Maternity care di Belanda

Halo halo :D
Hari ini saya ingin cerita (lebih tepatnya nostalgia dua tahun yang lalu kali ya hehe).. 
Alhamdulillah di Belanda, Maternity Carenya bagus banget.. Mulai dari check up di bidan, melahirkan dan pasca melahirkan.
Monthly check up
When you know that your testpack is positive, segera register ke bidan terdekat. :) Cara registrasinya online. Ketika registrasi, diperlukan kartu asuransi (ini penting banget, wajib punya asuransi tapi untuk coverage asuransi, itu tergantung dari kita ambil paket asuransi yang mana. :)). 
Di sini mah ga langsung ke ginekolog, hanya kasus-kasus tertentu saja yang ditangani ginekolog (misalnya ada penyakit khusus yang bidan angkat tangan). Tapi tenang saja, bidan disini profesional banget kok, dua jempol I must say hehehe... Terserah mau register ke bidan yang mana, kalau saya pilih bidan yang di rumah sakit (karena rekomendasi dari kakak kelas hehhee). Lebih lengkapnya bisa dilihat disini : http://www.verloskundigestadspraktijk.nl/

Check up rutin sebulan sekali, dan disini tiap check up tidak selalu USG ya :) USG hanya pada saat usia kandungan 20 minggu (semua organ tubuh janin dicek, sangat detail) dan 36 minggu (untuk melihat posisi bayi). Tiap kontrol pasti konsultasi apakah ada keluhan dan sebagainya, lalu dicek berat badan, tekanan darah dan cek detak jantung bayi. Oh iya, bidan disini ga pernah ngasih vitamin hehhee. Saya pernah minta tapi katanya malah "as long as you eat a lot of fruits and vegetables, don't worry." Bidan hanya menyarankan minum asam folat yang cukup selama 3 bulan pertama kehamilan, asam folat bisa dibeli di Kruidvat atau Etos terdekat.  Satu lagi, bidannya easy going banget ;)
Saat usia kandungan 6 bulan 
Saya : "Is it OK if I still go to work by bike?Bidan: "Oh that's nice,, as long as you feel OK. Malah ada lho yang sampai usia 9 bulan masih sepedaan." 
Saat Usia kandungan 40 minggu 
saya : "Ini udah hampir due date, ga apa-apa nih kalau saya masih jalan-jalan? Atau saya harus diam di rumah aja?"Bidan : "Lakukan rutinitas seperti biasa saja. Kalau kontraksi kan tinggal pulang ke rumah :)" 
Jadinya selama hamil saya ga banyak pantangan sih, selama masih bisa ya hajar aja hehhee :) 
Di ruang tunggu :)

beres check up

Foto ini diambil gara-gara Mamah penasaran Bidan di Belanda wujudnya kaya apa heheheee


Melahirkan
Ada dua opsi untuk melahirkan : bisa di rumah atau di rumah sakit tergantung kita inginnya dimana dan tergantung paket asuransi yang kita pilih. Buat lebih jelasnya saya kasih contoh mungkin ya. Saya pakai asuransi dari Menzis dan ambil paket yang basic. Untuk paket asuransi yang basic, jika kita mau melahirkan di rumah sakit (tapi sebenarnya memungkinkan melahirkan di rumah), biaya rumah sakit tidak dicover asuransi. Tapi kalau misalkan kondisi ibu memang harus melahirkan di rumah sakit, ya semua biaya ditanggung asuransi. Sebagi contoh, untuk case saya : ketika saya melahirkan, ada special case yaitu air ketuban pecah duluan dan berwarna hijau. Dalam kondisi seperti ini, it was really necessary untuk lahiran di rumah sakit sehingga biaya melahirkan di rumah sakit semua ditanggung asuransi :) Tapi beda lagi ceritanya loh ya kalau pilih asuransi dengan extrazerzorg :)
Pasca melahirkan
Setelah melahirkan, dan kalau semuanya OK (si bayi sehat dan ibunya sehat), beberapa jam setelah melahirkan sang ibu dan bayi bisa langsung pulang ke rumah. Ketika pulang ke rumah, sang ibu dan bayi dirawat oleh Kraamzorg. Kraamzorg itu seperti suster yang tugasnya merawat Ibu dan newborn baby selama 1 minggu, dimulai dari H+1 melahirkan. Hari pertama tentu saja Ayahnya diajarin cara mandiin bayi dan ganti popok (karena Ibunya ga bisa ngapa-ngapain kan hehe). Kraamzorg juga mengajarkan cara menyusui yang baik dan benar, meriksa kesehatan Ibu ( tekanan darah ibu, cek suhu badan ibu, kondisi rahim ibu) dan meriksa kesehatan bayi. Pokoknya sangat membantu sekali hehehe.. Lamanya Kraamzorg setiap hari ini tergantung permintaan kita, kalau saya minta 3 jam aja sehari, dari jam 9 pagi hingga jam 12 siang. Insya Alloh cukup kok karena suami cuti 3 minggu :) Jadi meskipun dulu orangtua saya ga datang ketika saya melahirkan, Alhamdulillah bisa kehandle karena ada kraamzorg.  Rata-rata Orang Belanda meminta Kraamzorg mulai dari 3 jam sampai maksimal 8 jam per hari. Saya memilih kramzorg dari Het Groene Kruis (rekomendasi kakak kelas juga hehe.) Kalau mau lihat-lihat yg lain, bisa dicek disini :
http://www.dekraamvogel.nl/ http://www.isiskraamzorg.nl/groningen

smile emotico
smile emo
Kraamzorg ini ga tiba-tiba dateng pas hari H kok. Ketika masih hamil, ada kunjungan dari kraamzorg (seingat saya ketika usia kehamilan di bulan ke-7). Mereka memberi penjelasan tentang apa yang akan mereka lakukan, barang-barang apa saja yang harus kita siapkan, dll. Kita juga ditanya mau kraamzorg yang seperti apa (apakah ingin kraamzorg yang bisa bahasa Inggris, dll). Bebas deh mau nanya apa saja :)
Biaya kraamzorg sekitar 40 euro per jam. Karena saya pakai paket asuransi paket basic, biaya kraamzorg dicover  90%. Jika menggunakan asuransi dengan extraverzorg, (kalau tidak salah) biaya kraamzorg dicover seluruhnya oleh asuransi. 

Kraamzorg lagi ajarin suami mandiin bayi :)

Hari terakhir kunjungan Kraamzorg

Mungkin segitu dulu 'sedikit' cerita dari saya tentang maternity care di Belanda. Semoga bermanfaat ya ^.^

Salam,
Amalina

Groningen, 22 Oktober 2015

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik