Beban yang terbawa


This picture is taken from : <a href='https://pngtree.com/so/backpack'>backpack png from pngtree.com</a>

Sudah beberapa pekan isi tas ngantor saya ini selalu berat. Isinya apa? Buku lab journal yang selalu saya bawa pulang saat weekend tapi saat di rumah malah kehandle karena disibukkan oleh pekerjaan lain, dan saat weekday saya bawa lagi ke kantor. Pas di kantor gak kehandle juga karena sudah keburu disibukkan dengan either another experiments, meetings or another paperworks.

Bawaannya berat karena tas yang selalu saya bawa ke kantor itu ada 3 : 1 tas ransel, 1 cooler bag untuk ASIP dan 1 baby bag punya Amanda untuk di Daycare.

Saya pun bergumam dalam hati.. atuh daripada dibawa berat-berat bolak-balik, mending disimpen aja, diberesin dulu biar ga kebawa lagi.

Dan.. Voila, tiba-tiba langsung terkoneksi akan hal-hal yang menggantung di pikiran saya beberapa pekan lalu. 

Buku lab journal ini ibarat sesuatu yang belum selesai dalam diri, entah itu inner child, denial dari emosi yang tidak kunjung divalidasi, jealousy pada seseorang, it could be anything, intinya ya sesuatu yang belum selesai - belum damai. 

Dan.. hal tersebut kalau didiamkan saja bisa jadi beban yang terbawa kemana-mana, bisa berimbas dalam kehidupan sehari-hari secara sadar atau tidak sadar. 

Tidak dapat dipungkiri, ada beban-beban dalam pikiran yang selalu terbawa. Saat ini saya sedang berjuang untuk berdamai dengan inner child. Dulu sih gak kerasa ya, tapi malah baru terasa sekarang saat mengasuh anak. 

Seperti gumaman saya dalam hati tadi, satu per satu beban ini baiknya diselesaikan. Perlahan-lahan, karena semua butuh proses.

This is for you, kesayangan-kesayangannya Ibu.

Jakarta, 31 Mei 2021
Amalina

Beef Teriyaki

Memasuki waktu weekend berarti saatnya saya nyetok makanan, masak, bebersih, ngepel, plus baking juga buat stress release 😆 #Mbaklessworkingmom💪

Qadarulloh hari ini tukang sayur ga jualan, padahal udah siap-siap masak makanan kesukaan suami. Planning pun berubah dong. Alhamdulillah di freezer masih ada stok daging teriyaki. Kami biasa beli daging frozen di BBF meatshop. Kualitasnya baik dan tentunya halal. Daaan daging teriyaki ini sudah dislice tipis-tipis, yes! 

Dulu waktu masih di Groningen mah bikin daging teriyaki PR banget, ngiris daging tipis tipis kan lumayan ya.. perlu difreeze dulu sebentar biar ngirisnya rapi, tapi sekarang no more! Thanks to BBF Meatshop. Tinggal thawing aja terus langsung pakai 😄 

Bahan-bahannya mudah banget, saya gak pakai saus teriyaki khusus, cukup pakai soy sauce, jahe dan bawang putih. Soy sauce disini bukan kecap manis cap burung atau alfabet yaa hehehe.. Resep ini kilat banget dan minim bahan dan rasanya maksimal, suami dan anak-anak suka 🥰 Yuk langsung lihat resepnya di bawah ya. 


Beef Teriyaki

Bahan:
- 500 gram daging teriyaki (saya pakai yang berlemak)
- 80 mL soy sauce
- 300 mL air
- 1 butir bawang bombay (disini saya ga pakai karena kehabisan stok)
- 3 sdm bumbu dasar bawang
- 1 sdt jahe bubuk
- 2 sdm gula pasir
- 1/2 sdt kaldu bubuk
- merica secukupnya

Cara membuat:
1. Panaskan wajan lalu tumis daging hingga berubah warna. Saya tidak menggunakan minyak karena daging sudah berlemak. Saat ditumis daging akan mengeluarkan minyaknya.

2. Masukkan bumbu dasar bawang, soy sauce, jahe bubuk, gula pasir dan air.

3. Masak sebentar hingga daging empuk
4. Tambahkan merica dan kaldu bubuk. Koreksi rasanya dan sajikan dengan nasi hangat.

Gimana gimana, kilat banget kan bikinnya? Biasanya saya sajikan dengan homemade chicken egg roll supaya seperti di HokB*n hihihihi. Atau kalau disajikan di atas ricebowl juga bisa, supaya seperti di Yosh***ya 😁

Selamat mencoba and happy cooking!

Jakarta, 30 Mei 2021
Amalina

Dimsum Siomay Ayam Udang


Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga bikin dimsum 😄 Jadi.. ceritanya Senin lalu ada Halal Bihalal di kantor dengan Dimsum sebagai konsumsi yang disediakan. Dikarenakan saya masih cuti, jadi saya ga kebagian nyicip deh. 

Dasar yaaa si saya penyuka sarupaning persomayan perbasotahuan dan perdimsuman, saya kabita kan.. walhasil cari di GrabFood deh buat delivery. Sudah pencet klik klik klik, tinggal order, tapi kok jempol rasanya berat banget ya buat pencet order. Apa yang bikin berat? 

Karena saat scrolling pilih pilih, pada menunya ada yang menuliskan "Dimsum halal" dan ada yang tidak. Yap, seketika saya langsung ingat, untuk resep yang "tidak halal" menggunakan either daging babi atau lemak babi (lard) pada dimsumnya.

Baik.. karena saya ragu, akhirnya saya menutup aplikasi grabfood dan melipir ke Tokopedia, mendadak mencari Klakat kukusan bambu Dimsum 😆 Weekend ini pokoknya mau bikin dan makan Dimsum di rumah #tekadsebulatbola💪

Klakat kukusan bambu pun sampai dua hari kemudian, dan saya beli bahan-bahan dari tukang sayur online langganan: Nyonya Sayur di Blibli 😊

Jumat malam pulang dari kantor saya semangat banget merendam klakat kukusan bambu dengan air panas sebelum dipakai besoknya. Setelah direndam 30 menit, saya keringkan semalaman. Air rendamannya berwarna coklat kekuningan dan ada bau bau khas, mungkin karena dari bambu ya.

Anyway, Sabtu pagi bahan-bahan dan peralatan sudah siap semua. Langsung deh saya eksekusi resepnya. Saya pakai resep dari Devina Hermawan, dengan modifikasi sedikit. Saya hanya menggunakan 5 sendok makan tepung tapioka supaya teksturnya lebih 'meaty' namun tetap kenyal, juga untuk putih telurnya saya tambahkan 1 lagi. 

Berikut saya tuliskan resepnya ya.

Dimsum Siomay Ayam Udang

Bahan:
- 250 gram ayam cincang (daging ayam giling yang saya beli sudah banyak lemaknya, jadi saya tidak tambahkan kulit ayam lagi)
- 50 gram udang kupas
- 5 sdm tepung tapioka
- 2 butir putih telur
- 1 sdm minyak wijen
- 2 siung bawang putih
- 1 sdm saus tiram
- 1 sdm kecap asin
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt merica
- 1 sdt gula
- wortel parut secukupnya
- kulit dimsum (Saya beli dari Baso Yen, recommended!)

Cara Membuat:
1. Campur bahan-bahan di food processor, giling dan campur hingga rata. Setelah adonan tercampur rata, pindahkan ke dalam wadah bersih dan tambahkan wortel parut. 
2. Ambil kulit dimsum dan taruh satu sendok makan adonan siomay dan cetak. Berikan sejumput wortel parut di atas siomay.
3. Taruh siomay di atas kukusan, tata dengan rapi
4. Kukus selama 20-30 menit
5. Sajikan dengan saus cocolan dimsum 😊



Resep ini dapat menghasilkan 15-20 buah siomay. 

Yeay, akhirnya yaa jadi makan dimsum siomay! Suami dan anak-anak juga suka. Selain enak dan puas (karena dapet banyak dong hehe), makannya pun rasanya tenang  😇 Alhamdulillah Alhamdulillah.. 

Semoga postingan ini bermanfaat yaa.

Jakarta, 22 Mei 2021
Amalina